jump to navigation

Nemo… Maret 11, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment

Perang Irak Menelan Biaya Tiga Triliun Dolar Maret 11, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment

Perang Irak Menelan Biaya Tiga Triliun Dolar

 

Selasa 11 Mar, 10:34 AM

Washington (arrahmah) – Perang di Irak akan menelan sedikitnya tiga trilyun dolar yang dibiayai oleh para pembayar pajak, kata pemenang Hadiah Nobel ekonomi di dalam buku baru yang dikutip oleh pers Amerika Serikat pekan ini.

Dalam bukunya berjudul “The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict” Joseph Stiglitz menyimpulkan bahwa operasi-operasi militer AS di Irak telah melampaui ongkos perang 12 tahun di Vietnam dan lebih dari dua kali lipat biaya yang dikuras dalam Perang Korea.

“Perang ini satu-satunya dalam sejarah kami yang menelan biaya lebih dari ongkos yang mesti dibayar dalam Perang Dunia II, ketika 16,3 juta tentara AS berperang selama empat tahun terakhir, yang menelan biaya sekitar lima trilyun dolar,” katanya dalam karya yang ditulis bersama dengan profesor Harvard, Linda Bilmes.

“Sebenarnya pasukan angkatan bersenjata bertekad untuk berperang dengan Jerman dan Jepang, dengan biaya jika dikalkulasi dengan nilai dolar sekarang adalah kurang dari 100.000 dolar per tentara. Ini sangat kontras dengan perang Irak yang menguras biaya 400.000 dolar per tentara.”

Namun Pentagon tampak mengabaikan angka-angka itu, dan menyatakan memang ada biaya-biaya yang berkaitan dengan pendanaan perang yang tak diumumkan.

“Jumlah itu sepertinya terlalu dibesar-besarkan bagi kami,” kata jurubicara Pentagon Geoff Morrell.

“Pentagon telah melakukan keterbukaan yang luar biasa mengenai apa yang kami tahun berkaitan dengan biaya-biaya perang itu.”

Stiglitz adalah pemenang Hadiah Nobel di bidang ekonomi pada 2001 dan mantan kepala ekonomi pada Bank Dunia.

Rekannya, penulis bersamanya, Bilmes adalah profesor bidang keuangan umum pada Universitas Harvard.

Buku itu diterbitkan saat perang di Irak mendekati tahun kelimanya.

Enam Spesies Baru Kelelawar Purba dari Mesir Maret 11, 2008

Posted by spanautama in ANIMAL ACTION.
1 comment so far
Enam Spesies Baru Kelelawar Purba dari Mesir
Ilustrasi menggambarkan seekor kelelawar purba dari spesies baru yang fosilnya ditemukan di Mesir.
Senin, 10 Maret 2008 | 17:20 WIB

JAKARTA, SENIN – Dari hasil penggalian purbakala di Mesir selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengidentifikasi enam fosil kelelawar yang diperkirakan berasal dari spesies baru. Kelelawar-kelelawar tersebut hidup sebelum 35 juta tahun lalu.

Keenam spesies diidentifikasi para pakar biologi yang menganalisis 33 fosil gigi dan rahang dari beberapa periode penggalian sejak tahun 1960-an. Fosil-fosil tersebut ditemukan di wilayah El Faiyum, sebuah oasis berjarak 80 kilometer barat daya Kairo.

“Keragaman dalam temuan ini sangat mengejutkan; Kami tidak mengira akan menemukan jenis kelelawar sebanyak ini,” ujar Gregg F Gunell, peleontolog dari Universitas Michigan, AS yang memimpin penelitian tersebut. Maaing-masing diperkirakan hidup di Epos Eocene antara 56-34 juta tahun lalu.

Evolusi

Meski primitif, kelelawar-kelelawar tersebut telah memiliki ciri mirip microbat, kelompok kelelawar modern berukuran kecil yang menggunakan radar suara (sonar) untuk navigasi dan berburu mangsa. Kemampuan yang membuat kelelawar lihai terbang di kegelapan ini disebut echolocation.

Di antara spesies baru, salah satunya memiliki ukuran tubuh sangat besar, bahkan, mungkin kelelawar microbat terbesar. Bentangan sayapnya diperkirakan mencapai 60 centimeter. Bandingkan dengan kelelawar megabat yang memiliki bentangan sayap sekitar semeter. Megabat atau kelelawar buah yang hanya ditemukan di kawasan tropis mengandalkan sensor bau untuk berburu mangsa daripada echolocation.

Hal tersebut menunjukan bahwa kelelawar modern juga berkembang dari kawasan Afrika. Sampai sekarang, banyak ilmuwan yang mengasumsikan bahwa kelelawar modern berkembang di belahan Bumi utara. Fosil kelelawar jarang ditemukan di Afrika dan hanya beberapa di Maroko, Tanzania, dan Mesir.

“Afrika mungkin memainkan peran penting sebagai inkubator evolusi hewan-hewan baru,” ujar Gunnnel. Ia memperkirakan kelelawar mulai menyebar ke Afrika sekitar 50 juta tahun lalu sebelum akhirnya berevolusi menjadi kekelawar modern.(NG/WAH)

Endeavour Diluncurkan untuk Misi 16 Hari Maret 11, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA, TEKNOLOGI.
add a comment
Endeavour Diluncurkan untuk Misi 16 Hari
Pesawat ulang alik Endeavour saat diluncurkan.
Artikel Terkait:
Selasa, 11 Maret 2008 | 14:12 WIB

CAPE CANAVERAL, SELASA - Pesawat ulang-alik Endeavour bersama tujuh awaknya saat ini sedang menuju stasiun ruang angkasa internasional (ISS).

Pesawat ulang-alik ini diluncurkan dari Cape Canaveral Florida, Selasa (11/3) pagi untuk misi angkasa luar terlama yang pernah dilakukan manusia. Perjalanan 16 hari itu untuk membangun robot dua lengan dan menambah sebuah almari untuk laboratorium. NASA sudah menjadwalkan lima kali penerbangan berikutnya.

Misi kali ini berbeda dari misi-misi sebelumnya sejak 2006, karena dilakukan ketika matahari belum muncul. Misi ini didukung juga oleh pemerintah Jepang yang menyediakan kompartemen untuk membangun laboratorium. Sedangkan Kanada membangun robot yang dinamai Dexter.(AP)
SAS