jump to navigation

B…. Maret 31, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment

I…. Maret 31, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment

Sulitnya Meniru Proses Fotosintesis Maret 31, 2008

Posted by spanautama in SCIENCE NEWS.
add a comment
Fungsi klorofil di daun untuk membantu fotosintesis sudah lama diketahui namun sulit ditiru.

CHICAGO, SABTU – Proses fotosintesis pada tumbuhan yang turut mengendalikan kadar karbondioksida di udara dan menyumbang oksigen bagi kehidupan di Bumi telah lama diketahui. Namun, tak mudah untuk meniru proses kimia alami yang sudah sangat dipahami itu.

Padahal, andaikata proses tersebut benar-benar berhasil ditiru, bisa dibayangkan berapa besar manfaatnya bagi dunia. Masalah karbondioksida yang menjadi biang rumah kaca bisa diatasi sehingga pemanasan global pun dapat dicegah. Kalapun pun bisa, Sir Richard Branson, jutawan Inggris, pernah menjanjikan hadiah jutaan dollar AS.

Meniru proses alami fotosintesis mungkin mudah dikatakan tapi sulit dilakukan di laboratorium. Pada tahap awal fotosintesis, penyerapan cahay oleh klorofil, zat hijau daun, memicu reaksi yang kompleks. Energi cahaya Matahari ditransfer menjadi elektron-elektron dan melalui proses panjang sebelum membentuk karbohidrat dan oksigen bersama senyawa lainnya.

Namun, komponen-komponen daun yang berperan dalam fotosintesisi tidak serta-merta bekerja di luar lingkungan alaminya. Para ilmuwan berupaya mengembangkan sejumlah katalis yang dapat meniru fungsi-fungsi tersebut.

Salah satunya, katalis yang memisahkan oksigen dari air yang dikembangkan James Muckerman dan Dmitry Polyansky, pakar kimia dari Laboratorium Nasional Brookhaven, Departemen Energi, AS. Mereka menggunakan molekul-molekul kompleks yang mengandung logam ruthenium untuk memisahkan air menjadi oksigen, proton, dan elektron. Katalis ini mengikat molekul-molekul oksigen, sementara elektron dan proton mengalir sebagai sumber tenaga untuk proses berkelanjutan. Namun, proses ini masih sangat lambat sehingga perlu dicari mekanisme lebih cepat.

Sementara itu, Etsuko Fujita, yang juga dari lembaga riset sama, mengembangkan katalias penghasil karbohidrat meniry kerja molekul-molekul koenzim yang disebut NADP+/NADPH. Seperti robot di pabrik, koenzim membantu pengikatan sebuah proton dan dua elektron sebagai komponen pembentuk karbohidrat. Di laboratorium, katalis sukses mengubah acetone menjadi isipropanol. Molekul koenzim ini terus diproduksi selam proses siklus fotosintesis berlansgung, namun di laboratorium tidak bisa. Para ilmuwan masi mencari siklus yang membuat proses dapat berkelanjutan.

Tahap akhir proses fotosintesisi yang sangat ingin ditiru adalah memecah karbon dioksida. Katalis yang dikembangkan tim peneliti pimpinan David Grills, berhasil mengubah karon dioksida menjadi karbon monoksida yang selanjutnya dapat diproses menjadi bahan bakar. Namun, lagi-lagi proses siklusnya masih sangat lambat. Sebab, larutan yang dipakai untuk mengikat karbon monoksida menonaktifkan senyawa yang bereaksi dengan karbon dioksida.

Usaha untuk mengembangkan proses fotosintesis buatan masih panjang dan menjadi ambisi para ilmuwan di seluruh dunia. Para kimiawan yang mengembangkan katalis-katalis tersebut berbagi hasil-hasil risetnya mengenai fotosintesis buatan pada Pertemuan Nasional Masyarakat Kimia AS ke 233 di Chicago, AS, 25-29 Maret 2008.(ScienceDaily/WAH)

Monster Laut Baru dari Kanada Maret 31, 2008

Posted by spanautama in ANIMAL ACTION.
add a comment

JAKARTA, MINGGU – Fosil tulang-belulang yang nyaris lengkap dari Kanada menunjukkan sosok makhluk reptil laut purba yang diperkirakan hidup di zaman dinosaurus. Tidak hanya dari jenis spesies baru, ia juga dari kelompok genus baru.

