jump to navigation

Sel Penyebab Leukemia Ditemukan Februari 21, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment
   
Sel Penyebab Leukemia Ditemukan
Selasa, 29 Januari 2008 | 13:28 WIB TEMPO Interaktif, Oxford:
Tim peneliti menemukan bahwa kedua anak kembar tersebut memiliki sel tunas abnormal praleukemia dalam darah mereka. Sel itu bisa “tidur” dalam sumsum tulang atau berkembang menjadi sel tunas leukemia. Hasil ini dikonfirmasi oleh eksperimen yang menggunakan sel tali pusar manusia.

“Penelitian ini berarti kami dapat mengetes apakah penanganan leukemia lymphoblastic akut pada anak bisa dikaitkan dengan menghilangnya dan berkembangnya sel tunas leukemia,” kata Profesor Tariq Enver dari Unit Hematologi Molekuler Universitas Oxford, yang memimpin penelitian tersebut. “Mulai saat ini, upaya penyembuhan bisa difokuskan pada upaya membidik sel tunas praleukemia dan sel tunas kanker dengan obat yang ada atau yang akan kita kembangkan.”

Upaya penyembuhan yang terfokus, menurut Tariq, bisa menghindari efek samping pengobatan kanker kemoterapi yang menyakitkan dan terkadang justru membahayakan kondisi tubuh pasien. Hal ini sangat penting karena terbukti, Olivia, salah satu anak kembar yang terkena leukemia, mengalami kebutaan di sebelah matanya akibat infeksi yang tidak bisa dilawan tubuhnya saat kemoterapi.

Para ilmuwan telah melacak kemungkinan sel tunas prakanker itu akibat fusi abnormal dari dua gen yang terjadi selama kehamilan ibu. Fusi ini menghasilkan protein hibrida, sebuah “kesalahan” genetik yang terjadi secara acak dan menyebabkan sel menjadi terjangkit leukemia. Gen yang diambil dari si kembar lantas ditransplantasikan ke tikus laboratorium yang mengkonfirmasi adanya hubungan langsung antara malfungsi genetik dari sel tunas tersebut dan leukemia.

Lembaga donor Inggris yang membiayai penelitian itu, Leukemia Research and the Medical Research Council, dan Rumah Sakit Great Ormond Street menyatakan sangat gembira atas penemuan itu dan berharap penelitian dilanjutkan ke upaya mencegah dan mengobati penyakit tersebut.

Tidurlah Sesuai Dengan Tuntunan Nabimu !! Februari 21, 2008

Posted by spanautama in ENSIKLOPEDI I, KABAR KEAGAMAAN.
add a comment
Tidurlah Sesuai Dengan Tuntunan Nabimu !!


Jumat, 15 Februari 2008
Sesungguhnya seorang muslim memandang tidur sebagai nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Allah berfirman yang artinya,

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. al-Qashshash: 73)

Dan Firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. an-Naba: 9)

Adab-adab Tidur

Tidur seorang hamba pada waktu malam setelah segala aktivitas yang dilakukannya pada siang hari, akan membantu tubuhnya menjadi segar untuk bisa melakukan aktivitas pada esok hari, juga akan membantu tubuhnya lebih bersemangat untuk melakukan ketaatan kepada Allah ta’ala. Maka dengan nikmat yang besar ini hendaknya seorang muslim bersemangat untuk menjaga tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah adab-adab yang berkaitan dengan tidur. Di antara adab tersebut adalah :

