500.000 Kasus Kebutaan Maret 8, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
JAKARTA, JUMAT – Tahun ini untuk pertama kalinya di seluruh dunia dilakukan peringatan Hari Glaukoma Dunia yang merupakan inisiatif dari Asosiasi Glaukoma Dunia (WGA) dan Asosiasi Pasien Glaukoma Dunia (WGPA). Melalui pencanangan itu, diharapkan jumlah kebutaan karena glaukoma di Indonesia yang saat ini sudah mendekati 500.000 orang dapat dikurangi.
Di Indonesia, glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak . Yang memprihatinkan, jumlah penderitanya terus meningkat tanpa terdeteksi. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap bahaya penyakit tersebut harus ditingkatkan.
Pasien umumnya datang setelah ia kehilangan penglihatannya. Karena itu, glaukoma juga dikenal sebagai pencuri penglihatan, kata Ketua Kelompok Seminat Galukoma Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dr Ike Sumantri Wiyogo SpM, dalam acara pencanangan Hari Galukoma Dunia, Kamis (6/3), di Jakarta.
Pencanangannya dilakukan bersama oleh Perdami dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Dalam acara itu, sekitar 200 pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalani pemeriksaan mata secara massal untuk mendeteksi dini glaukoma, 20 orang di antaranya dideteksi memiliki tekanan pada bola mata melebihi batas normal (di atas 21 mmHg).
Glaukoma merupakan kelompok penyakit syaraf mata (syaraf optik) yang kronis dan progresif akibat tekanan yang tinggi pada bola mata. Tekanan itu dipengaruhi berbagai faktor, termasuk peningkatan produksi cairan mata, penghambatan pengeluaran cairan mata karena infeksi serta tekanan vena episklera seperti tumor.
Di negara maju, hampir 50 persen penderita glaukoma tidak terdeteksi, sedangkan di negara berkembang angkanya bisa mencapai 95 persen. Saat ini jumlah kebutaan karena glaukoma di Indonesia sudah mendekati setengah juta orang. Ini bisa dikurangi dengan memotivasi orang untuk tes glaukoma secara rutin dan menambah keteram pilan dokter dalam mendeteksi dan menanganinya, ujarnya.
Ketua Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Tjahjono D Gondhowiardjo menyatakan, peringatan Hari Glaukoma Dunia adalah salah satu rangkaian kegiatan Perdami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit ini. Dalam rangkaian peringata n itu diadakan beberapa kegiatan lain seperti pelatihan deteksi glaukoma kepada petugas kesehatan (paramedis dan dokter puskesmas di Jakarta).
Selain itu, diterapkan penatalaksanaan pasien glaukoma terbaru sesuai standar prosedur operasional glaukoma di Departemen Ilmu Kesehatan Mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan bantuan pembiayaan dari pemerintah, penyediaan alat bantu diagnostik funduskopi direk dan tonometer schiotz di puskesmas, serta penyusunan standar prosedur operasional penanganan glaukoma di puskesmas. (EVY)
Ditemukan, Gurita Berkaki Enam Maret 8, 2008
Posted by spanautama in ANIMAL ACTION, KABAR UTAMA.add a comment
LONDON, SENIN – Para peneliti kelautan Inggris menemukan apa yang mereka yakini sebagai temuan pertama gurita berkaki enam atau hexapus yang kemudian dinamai Henry.
Hewan laut yang unik karena memiliki lebih sedikit kaki dibanding gurita normal yang berkaki delapan (octopus) itu diyakini merupakan hasil dari cacat kelahiran atau kelainan genetik dan bukan karena kecelakaan.
“Kami meneliti berbagai temuan dan bicara dengan banyak pengelola taman air, dan tak seorangpun pernah mendengar atau menemukan gurita berkaki enam,” ujar Carey Duckhouse, supervisor dan perawat hewan di Blackpool Sea Life Centre, Inggris.
Henry ditemukan dalam perangkap lobster di pesisir Wales utara dua minggu lalu. Bersama delapan ekor hewan laut lainnya, ia kemudian dipindahkan ke Sea Life. Waktu itu tidak ada yang menyadari bahwa gurita itu berkaki enam. Baru ketika Henry masuk ke tangki kaca, pegawai Sea Life mengetahui jumlah kaki yang dimiliki gurita itu.
Gurita memang diketahui memiliki tiga jantung dan darah berwarna biru, namun tak pernah ada yang berkaki enam.
Amerika Fasilitasi Seminar Ajak Kristenkan Maret 8, 2008
Posted by spanautama in KABAR KEAGAMAAN, KABAR UTAMA.add a comment
Amerika Fasilitasi Seminar Ajak Kristenkan Seluruh Umat Islam
Amerika (armnews) – Di tengah terus berlanjutnya berbagai hujatan terhadap Islam dan umat Islam, tiga orang Murtaddin yang kini sudah menganut agama kristen menyerukan agar merubah semua umat Islam menjadi pemeluk kristen.