Para paleontolog menamai reptil purba sepanjang 3 meter ini Nicholisia borealis. Hewan tersebut masuk ke dalam kelompok plesiosaurus yang hidup di Zaman Creataceous antara 205 juta tahun lalu hingga 65 juta tahun lalu.

Para pekerja tambang di Alberta menemukan fosil tersebut tanpa sengaja saat menggali di kedalaman 60 meter. Fosil tersebut lama tersimpan sejak tahun 1994 di Museum Royal Tyrell di Drumheller, Alberta. Pemindaian tiga dimensi terhadap bagian otaknya dilakukan paleontolog Patrick Druckenmiller dan Anthony Russell dari Universitas Calgary baru-baru ini. Hasil pemindaian menunjukkan perbedaan yang sangat jelas dengan plesiosaurus lain yang telah diketahui spesiesnya,

“Individu yang satu ini merupakan pelopor di laut yang mungkin akhirnya menjadi pemguasa laut barat di zaman Cretaceous,” ujar Druckenmiller. Hewan ini merupakan fosil plesiosaurus paling tua yang pernah ditemukan di Amerika Utara. Deskripsi spesies dilaporkan dalam jurnal Paleoontographica Abteilung A edisi terabru.(NG/WAH)

Buaya Pertama Mungkin Dari Afrika Maret 31, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment
Ilustrasi spesies buaya bernama Guarinisuchus munizi, yang diperkirakan hidup 62 juta tahun lalu di Brazil.

RIO DE JANEIRO, JUMAT -  Penemuan salah satu bagian dari keseluruhan kerangka yang diindikasikan sebagai fosil buaya purbakala semakin memperkuat hipotesa bahwa kelompok buaya yang pertama berasal dari Afrika sebelum bermigrasi ke Amerika Selatan dan menyebar ke seluruh perairan Amerika.

Buaya bermoncong lancip semakin diduga kuat sebagai predator yang juga hidup di lautan dunia sekitar 62 juta tahun yang lalu. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti Brazil di Rio De Janeiro. Para ahli memberi nama “Guarinisuchus munizi” untuk spesies baru ini dan mengatakan bahwa penemuan tersebut memberikan gambaran baru dari sejarah evolusioner buaya modern.

Menurut Alexander Kellner dari Museum Nasional Universitas Rio De Janeiro, fosil yang meliputi tulang tengkorak, tulang rahang dan tulang belakang merupakan bentuk terlengkap dari marine corcodylomorphs yang ditemukan di Pernambuco, timur laut Brazil. Para ilmuwan telah menemukan sejumlah species purbakala buaya dalam beberapa tahun terakhir.

“Penemuan jenis buaya sepanjang 10 kaki ini merupakan penemuan yang jarang sekali ada sekaligus menyingkapkan lembaran teori baru,” ujar Kellner.

Penemuan ini juga menjelaskan bahwa marine corcodylomorphs telah menggantikan spesies kadal air pada awal zaman Paleocene sekitar 65 juta tahun yang lalu atau saat kadal air menemui kepunahan. Para ahli yakin keunikan dari buaya purbakala tersebut terletak pada perbedaan anatomi di tulang tengkoraknya.  (AP/LIN)

Hasil awal pemilu Zimbabwe Maret 31, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment

Zimbabwe
Hasil sementara pemilihan diumumkan di luar TPS

Komisi pemilihan Zimbabwe telah mengumumkan hasil awal yang sempat ditunda dari pemilihan presiden dan parlemen.

Di 6 wilayah dalam pemilihan parlemen, suara terbagi rata antara partai Zanu-PF pimpinan Presiden Robert Mugabe, dan Gerakan untuk Perubahan Demokratik, MDC, yang dipimpin Morgan Tsvangirai.