  1. Tidak mengakhirkan tidur setelah melakukan shalat Isya kecuali karena perkara yang penting untuk dilakukan seperti mempelajari ilmu atau menjamu tamu atau untuk melayani keluarga. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Barzah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai tidur sebelum shalat isya dan berbincang-bincang setelahnya.
  2. Tidur dengan berwudhu terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi kananmu.” (HR Bukhari dan Muslim)
  3. Memulai tidur dengan membaringkan tubuh ke sisi sebelah kanan sebagaimana dalam hadits di atas.
  4. Tidak tidur dengan tengkurap, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya itu adalah cara tidur yang dimurkai Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih)
  5. Mengumpulkan kedua telapak tangannya. Kemudian ditiup dan dibacakan : surat Al-ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. Kemudian dengan kedua telapak tangan tadi mengusap tubuh yang dapat dijangkau dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali (HR. Bukhari dan Muslim)
  6. Mengibaskan tempat tidur dengan ujung sarung atau dengan pakaiannya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari)
  7. Membaca doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah, seperti membaca do’a, “Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa (dengan menyebut nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup)” (HR. Bukhari dan Muslim)
  8. Dianjurkan membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali atau 34 kali ketika hendak tidur, sebagaimana sabda beliau kepada Ali bin Abi Thalib dan istrinya ketika mereka hendak tidur, “Maka bacalah tasbih tiga puluh tiga kali, tahmid tiga puluh tiga kali, dan takbir tiga puluh tiga kali” dan dalam riwayat lain, “takbirlah tiga puluh empat kali.” (HR Bukhari)
  9. Dianjurkan juga membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah atau membaca surat Ali ‘Imran ayat 190-200 (HR. Bukhari).
  10. Apabila tiba-tiba terbangun di tengah malam, maka dianjurkan meminta kepada Allah ta’ala karena saat itu adalah saat yang mustajab, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah seorang muslim yang tidur dalam keadaan suci dan berdzikir lalu tiba-tiba terbangun di malam hari kemudian mohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat kecuali Allah akan mengabulkannya.” (HR. Abu Dawud)
  11. Ketika bermimpi buruk hendaknya berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk dan dari kejelekan yang dilihat dalam mimpi. (HR. Muslim)
  12. Ketika bangun tidur hendaknya membaca doa, “Alhamdulillahil ladzi ahyaana ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah membangkitkan kami dari mati (tidur) dan hanya kepada-Nya semuanya kembali)” (HR. Bukhari)

Demikianlah beberapa adab tidur yang dituntunkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk senantiasa mengamalkannya, mengikuti sunnah Nabi-Nya sehingga tidur kita tidak sekedar rutinitas untuk pemenuhan kebutuhan jasmani, namun juga merupakan kenikmatan yang bernilai ibadah dan membuahkan pahala di sisi Allah. Wallahu a’lam.

***

Penulis: Abu Sa’id Satria Buana
Sumber: Buletin At-Tauhid

Sambut Kemerdekaan Kosovo Februari 21, 2008

Posted by spanautama in KABAR KEAGAMAAN, KABAR UTAMA.
add a comment

Sambut Kemerdekaan Kosovo

Oleh: Tim dakwatuna.com


 

dakwatuna.com – Dalam perayaan hari kemerdekaan kemarin, Ahad (17/2), ribuan Muslim Kosovo tumpah ke jalan, mereka turut berbahagia terhadap kemerdekaan yang sangat bersejarah bagi mereka. Sejumlah delegasi dari berbagai kelompok Muslim Kosovo, mengungkapkan bahwa mereka ingin menyampaikan pesan kepada seluruh umat Islam di dunia agar segera mengirimkan pernyataan pengakuan terhadap kemerdekaan Kosovo.

Muslim Kosovo meminta dunia Islam segera menyatakan pengakuan atas kemerdekaan negara mereka secara resmi dari Serbia. Mereka juga meminta agar dunia Islam turut membantu pengembangan negara mereka agar lebih baik di masa mendatang.

Shabri Bagouri, Ketua Imam Islam di Kosovo menyerukan agar dunia Islam mengakui segera negara Kosovo yang memang dihuni oleh 96% umat Islam dari total penduduknya yang berjumlah sekitar dua juta jiwa. Ia menegaskan bahwa mereka sangat memerlukan dukungan politik dari negara Islam saat ini untuk mengokohkan eksistensi Kosovo. Juga, dukungan ekonomi sehingga Kosovo bisa bangkit menjadi negara maju.

Kepada warga Kosovo yang berasal dari etnik Serbia, ia mengatakan, “Tak perlu khawatir atas minoritas etnik Serbia di Kosovo. Kami adalah bangsa Muslim, dan mayoritas Kosovo menginginkan haknya yang sah untuk merdeka.”

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat meminta pemerintah segera mengakui kemerdekaan Kosovo. “Ini adalah hasil referendum yang demokratis jadi harus kita dukung,” kata Hidayat Nur Wahid , saat ia mengikuti konferensi US_Islamic World Forum yang berakhir hari ini di Doha, Qatar, Senin (18/2).

