jump to navigation

Keadaan Irak menyedihkan Maret 18, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment
Keadaan Irak menyedihkan

Banyak penduduk Irak tidak mendapat akses ke air bersih

MDNews-Irak-

Jutaan warga Irak memiliki akses terbatas atau tidak mendapat akses sama sekali ke air bersih, sanitas dan layanan kesehatan, lima tahun setelah penyerbuan pimpinan Amerika Serikat, kata Palang Merah.

Palang Merah mengatakan masalah kemanusiaan di Irak adalah “salah satu yang paling kritis di dunia”.

Lembaga itu memperingatkan bahwa meski keamanan di sejumlah daerah membaik, jutaan orang harus melindungi diri mereka sendiri.

Laporan Palang Merah menemukan beberapa keluarga terpaksa menghabiskan sepertiga dari gaji bulanan rata-rata mereka senilai $150 untuk membeli air bersih.

‘Sangat buruk’

Krisis kemanusiaan yang lebih buruk lagi di Irak hanya bisa dicegah jika perhatian lebih besar diberikan kepada kebutuhan sehari-hari rakyat Irak, kata laporan yang dikeluarkan oleh Komisi Internasional Palang Merah.

Layanan kesehatan di Irak “sekarang sangat buruk” dan layanan yang tersedia terlalu mahal bagi kebanyakan orang, kata laporan tersebut.

Banyak rumah sakit di Irak kurang memiliki staf terlatih dan obat-obatan dasar, fasilitas kurang terjaga dengan baik dan rumah sakit pemerintah hanya memiliki 30.000 tempat tidur, kurang dari separuh dari 80.000 tempat tidur yang dibutuhkan, tambah Palang Merah.

Lembaga itu mengatakan keadaan bagi 27 juta penduduk Irak saat ini diperburuk dengan konflik dan sanksi ekonomi yang dihadapi Irak selama puluhan tahun sebelumnya.

Menghilang

Laporan tersebut juga mengatakan puluhan ribu orang Irak menghilang sejak perang berkecamuk.

“Banyak orang-orang yang tewas dalam konflik saat ini tidak pernah diperkisa dengan benar, karena hanya sebagian kecil jenazah-jenazah diserahkan kepada aparat berwenang Irak,” kata laporan Palang Merah itu.

Tingkat kekerasan di negara itu turun 60% sejak Juni lalu, meski panglima militer Amerika Serikat di sana, Jenderal David Petraeus mengatakan perbaikan dalam bidang keamanan bisa dengan mudah terancam.

Namun Beatrice Megevand Roggo dari Palang Merah mengatakan: “Keamanan lebih baik di sebagian wilayah di Irak tidak boleh mengalihkan perhatian dari penderitaan jutaan orang yang pada dasarnya dibiarkan untuk melindungi diri mereka sendiri.”

Puluhan ribu warga Irak – hampir semuanya pria – menurut Palang Merah berada dalam tahanan, termasuk 20.000 tahanan di Kamp Bucca di dekat Basra, yang dikelola oleh pasukan multinasional pimpinan Amerika Serikat.

Irak adalah operasi terbesar Palang Merah di dunia dengan anggaran tahun $106 juta dan 600 staf.(zax/bbc)

Penyebab Semburan Lumpur Lapindo Masih Fifty-Fifty Maret 18, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment
Penyebab Semburan Lumpur Lapindo Masih Fifty-Fifty
Luberan lumpur panas dari dekat lokasi pengeboran milik PT Lapindo Brantas makin meluas melalui pemantauan udara menggunakan helikopter jenis Bolcow milik Badan SAR Nasional yang diterbangkan penerbang Skuadron 400 Pusat Penerbangan TNI AL Juanda pada senja hari, Kamis (10/8).

JAKARTA, SENIN – Hasil kajian dari Kementrian Riset dan Teknologi tentang lumpur lapindo belum dapat memastikan bahwa penyebab semburan lumpur masih seimbang yakni karena pengeboran atau fenomena alam.

“Dari kajian akademik masih fifty-fifty. Lima puluh persen menyatakan pengeboran, sementara lima puluh persen lagi mengatakan semburan ini bisa terjadi walaupun tidak ada pengeboran,” kata Menteri Negara Ristek Kusmayanto Kadiman dalam rapat kerja dengan Komisi VII, di gedung DPR, Jakarta, Senin, (17/3).

Walaupun hasil kajian masih menampakkan hasil seperti itu, Menristek tetap akan memberikan hasil tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) sebagai koordinator penangganan lumpur Lapindo dari pihak pemerintah untuk menjadi pertimbangan dalam mengambil sikap.

Mengenai kemungkinan ditutupnya sumber semburan lumpur, Menristek pesimis itu bisa dilakukan karena dari pengalaman yang telah terjadi di negara manapun belum pernah ada yang berhasil menutup semburan lumpur seperti yang terjadi di Sidoarjo. “Belum pernah ada kejadian seperti lumpur (Sidoarjo) ini bisa disumbat,” katanya.

Oleh karena itu Menristek tetap merekomendasikan jalan satu-satunya adalah merelokasi penduduk di sekitar semburan lumpur dan kali porong sebagai tempat pembuangan lumpur. “Usulan kami masih konservatif yakni merelokasi penduduk di sekitar semburan lumpur dan kali porong,” ujarnya. (DIV)

2 Tentara Denmark Di Afghanistan Maret 18, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment
2 Tentara Denmark Di Afghanistan

bom mobil
MDNews-Helmand- Pihak berwenang di Afghanistan mengatakan bom mobil  menewaskan 2 tentara Denmark dan 3 warga Afghanistan di sebelah selatan negeri itu. Polisi mengungkapkan bom tsb meledak dekat sebuah konvoi NATO Senin ini di propinsi Helmand.