Penundaan atas hasil pemilu ini sempat menyebabkan timbulnya spekulasi kecurangan dalam penghitungan suara.

Pemilihan ini menempatkan Tsvangirai bersama dalam satu kubu dengan calon independen, Simba Makoni, dalam melawan Mugabe, yang memimpin Zimbabwe sejak tahun 1980.

MDC sudah menyatakan kemenangan berdasarkan perhitungan sepihak yang tidak resmi.

Namun Menteri Penerangan, Sikhanyiso Ndlovu, menuduh MDC berspekulasi dan menipu serta menyebabkan kerusakan yang tidak diperlukan.

Kerja raksasa

 Jelas amat diperlukan kalau semua hasil dianalisa dengan seksama pada tahap ini
George Chiweshe

Polisi anti huru hara dikerahkan di ibukota Harare dan para penduduk diminta untuk tetap berada di dalam rumah.

“Jelas amat diperlukan kalau semua hasil dianalisa dengan seksama pada tahap ini,” kata George Chiweshe, Ketua Komisi Pemilihan Zimbabwe.

“Komisi menyadari kalau hasil ini ditunggu di dalam maupun di luar negeri. Namun harus tetap diingat bahwa ini merupakan kerja nasional yang bersifat raksasa,” tambahnya.

Namun Noel Kututwa dari Jaringan Pendukung Pemilihan Zimbabe kuatir ada sesuatu di balik penundaan hasil pemilu.

“Penundaan dalam hasil pemilihan menimbulkan spekulasi bahwa kemungkinan sesuatu sedang berlangsung.”

Sementara itu Marwick Khumalo, yang memimpin Misi Pengawas Parlemen Pan Afrika, mengungkapkan penundaan menyebabkan masalah di negara itu.

Sedangkan para pengamat dari Komunitas Pembangunan Afrika bagian Selatan, SADC, mengatakan pemilihan berlangsung damai dan kredibel.

Namun 2 anggota SADC dari Afrika Selatan menolak menanda-tangani laporan awal mereka, dan salah satu diantaranya mengatakan pemilihan berlangsung cacat.

Pengamat pemilu dari Barat dilarang dalam mengawasi pemilihan.

MDC mengaku menang

Zimbabwe
Penundaan hasil menimbulkan spekulasi terjadi kecurangan

Partai Zanu-PF pimpinan Mugabe meraih kemenangan di 3 dari 6 wilayah pemilihan yang sudah diumumkan hasilnya, dan ketiganya di kawasan pedesaan.

Adapun MDC menang di 2 wilayah perkotaan dan 1 di wilayah pemilihan pedesaan yang baru dibentuk.

“Kami akan kembali dengan hasil yang lebih banyak,” kata jurubicara Komisi Pemilihan Zimbabwe.

Bagaimanapun para pendukung MDC sudah merayakan kemenangan setelah para pemimpinnya menyatakan meraih 67% suara dalam pemilihan presiden, dengan berdasarkan pada perhitungan di 1/3 TPS.

“Kami telah memenangkan pemilihan, dan kecenderungan itu tidak bisa dibalikkan lagi,” kata Sekjen MDC, Tendai Biti.

Seorang sumber MDC lain menyatakan kepada BBC bahwa MDC telah menyapu kursi dalam pemilihan parlemen.

Namun jurubicara pemerintah, George Charamba, memperingatkan MDC sehubungan dengan pernyataan kemenangan itu.

“Itu namanya kudeta dan kita semua tahu bagaimana kudeta itu ditangani.”

Di Inggris, pejabat Kementrian Luar Negeri Mark Malloch Brown berpendapat amat mungkin kalau Presiden Mugabe kalah dalam pemilihan ini.

Calon presiden membutuhkan suara lebih dari 50% atau akan ditempuh pemilihan ulang tahap kedua dalam waktu 3 minggu.

Hari Sabtu kemarin laporan-laporan menyebutkan sejumlah pemilih tidak diberi kesempatan untuk memberikan suara.

Namun sebagian besar pemilih mengatakan sistem pemungutan suara berjalan dengan baik dan suasana amat baik.