Ia mengakui bahwa pihak Kosovo telah menghubungi dirinya meminta dukungan, dan hal itu telah disampaikannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini menolak pendapat yang menuding ia mendukung Kosovo karena penduduknya mayoritas Islam. “Bukan itu alasan saya,” katanya.
Ia mengambil contoh tentang Timor Leste yang juga merdeka melalui jalan demokrasi, yaitu dengan referendum. Doktor lulusan Universitas Madinah ini
juga tak khawatir pengakuan terhadap Kosovo akan membuka peluang Papua akan memerdekakan diri dari Republik Indonesia. “Papua kan dulu sudah mengadakan referendum dan hasilnya adalah ikut menjadi bagian Republik Indonesia, jadi tak ada alasan untuk memisahkan diri,” katanya.

Mayoritas UE Akui Kemerdekaan Kosovo

London dan Paris mengambil langkah tercepat untuk mengakui Kosovo, setelah deklarasi kemerdekaan oleh Pristina Minggu (17/2), dengan secara resmi bertukaran surat di ibu kota provinsi Serbia yang memisahkan diri itu.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy mengakui Kosovo “sebagai sebuah negara yang bebas dan merdeka” dalam surat yang disampaikan pada Presiden Kosovo Fatmir Sejdiu, istana presiden Elysee mengumumkan.
Menlu Inggris David Miliband mengumumkan pengakuan negaranya atas Kosovo pada wartawan menyusul pertemuan dengan 26 timpalannya dalam EU di Brussels.

“Saya pikir ada bangunan banyak tenaga yang sangat kuat di antara amat banyak negara, yang melihat ini sebagai potongan terakhir dari mozaik Yugoslavia,” katanya.
“Dan saya tidak melihat stabilitas di Balkan barat akan terbentuk tanpa aspirasi rakyat Kosovo dihormati.”
Jerman, Italia, dan 14 negara lainnya anggota EU telah mengumumkan keinginan mereka untuk berbuat serupa, mengikuti prosedur yang dibutuhkan yang berbeda dari satu negara dengan negara lainnya.

Secara hampir bersamaan Amerika Serikat “secara resmi mengakui Kosovo sebagai negara yang berdaulat dan merdeka”, kata Menlu AS Condoleezza Rice dalam satu pernyataan.
Perdana Menteri Kosovo Hashim Thaci mengatakan pemerintahnya telah minta pengakuan diplomatik dari pemerintah di seluruh dunia, dan mengharapkan tanggapan positif pertama dalam beberapa jam.

Pernyataan keinginan untuk mengakui Kosovo tiba cepat setelah pertemuan para menteri luar negeri EU dengan janji dari Austria, Belgia, Bulgaria, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Irlandia, Italia, Lavia, Lithuania, Luksemburg, Polandia, Slovenia, dan Swedia untuk bergabung dengan keempat negara besar EU tersebut.

Hanya Siprus, Spanyol dan Rumania menyatakan menentang keras langkah tersebut, dengan negara anggota lainnya mencadangkan pendapatnya.
Meskipun ada perbedaan mereka mengenai pengakuan atas negara baru itu, negara-negara Eropa bersatu dalam komitmen mereka untuk menjamin stabilitas di Balkan.

Akankah Indonesia segera menyusul Negara-negara yang telah mengakui kemerdekaan Kosovo ? Tentunya kita dorong pemerintah kita agar segera mengakui kemerdekaan negara mayoritas muslim tersebut, sebagaimana dahulu negara Mesir atas upaya pergerakan Islam di sana, segera mengakui kemerdekaan RI. Semoga! (dari berbagai sumber)

Rayuan Setan Dalam Pacaran Februari 21, 2008

Posted by spanautama in ENSIKLOPEDI I, KABAR UTAMA.
add a comment
Rayuan Setan Dalam Pacaran


Jumat, 15 Februari 2008
Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali Imran: 14)

Adab Bergaul Antara Lawan Jenis

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis

Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,”Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. an-Nur: 31)

2. Tidak berdua-duaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak menyentuh lawan jenis

Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin).” (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani dengan sanad hasan)

Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

Salah Kaprah Dalam Bercinta

Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan “pacaran“. Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra’: 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya…

Iblis, Sang Penyesat Ulung

Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.

Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

***

Penulis: Ibnu Sutopo
Sumber: Buletin At-Tauhid

Pelataran Masjid Al Aqsha Runtuh Februari 21, 2008

Posted by spanautama in KABAR KEAGAMAAN, KABAR UTAMA.
1 comment so far

Pelataran Masjid Al Aqsha Runtuh

Oleh: Tim dakwatuna.com


 

dakwatuna.com – Yayasan al Aqsha mengungkapkan telah terjadi keruntuhan di salah satu bagian pelataran kompleks masjid al Aqsha, Jum’at (15/02) siang, akibat penggalian yang terus dilakukan otoritas penjajah Zionis Israel di bawah masjid al Aqsha. Hal ini bisa menjadi awal penghancuran al Aqsha.

Dalam pernyataan yang diterima koresponden Infopalestina, Jum’at (15/02), Yayasan al Aqsha menegaskan pihaknya berhasil mengambil gambar lokasi yang ambrol di dalam areal komleks masjid al Aqsha di sisi barat masjid antara pintu Qathann dan Silsilah.

Yayasan al Aqsha mengatakan, “Lokasi yang ambrol ini sepanjang dua meter dengan lebar satu meter setengah dan kedalaman satu meter. Ambrolnya salah satu lokasi di dalam areal masjid al Aqsha ini diakibatkan oleh penggalian yang dilakukan Israel di bawah dan sekitar masjid al Aqsha. Pihak Yayasan al Aqsha telah mengumpulkan saksi para pemilik rumah di daerah yang berdekatan dengan lokasi yang ambrol tersebut. Mereka menegaskan mendengar suara galian sangat keras di bawah rumah mereka sepanjang malam dan siang, yang mengakibatkan keretakan pada rumah-rumah yang berada di sisi tembok barat masjid al Aqsha dekat pintu Muthaharah dan Silsilah.

Para saksi mata mengatakan, ambrolnya salah satu lokasi di dalam areal masjid al Aqsha tersebut terjadi sebelum shalar Jum’at. Kemudian lokasi tersebut ditutup dengan papan kayu khawatir membahayakan para jama’ah shalat sampai daerah tersebut diperiksa secara keseluruhan.
Yayasan al Aqsha menyebutkan, pihaknya sampai di lokasi tersebut setelah shalat dan berhasil menentukan batas daerah yang ambrol dan mengambil gambar penggalian yang menyebabkan ambrolnya lokasi tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan dengan detail dan cermat terhadap penggalian yang dilakukan penjajah Israel hingga di bawah kawasan tersebut, Yayasan al Aqsha memastikan bahwa sebab ambrolnya salah satu lokasi di dalam areal kompleks masjid al Aqsha tersebut adalah penggalian terowongan yang terus dilakukan Israel serta jaringan terowongan yang digali di bawah masjid al Aqsha dan sekitarnya di dekat masjid.

Warga al Quds yang ruhamnya berdekatan dengan tembok sebelah barat al Aqsha menyebutkan, setiap harinya penggalian dilakukan mulai dari jam 7 pagi dan terus berlangsung hingga jam 11 malam. Warga menegaskan, aktivitas penggalian ini telah menyebarkan keretakan besar dan berbahaya di rumah-rumah mereka yang mengakibatkan rumah-rumah tersebut terancam ambrol. Hal ini dibuktikan langsung oleh pihak Yayasan al Aqsha dan didokumentasikan dalam gambar.

Karena itu, Yayasan al Aqsha menyampaikan seruan darurat kepada dunia Islam, Arab dan rakyat Palestina untuk segera bergerak secepatnya guna menyelamatkan masjid al Aqsha dan membelanya menghadapi eskalasi penggalian yang dilakukan penjajah Zionis Israel di bawah dan sekitar masjid al Aqsha. (Infopalestina)

Balasan Bersedekah Februari 21, 2008

Posted by spanautama in KABAR KEAGAMAAN.
add a comment
Balasan Bersedekah


function mxclightup(imageobject, opacity){ if (navigator.appName.indexOf(“Netscape”)!=-1 &&parseInt(navigator.appVersion)>=5) imageobject.style.MozOpacity=opacity/100 else if (navigator.appName.indexOf(“Microsoft”)!= -1 &&parseInt(navigator.appVersion)>=4) imageobject.filters.alpha.opacity=opacity }

Dikirim Oleh Redaksi || 23-01-2008 11:56

Tampilkan : 653

Imam Ibnu Abu Dunya meriwayatkan, ”Ada seorang lelaki tidur, lalu bermimpi bertemu dengan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dalam mimpi itu Rasulullah bersabda, ‘Pergilah ke tempat orang Majusi yang tinggal di Baghdad, katakan kepada­nya, ‘Doamu telah dikabulkan‘.

