jump to navigation

1000 Mahasiswa TURKI Hadang Dubes Israel Masuki Kampus Dan Beri Kuliah! Maret 15, 2008

Posted by spanautama in KABAR KEAGAMAAN.
add a comment

1000 Mahasiswa TURKI Hadang Dubes Israel Masuki Kampus Dan Beri Kuliah!
Jumat, 14 Maret 08

Sekitar 1000 Mahasiswa Universitas Scaria, TURKI menghadang kedatangan duta besar Israel yang ingin memasuki kampus dan memberikan kuliah. Hal itu sebagai bentuk protes mereka terhadap tindak kriminal yang dilakukan negara Zionis itu terhadap penduduk sipil Palestina.

Langkah berani tersebut menunjukkan seberapa besar dukungan dan solidaritas rakyat TURKI terhadap bangsa Palestina dan menegaskan kebencian mereka terhadap pendudukan Israel.

Sejumlah saksi mata mengatakan, lebih dari 1000 mahasiswa dari berbagai aliran politik TURKI berkumpul untuk memprotes kedatangan dubes Israel tersebut. Mereka melarang dubes itu masuk dan membatalkan kuliah yang seharusnya diberikan sang dubes di kampus tersebut. tindakan mahasiwa itu dilakukan di bawah pengamanan ekstra ketat aparat keamanan di kampus.

Protes yang menunjukkan sikap solidaritas terhadap bangsa Palestina tersebut diserukan lembaga mahasiswa Anatoli di kota Scaria.

Seyogyannya, dubes akan menyampaikan kuliah dengan tema “korban sipil dalam peperangan.” Ini jelas ada niatan dubes untuk mengelabui publik TURKI atas kejadian yang sebenarnya di negara Zionis itu.

Seperti diketahui, citra Israel di TURKI saat ini sudah sangat merosot, khususnya pasca pembantaian terhadap penduduk jalur Gaza.

Langkah tersebut mendapat sambutan hangat dari penduduk Palestina di TURKI. Mereka menuntut dubes Palestina di TURKI dan konsulnya di Istanbul untuk melakukan aktifitas seperti itu dan membuka kebobrokan prilaku Zionis terhadap rakyat Palestina. (almkhtsr/AS)

Robot Berotot Tidak Lagi Kaku Maret 15, 2008

Posted by spanautama in TEKNOLOGI.
add a comment
Robot Berotot Tidak Lagi Kaku
Peneliti Swiss, Christa Jordi, mendemonstrasikan balon logam yang telah dilengkapi otot artifisial sehingga lebih leluasa dikendalikan dengan radio controller.
Artikel Terkait:
Jumat, 14 Maret 2008 | 21:24 WIB

CALIFORNIA, KAMIS – Robot identik dengan bentuk yang kaku, namun tidak lagi jika dilengkapi otot buatan yang terbuat dari material yang lunak. Para ilmuwan dari berbagai institusi riset di dunia telah menggunakan teknologi tersebut untuk membuat bunga artifisial yang mekar otomatis atau robot ikan yang berenang dengan luwes.

Otot buatan terbuat dari material khusus yang disebut polimer elektroaktif. Jenis polimer ini dapat mengembang atau menyusut apabila diberi arus atau tegangan listrik berbeda-beda.

Para peneliti dari Swiss, misalnya, memanfaatkannya untuk membuat balon udara yang luwes dan kuat. Permukaan terluarnay dilapisi bahan logam namun balon ini  bebas meliuk-liuk di udara.

Sementara itu, para peneliti di Laboraotium Propulsi Jet NASA (JPL) di California juga menggunakannya untuk membuat robot pintar. Robot-robot tersebut didesain agar dapat mengambil, mengangkat, dan memindahkan objek dengan leluasa.

Prototipe robot-robot masa depan tersebut dipamerkan dalam konferensi tahunan Electroactive Polymer Actuators and Devices Conference di San Diego, AS, minggu ini. Pameran tersebut diselenggarkan Laboratorium Propulsi Jet milik NASA (JPL) yang berpusat di Institut Teknologi California.(JPL/WAH)

Laboratorium Kibo Jepang Terpasang di Stasiun Antariksa Maret 15, 2008

Posted by spanautama in TEKNOLOGI.
add a comment
Laboratorium Kibo Jepang Terpasang di Stasiun Antariksa
bagian pertama laboratorium antariksa Kibo milik Jepang terlihat sedang dioindahkan dari kargo wahana ulang alik Endeavour ke badan stasiun antariksa internasional (ISS), Jumat (14/3).
Jumat, 14 Maret 2008 | 22:30 WIB

HOUSTON, JUMAT – Jepang selangkah lagi menyusul Eropa dalam jajaran negara-negara yang memiliki laboratorium di luar angkasa. Dua astronot misi Endeavour berhasil memasang bagian pertama laboratorium bernama Kibo di stasiun antariksa internasional atau international space station (ISS), Jumat (14/3).

Modul laboratorium berbentuk silinder yang mengilap diambil dari bagian kargo wahana ulang alik Endeavour dan dipasang ke modul Harmoni yang telah terpasang di ISS. Pekerjaan tersebut dilakukan Takao Doi, astronot asal Jepang yang ikut dalam misi, menggunakan lengan robotik yang dikendalikan dari dalam ISS.

Instalasi Kibo kemudian diselesaikan dua astronot AS yang melakukan spacewalk atau bekerja langsung di luar angkasa, Garrett Reisman dan Richard Linnehan. Kedua astronot melakukannya usai merangkai robot Dextre milik Kanada yang juga dipasang di luar ISS dalam spacewalk yang  dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung selama 7 jam itu.

Modul berbentuk silinder tersebut merupakan bagian utama laboratorium Kibo dari tiga bagian yang direncanakan. Dua modul lainnya akan dipasang menyusul pada misi peluncuran Mei 2008 dan awal 2009. Kibo akan menjadi laboratorium terbesar di ISS yang seukuran bus tingkat saat diselesaikan.

Kibo merupakan laboratorium keempat di ISS. Laboratorium milik AS dan Russia dibangun sejak program ISS dilakukan. Sementara, laboratorium milik badan antariksa Eropa baru dipasang sebulan lalu melalui misi Atlantis.(AP/WAH)