Perekonomian Zimbabwe memburuk pesat belakangan ini dan MDC bertekad untuk memulihkan perekonomian.

Zimbabwe menderita tingkat inflasi tertinggi di seluruh dunia yang mencapai 100.000%, sementara 1 dari 5 dewasa tidak memiliki pekerjaan tetap.

Irak cabut jam malam Maret 31, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment

Baghdad
Jam malam di Baghdad diberlakukan sejak Kamis

Pihak berwenang Irak telah mencabut jam malam yang diberlakukan sejak Kamis pekan lalu setelah ulama Syiah, Moqtada Sadr, memerintahkan pendukungnya mundur dari jalan di negara itu.

Jam malam dicabut Senin pagi walaupun larangan bagi kenderaan masih diterapkan di 3 wilayah Syiah di ibukota Baghdad.

Di Baghdad, jam malam sempat diperpanjang Minggu malam setelah berlangsung kontak antara aparat keamanan dengan milisi Syiah di Baghdad dan Basra.

Namun Hari Minggu, Moqtada Sadr mengatakan kepada milisi Mehdi pimpinannya untuk menghentikan peperangan dengan tentara pemerintah.

Dalam pernyataannya, Moqtada Sadr mengatakan –karena pertanggungjawaban keamanan dan untuk menghentikan pertumpahan darah– meminta diakhirinya penampakan senjata di Basra dan di propinsi-propinsi lain.

Sejak pertarungan antara milisi Mehdi dan aparat keamanan Irak marak Selasa lalu, diperkirakan jatuh korban 240 jiwa.

Di ibukota Baghdad sekitar 117 orang tewas dalam pertarungan selama 3 hari terakhir ini, seperti dijelaskan sumber kepolisian kepada BBC.

 Pemerintah Irak menyambut baik pernyataan itu. Kami yakin hal tersebut akan mendukung upaya pemerintah Irak dan mencitptakan keamanan
Ali al-Dabbagh

Langkah positif

Moqtada Sadr juga menyatakan bahwa orang yang membawa senjata dan menyerang lembaga pemerintah bukanlah anggota mereka.

Ulama itu menuntut agar pemerintah menawarkan amnesty secara umum, melepaskan tahanan, dan menghentikan operasi yang disebutnya sembarangan dan tidak sah.

Dia juga meminta agara para pendukungnya bekerjasama dengan kantor pemerintah Irak untuk menciptakan keamanan dan menuntut orang-orang yang terlibat kriminalitas.

Seorang jurubicara kantor Perdana Menteri Nouri Maliki, Ali al-Dabbagh, mengatakan kepada stasiun TV Irak bahwa pernyataan itu positif.

“Pemerintah Irak menyambut baik pernyataan itu. Kami yakin hal tersebut akan mendukung upaya pemerintah Irak dan mencitptakan keamanan.”

Irak
Pendukung Moqtada akan bekerjasama dengan aparat keamanan Irak

“Pemerintah akan menerapkan hukum atas orang-orang yang tidak mematuhi instruksi pemerintah dan Sadr,” tambahnya.

Bukan penyerahan senjata

Bagaimanapun seorang pembantu Moqtada Sadr, Hazem al-Araji, mengatakan kepada para wartawan bahwa seruan ulama itu tidak berarti para milisi akan menyerahkan senjatanya.

Perdana Menteri Irak sudah menetapkan batas waktu tanggal 8 April untuk menyerahkan senjata dengan ganti rugi uang tunai.

Pasukan koalisi pimpinan Amerika semakin terlibat dalam bentrokan ini dengan serangan udara di dua kota.

Jumlah korban akibat bentrokan antar pasukan pemerintah dan milisi Syiah ini beragam.

Di Basra, militer Inggris mencatat korban mencapai 50 jiwa namun sumber kesehatan mengatakan jumlah korban sampai 290 jiwa sedangkan tentara Irak melaporkan telah menewaskan 120 milisi.

Sementara itu sedikitnya 77 orang tewas di wilayah Kut, Nasiriya, Karbala, dan Hilla.