Pagi harinya lelaki itu berkata dalam hati, ‘Bagaimana aku pergi ke tempat orang Majusi itu?’
Malam berikutnya lelaki tersebut tidur lagi dan bermimpi seperti yang pertama. Kemudian, dia mimpi seperti itu juga pada malam ketiga.

Pagi harinya dia menuju Baghdad untuk menemui orang Majusi itu. Ternyata kekayaannya berlimpah dan kaya-raya. Lelaki tersebut masuk ke rumah Majusi, mengucapkan salam, lalu duduk.

Orang Majusi itu bertanya, ‘Apakah ada keperluan denganku?’

Lelaki tersebut menjawab, ‘Ya’.

Lelaki Majusi bertanya, ‘Silahkan diungkapkan!’

Lelaki itu menjawab, ‘Nanti jika telah sepi’. Kemudian, orang-orang pun pulang, kecuali beberapa karibnya.

Lelaki yang bermimpi berkata, ‘Mereka juga harus mening­galkan tempat ini’.Lalu mereka pulang.

Majusi i tu berkata, ‘Sekarang katakan apa keperluanmu’ .
Lelaki itu menjawab, ‘Aku adalah utusan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menemuimu, beliau ber­pesan untuk mengatakan, ‘Doamu telah dikabulkan’.

Dia bertanya, ‘Apakah kamu mengenal siapa aku?’
Aku jawab, ‘Ya’.

Dia mengatakan, ‘Aku ini orang yang tidak mempercayai Islam dan tidak membenarkan ajaran yang dibawa Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam“.

Lelaki yang menyampaikan pesan berkata, ‘Demikianlah yang diberitahukan Rasulullah kepadaku, tetapi beliau mengutus­ku untuk menemuimu’.

Majusi itu bertanya, ‘Kamu diutus untuk menemuiku?’
Aku jawab, ‘Ya’.

Majusi itu lalu mengucapkan, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya!”

Kemudian, ia memanggil teman karibnya dan berkata, ‘Selama ini aku dalam kesesatan, sekarang aku sudah meniti jalan kebenaran. Barangsiapa mau menganut Islam, maka kekayaan yang ada di tangannya menjadi miliknya, dan siapa yang tidak mau memeluk Islam, maka kembalikan hartaku yang ada padanya’.

Kebanyakan dari mereka masuk Islam, kecuali beberapa orang saja.

Majusi yang telah memeluk Islam itu lalu memanggil anak lelakinya, ‘Wahai anakku, jika kamu selama ini berada dalam kesesatan, sementara aku telah masuk Islam, apa yang akan engkau lakukan?’

Anak lelakinya menjawab, ‘Ayahku, aku juga akan masuk Islam’.

Kemudian, memanggil anak putrinya, “Anakku, aku telah masuk Islam dan kakakmu juga telah masuk Islam, jika kamu bersedia Islam, maka harta kekayaanku aku bagi dua untuk kalian”.

Anak putrinya menjawab, “Ayah, sebenarnya aku sudah bosan dengan yang selama ini aku yakini. Aku juga masuk Islam” .

Majusi yang telah Muslim itu bertanya kepada yang me­nyampaikan pesan, ‘Apakah engkau tahu doaku yang diijabah itu?’

Lelaki itu menjawab, ‘Tidak!’

Dia berkata, ‘Ketika aku menikahkan anak putriku, aku memasak makanan dan mengundang seluruh warga. Mereka semua memenuhi undanganku karena tahu dengan kekayaanku yang melimpah. Ketika tamu undanganku makan, aku merasa kelelahan. Lalu aku meminta pada pembantuku, ‘Tolong gelarkan tikar di ruang atas sana, aku ingin tidur sebentar’. Aku pun naik ke atas, ternyata di sekeliling rumahku ada beberapa orang miskin. Aku mendengar gadis keciI perempuan anak orang miskin itu berkata kepada ibunya, ‘Ibu, tetangga kita yang Majusi itu tega membiarkan kami hanya mencium bau masakannya!’
Aku Ialu turun dari lantai atas dan membawa untuk keluarga miskin ini berbagai macam makanan, sejumlah uang dirham, dan beberapa potong pakaian yang mencukupi kebutuhan mereka.