Hal itu disampaikannya dalam sebuah seminar yang difasilitasi oleh Angkatan Udara Amerika.
Kontan, seruan tersebut menuai gelombang protes dan kritikan dari elemen mahasiswa dan para pegiat HAM, karena pernyataan-pernyataan tersebut tidak memberikan strategi-strategi jitu dalam memerangi fenomena terorisme.
Dalam semintar yang dilangsungkan bulan lalu di akademi udara di Colorado Sberndz, ketiga orang yang memperkenalkan diri kepada para mahasiswa sebagai para pakar di bidang terorisme itu mengatakan, “Solusi menghabisi terorisme hanyalah dengan cara merubah umat Islam menjadi pemeluk kristen Anglican.”
Seminar itu berlangsung selama empat hari. Para peserta di dalamnya membicarakan sejumlah permasalahan yang terkait dengan terorisme dan upaya mencari solusi bagi apa yang sering disebut Amerika sebagai ‘perang melawan teroris.’
Seminar itu mendatangkan Walid Cuebat, yang telah keluar dari Islam (murtad) dan menjadi pemeluk kristen. Hadir pula, Kamal Salim, yang sudah menjadi seorang pendeta dan mengklaim sebagai anggota organisasi pembebasan Palestina (PLO). Sosok yang disebut terakhir ini juga termasuk orang yang paling berperan dalam memindahkan senjata-senjata antara Israel dan Palestina melalui terowongan. Selain kedua orang itu, juga hadir Zakaria Ananie, yang menyebut dirinya sebagai ‘mantan teroris Muslim.’
Seiring dengan semakin derasnya reaksi dari kalangan para mahasiswa yang marah, lembaga Amerika yang bertindak sebagai penyelenggara seminar tersebut menyangkal hal itu semua. Seperti yang disampaikan Megan Win, koordinator program di lembaga tersebut, “Menurut saya, mereka itu sama sekali bukanlah perwakilan yang sebenarnya.” Ia menambahkan, pemilihan para pembicara tersebut merupakan kegagalan besar yang dibuat pihak penyelenggara, yang pernah mengatakan bahwa Akademi Angkatan Udara-lah pihak yang menyelenggarakannya.!
Ketiga orang pembicara tersebut merupakan tamu tetap bagi kebanyakan klub-klub kelompok konservatif baru dan badan-badan yang pro Zionis. Mereka juga sering menjadi tamu jaringan media massa terbesar Amerika yang mengelola sudut pandang pemerintah Amerika terhadap apa yang disebut ‘perang terhadap teroris.’
Ketiga orang tersebut selalu ditampilkan sebagai para mantan teroris. Rupanya, masing-masing pembicara itu mendapatkan bonus sebesar 13.000 dolar AS atas kehadiran mereka.!!
Seperti diketahui, Anglicana merupakan sekte kristen mayoritas di Amerika Serikat, yang dikenal amat agresif dalam mengkristenkan para pemeluk agama lain, termasuk sekte-sekte Kristen lainnya. Selain itu, juga dikenal sebagai pendukung setia Israel. (almkhtsr/AS)
Militer AS Larang Google Map Maret 8, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
WASHINGTON, JUMAT – Departemen Pertahanan AS melarang tim pembuat Google Map untuk membuat peta fasilitas militer dengan sangat detail. Larangan ini muncul setelah peta markas militer di Texas beredar luas di internet.
Departemen Pertahanan kemudian mengirimkan pesan ke seluruh pangkalan militernya di seantero negeri agar tidak mengizinkan situs pembuat peta itu memotret di dalam fasilitas itu. Namun Google Map mengatakan pengambilan gambar semacam itu menyalahi aturan perusahaan dan insiden Texas itu merupakan kesalahan.
Jenderal Gene Renuart, Kepala Komando Utara, Kamis (6/3), mengatakan keputusan untuk mengeluarkan larangan resmi itu diambil setelah seorang kru Google minta izin dan kemudian dikabulkan untuk masuk pangkalan itu.
Ia mengaku khawatir apabila pengambilan foto hingga setingkat jalan dengan sudut pandang 360 derajat itu bisa menyediakan informasi yang sensitif kepada musuh potensial dan membahayakan personel.
“Gambar semacam itu bisa menunjukkan letak penjagaan, bagaimana penghalang naik dan turun, menunjukkan bagaimana orang bisa keluar masuk gedung. Dan, saya pikir itu membuka celah kerawanan bagi instalasi militer kita,” kata Renuart.
Juru bicara Google, Larry Yu mengatakan krunya minta akses masuk ke pangkalan itu dan kemudian diizinkan. “Minta akses masuk ke pangkalan militer untuk memotret jalan itu merupakan kesalahan,” kata Yu.(AP)















