22 Tanda Sedang Lemah Maret 6, 2008
Posted by spanautama in KABAR KEAGAMAAN.add a comment
22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah
Oleh: Mochamad Bugi
dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:
1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.
Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)
2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)
3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)
4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)
Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”
Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.
5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)
6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.
Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)
7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)
8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.
Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).
Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)
9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!
Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)
Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)
Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)
“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).
Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)
“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)
10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)
11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)
Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.
12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.
Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)
Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)
13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)
Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.
14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)
Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)
15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)
16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)
17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)
18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)
Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. “Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)
19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.” (Shahihul Jami’, nomor 5633)
20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, “Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir.” (Muslim)
21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.
Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.” (Al-Israa’:53)
Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)
Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)
22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.
Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)
Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.” (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).
Standar Satuan Kilogram Maret 6, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA, SCIENCE NEWS.add a comment

JAKARTA, SENIN – Sejumlah ilmuwan dari berbagai institusi keilmuan sepakat untuk menyiapkan definisi baru bagi standar satuan kilogram. Para ilmuwan berharap dapat menetapkan standar berdasarkan konstanta universal daripada sebuah benda semata.
“Idenya mengganti satu-satunya acuan kilogram dengan sesuatu berdasarkan konstanta fisika, daripada sebua artefak yang bisa rusak sewaktu-waktu,” ujar Hy Tran, ketua proyek di Laboratorium Standar Primer di Sandia, beberapa waktu lalu.
Selama ini, standar massa satu kilogram ditentukan berdasarkan sebuah batang campuran platina dan iridium yang disimpan di sebuah museum dekat Paris. Batang logam yang disebut International Prototype Kilogram (IPK) atau Le Grande K ini dibuat tahun 1880-an.
Dari tujuh satuan primer dalam sistem internasional atau SI, kilogram satu-satunya satuan yang masih ditetapkan berdasarkan acuan benda. Akibatnya, duplikat benda yang dibuat setiap kali akan digunakan sebagai acuan tidak mustahil sedikit berkurang atau lebih daripada acuannya.
Dengan mengganti standar satuan dengan konstanta yang pasti, para ilmuwan di seluruh dunai dapat menentukan standar acuan yang akurat. Kilogram sebagai satuan massa tidak akan diubah. Proses perubahan definisi diharapkan dapat diselesaikan pada rahun 2011.(PHYSORG/WAH)
Tiga Pengorbit Mars Maret 6, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment

LOS ANGELES, MINGGU – Tiga buah satelit yang saat ini mengobrit Planet Mars mulai menempatkan diri ke posisi orbit yang tepat untuk mengawasi pendaratan robot ke permukaan Mars. Rover atau kendaraan robot penjelajah yang diberi nama Phoenix dijadwalkan akan diturunkan pada dua bulan lagi.
Phoenix merupakan rover pertama dalam program Mars Scout NASA yang diluncurkan pada 4 Agustus 2007. Dengan misi utama mencari es di bawah tanah selama 3 bulan, wahana tersebut dilengkapi lengan robotik yang akan mengambil sampel tanah dan menganalisisnya dengan instrumen-instrumen laboratorium yang dibawanya.
Wahana tersebut akan diturunkan ke wilayah dekat kutub utara Mars pada 25 Mei 2008. Pendaratan tersebut akan direkam tiga satelit, masing-masing Mars Odyssey dan Mars Reconnaissance milik NASA serta Mars Express milik badan antariksa Eropa, ESA.
Ketiga satelit telah diatur agar berada di sekitar lokasi saat pendaratan dilakukan. Data-data yang dipancarkan Phoenix sesaat setelah mendarat juga akan diteruskan ketiga wahana ke pusat pengendali di Laboratorium Propulsi Jet (JPL) NASA di California, AS.
“Kami akan mengumpulkan informasi diagnosis dari atas atmosfer hingga ke permukaan sehingga memberikan gambaran kepada kami tahap-tahap pendaratan,” ujar David Spencer, deputy program manager Phoenix Mars Project di JPL. Informasi ini sangat berharga untuk mengukur masalah-masalah yang mungkin terjadi saat pendaratan sehingga menjadi acuan perbaikan wahana pendarat di masa datang.
Sementara itu, ketua misi Phoenix, Peter Smith, dari Universitas Arizona, AS mengatakan wahana tersebut akan menggunakan pelindung panas untuk menembus atmosfer, sebuah parasit, dan roket pendorong untuk mengurangi kecepatannya saat mendarat di permukaan Mars. Saat menyentuh permukaan Mars, diperkirakan wahana jatuh dengan kecepatan 20,5 kilometer perjam.(JPL/WAH)
Manusia Flores Kerdil Maret 6, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
JAKARTA, RABU – Asal-usul manusia kerdil yang fosilnya ditemukan di Liang Bua, Flores, masih menjadi perdebatan ilmiah. Pendapat terakhir yang dirilis dalam jurnal Proceeding of Royal Society B: Biological Sciences, Selasa (4/3), menyatakan bahwa faktor penyebab kerdil karena kekurangan gizi.
Peneliti Australia yang menulis pendapat dalam makalah tersebut menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebut kretinisme. Mereka mungkin lahir dari orangtua yang terkena penyakit kekuarangan yodium dan nutrisi penting lainnya. Hal tersebut menyebabkan kemunduran pertumbuhan fisik dan mental akibat kekurangan hormon tiroid.
“Kami yakin mereka homo sapiens namun dengan penyakit ini… kretinisme lahir tanpa kelenjar tiroid,” ujar Peter Obendorf dari School of Applied Sciences, RMIT University. Bukit-bukti tersebut dapat dilihat dari perkiraan dari sumber bahan makanan sehari-harinya.
Mereka tinggal di pedalaman, jauh dari makanan laut yang merupakan sumber utama yodium. Selain itu, mereka mungkin makan bambu muda dan tumbuhan buluh lainnya yang banyak mengandung sianida. Zat sianida merupakan racun bagi tubuh dan akan dinetralkan sebagai senyawa tiosianat (SCN). Tiosianat dikenal memiliki sifat dapat menurunkan jumlah yodium dalam tubuh sehingga dapat memicu kerdil dan gondok.
“Saya kira populasinya normal, namun banyak wanita-wanitanya yang terserang gondok. Pada saat kekeringan, mereka terpaksa menyantap makanan yang tidak layak dan mereka menurunkan anak-anak yang kerdil,” jelas Obendorf. Menurutnya struktur fosil, antara lain di bagian tulang lengan, sesuai dengan dalam literatur kedokteran. Strukturnya mirip dengan deskripsi tulang penderita kretinisme di Eropa, khususnya Jerman dan Swiss. Penderita kerdil akibat kretinisme di Eropa memiliki struktur tulang putaran lengan yang sama.
Ditemukan tahun 2004, manusia Flores diperkirakan hidup antara 15.000-18.000 tahun lalu. Tingginya hanya sekitar 90 meter dan memiliki ukuran otak hanya sebesar sebuah jeruk. Para peneliti yang menemukannya mengidentifikasinya sebagai spesies baru dengan nama Homo floresiensis. Jika pendapat Obendorf benar, manusia kerdil dari Flores mungkin hanya manusia biasa seperti kita.(BBC/WAH)
Tumbuhan Beradaptasi Maret 6, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment

JAKARTA, RABU – Karena tak dapat bergerak aktif seperti hewan dan manusia, tumbuh-tumbuhan punya strategi evolusi yang khas menghadapi lingkungan yang keras. Untuk menghadapi jalanan beton yang semakin banyak akibat perkembangan kota, misalnya, tumbuhan memproduksi biji yang lebih kuat.
Strategi tersebut dilakukan biji-bijian Mediterania dari spesies Crepis sancta. Seperti spesis sejenis dari familia yang sama, tumbuhan tersebut menghasilkan dua jenis biji.
Di habitat alaminya, biji yang berat akan langsung jatuh di rerumputan sekitarnya. Sementara, biji yang ringan akan terbang terbawa angin dan menyebar ke habitat baru.
Para pakar ekologi telah lama mengetahui bahwa tumbuh-tumbuhan yang hidup di habitat terisolasi, misalnya di sebuah pulau, menghasilkan biji berat lebih banyak. Asumsinya, biji ringan lebih berisiko rusak jika tertiup angin dan jatuh ke laut.
Kota yang didominasi jalanan beton juga lingkungan yang terisolasi. Untuk mempelajari apakah lingkungan perkotaan juga mendorong adaptasi, Pierre-Olivier Cheptou dari lembaga riset Prancis, mempelajari tumbuhan yang hidup di sekitar jalanan beton.
Setelah mengukur biji-biji yang tersebar, para peneliti menemukan bahwa biji berat yang jatuh di sekitar tumbuhan hampir semuanya tumbuh. Sementara biji ringan yang menyebar lebih jauh hanya berpeluang tumbuh 45 persen saja.
Hasil eksperimen di laboratorium juga menunjukkan bahwa tumbuhan yang berkembang di kota menghasilkan biji berat sekitar 15 persen dari biji yang dihasilkannya. Sementara, tumbuhan yang hidup di pedalaman hanya menghasilkan 10 persen biji berat.
Para peneliti terkejut karena hasil pemeriksaan genetika menunjukkan perubahan tersebut terjadi dalam waktu 12 tahun saja. Perubahan mungkin terjadi sejak jalanan beton mulai dibangun di kota tersebut.
“Saya terkejut melihat evolusi terjadi begitu cepat,” ujar Cheptou. Ke depan, para peneliti akan mengamati apakah proporsi biji ringan akan terus berkurang seiring pertumbuhan kota.
Cheptou mengatakan penemuan ini menunjukkan bahwa deforestasi dan perubahan lingkungan akibat ulah manusia dapat menurunkan tingkat penyebaran tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan bisa terisolasi dan pertukaran gen semakin rendah. Meskipun hal tersebut tidak terlalu berdampak buruk, informasi tersebut penting diketahui para pendukung konservasi untuk merencanakan manajemen habitat.(SCIENCE/WAH)