Di an tara anak-anaknya itu ada yang memanjatkan doa, “Semoga Allah mengumpulkanmu bersama kakekku”.

Anak-anak yang lain menjawab, ‘Amiin’. Itulah doa yang diijabah Allah. “
……….

Wahai saudaraku, cobalah engkau perhatikan bahwasanya sedekah dan berbuat baik kepada tetangga dapat menyelamatkan orang Majusi ini dari kegelapan kufur menuju cahaya iman. Dia membawa makanan, uang, dan beberapa lembar pakaian karena rasa iba dan kasihan, bukan karena iman dan takwa. Akan tetapi, Allah Ta’ala. Dzat Yang Maha Mulia dari mereka yang mulia berkenan memberikan kenikmatan iman kepadanya. Dia kini mendapat petunjuk dengan memeluk Islam. Jika demikian yang Allah berikan kepada seorang kafjr, maka bagaimana menurut pendapatmu, apabila sedekah itu diberikan oleh seorang Muslim dan Mukmin, yang mengetahui bahwa apa yang dia sedekahkan itu sebenarnya telah dia letakkan di Tangan Allah Ta’ala? Oleh karena itu, wahai saudaraku, janganlah menganggap remeh sedekah, sekaIipun dalam jumlah yang sedikit, namun di sisi Allah bernilai besar, lebih baik dan lebih kekal.

Puncak Kemuliaan dan Kedermawanan Februari 21, 2008

Posted by spanautama in TELADAN.
add a comment
Puncak Kemuliaan dan Kedermawanan      

function mxclightup(imageobject, opacity){ if (navigator.appName.indexOf(“Netscape”)!=-1 &&parseInt(navigator.appVersion)>=5) imageobject.style.MozOpacity=opacity/100 else if (navigator.appName.indexOf(“Microsoft”)!= -1 &&parseInt(navigator.appVersion)>=4) imageobject.filters.alpha.opacity=opacity }

Dikirim Oleh Redaksi || 04-02-2008 15:42

Tampilkan : 334

Diceritakan bahwa pasukan Romawi menahan sebagian kaum wanita muslimat, kemudian beritanya terdengar oleh Al-Manshur bin ‘Ammar. Orang-orang pun menyarankan kepadanya: “Sebaiknya engkau membuat majelis di dekat Amirul Mukminin, kemudian engkau gugah semangat manusia untuk melakukan penyerangan (dalam rangka membebaskan muslimah yang ditawan tersebut).”

Maka selanjutnya Al-Manshur membuat majelis di dekat Amirul Mukminin, Harun Ar-Rasyid, yaitu di Ruqqah yang ada di negeri Syam.

Ketika Syekh Al-Manshur sedang menganjurkan kepada orang-orang untuk berjihad di jalan Allah, tiba-tiba dilemparkanlah sebuah buntelan kain yang di dalamnya terdapat sebuah kantong terikat dan bercap. Padanya terdapat sepucuk surat. Al-Manshur kemudian membuka surat tersebut dan ternyata isinya adalah sebagai berikut:

“Sesungguhnya aku adalah salah seorang wanita dari kalangan keluarga Arab. Telah sampai kepadaku berita tentang apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Romawi terhadap kaum muslimat dan aku telah mendengar pula perihal anjuranmu kepada kaum muslim agar mereka melakukan penyerangan berkenaan dengan kasus tersebut. Untuk itu, aku sengaja mengambil sesuatu yang paling berharga dari tubuhku,, yaitu kedua kepangan rambutku ini yang kupotong, lalu kumasukkan ke dalam buntelan yang bercap ini. Aku memohon kepada Allah Yang Mahabesar semoga engkau menjadikan keduanya sebagai bagian dari tali kendali kuda yang digunakan untuk berjihad di jalan Allah. Mudah-mudahan Allah Yang Mahabesar memperhatikan keadaanku yang sangat prihatin ini, lalu Dia mengasihani diriku melalui keduanya.”

Setelah membaca ungkapan yang sangat menyentuh ini, Manshur tidak dapat menguasai dirinya lagi, hingga ia menangis dan orang-orang yang hadir di majelisnyapun ikut menangis. Saat itu juga khalifah Harun Ar-Rasyid bangkit dan memerintahkan untuk melakukan mobilisasi umum, lalu ia sendiri ikut berperang bersama kaum mujahid di jalan Allah. Akhirnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemenangan kepada pasukan kaum muslim.