7 orang cedera dalam serangan tadi. Pihak militer Denmark mengatakan salah seorang tentaranya juga cedera dalam insiden tsb. Sebagian besar tentara di Helmand adalah tentara Inggris, tetapi Denmark memiliki lebih dari 500 tentara yang bertugas di bawah komando Pasukan Bantuan Keamanan Internasional NATO. Belum ada yang mengaku bertanggungjawab melakukan serangan itu. (zax/ant)

“Kumis” Burung Juga Pengindera Maret 18, 2008

Posted by spanautama in ANIMAL ACTION.
add a comment
“Kumis” Burung Juga Pengindera
Aethia pygmaea
Artikel Terkait:

JAKARTA, SENIN – Bulu yang memanjang di bagian muka satu jenis burung ternyata memiliki fungsi mirip kumis seekor kucing. Jadi, bulu tersebut bukan sekedar hiasan seperti dianggap selama ini.

Dikenal dengan nama auklet berkumis (Aethia pygmaea), burung ini menggunakan bulu tersebut sebagai sensor pengenal lingkungan sekitarnya untuk navigasi di kegelapan. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Behavioral Ecology edisi terbaru.

Hidupnya memang banyak dihabiskan di dalam lorong tanah dan hanya keluar di malam hari. Sampath Seneviratne dan Ian Jones dari Universitas Memorial St John Newfoundland, Kanada penasaran apakah bulu-bulu ini berfungsi sebagai sensor peraba. Untuk mengetes, mereka menangkap 99 ekor dan ditempatkan di dalam kubah yang menyerubai habitatnya lalu mengematinya melalui kamera video inframerah. Ternyata, burung-burung tersebut jarang sekali menabrak penghalang di dalamnya.

Bulu putih yang memanjang merupakan tipe yang disebut rictal bristle. Tipe ini pernah diduga memiliki fungsi sensorik namun tak pernah diuji sebelumnya.(NATURE/WAH)

Uap Air dan Materi Organik Melimpah di Luar Angkasa Maret 18, 2008

Posted by spanautama in SCIENCE NEWS.
add a comment
Uap Air dan Materi Organik Melimpah di Luar Angkasa
Ilustrasi bintang muda yang dikelilingi material protoplanet yang mengandung senyawa organik dan uap air.

JAKARTA, SENIN – Menggunakan teleskop ruang angkasa Spitzer, para astronom menemukan materi organik dan air di sekitar sebuah bintang muda. Eksistensi air juga terekam di zona protoplanet bintang-bintang lainnya.

Material organik dan air yang merupakan bahan utama penyokong kehidupan itu terdeteksi keberadaannya pada cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang. Cakram seperti itulah yang selama ini diyakini sebagai zona pembentukan planet-planet dan bulan.

Dengan mempelajari interaksi material organik dan air di cakram tersebut, proses kelahiran tata surya dapat dipelajari lebih baik. John Carr dari Laboratorium Riset Angkatan Laut AS dan Joan Najita dari National Optical Astronomy Observatory, Tucson, Arizona, AS menggunakan teknik pengukuran spektrografi inframerah terbaru untuk menganalisis dan mengukur komposisi kimia zona pembentukan planet di sekitar bintang AA Tauri berumur kurang dari satu juta tahun.

“Sebagian besar material di dalam cakram adalah gas, namun sampai sekarang sulit dipelajari komposisi gasnya,” ujar Carr. Meski demikian, mereka berhasil mendeteksi jejak tiga jenis molekul organik, yakni hidrogen sianida, asetilen, dan karbon dioksida serta uap air. Temuan tersebut dilaporkan dalam jurnal Science edisi 14 Maret 2008.

Dengan teknik sama, Colette Salyk dari Institut Teknologi California (Caltech) dan timya juga mendeteksi air di banyak bintang muda lainnya. Komposisi uap air di dua bintang bahkan sudah dipetakan lebih detil dengan teleskop Keck II di Hawaii dan dilaporkan dalam Astrophysical Journal Letters edisi 20 Maret 2008.

“Ini jauh lebih banyak daripada satu dua cakram saja,” ujar Geoffrey Blake, profesor kosmokimia dan ilmu planet-planet dari Caltech. Meski kadar upa air tidak sebanyak laut di Bumi, temuan ini menunjukkan bahwa uap air melimpah di luar angkasa.(JPL/WAH)

Preman vs Laskar 2 tewas Maret 18, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
5 comments
Preman vs Laskar 2 tewas

Polisi mengamankan seorang pria dalam upaya pengamanan pascabentrokan
MDNews-Solo-Bentrokan antara anggota laskar dan warga terjadi di wilayah Kelurahan Joyosuran, Pasar Kliwon, Senin (17/3) malam, mengakibatkan satu orang tewas dan seorang lainnya terluka parah.
Korban meninggal bernama Heri Yulianto alias Kipli, 35, warga Semanggi RT 5/VIII sedangkan korban luka parah bernama Tri Joko, 25, warga Kepatihan Wetan, Jebres. Heri menderita luka parah di kepala bagian belakang dan mengeluarkan banyak darah.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, bentrokan terjadi sekitar pukul 21.15 WIB di pertigaan Jl Kapten Mulyadi dan Jl Kahar Muzakir, Joyosuran. Beberapa saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP) mengungkapkan, sebelum bentrokan terjadi ada belasan pemuda yang menenggak minuman keras (Miras) di pertigaan tersebut. Tak lama kemudian, dari arah utara (Jl Kapten Mulyadi) muncul sekitar 100 orang dari kelompok laskar dengan berjalan kaki. Setiba di TKP, kelompok tersebut langsung membubarkan belasan pemuda yang berpesta Miras.
Namun, upaya pembubaran itu mendapat perlawanan dari para pemuda. Mereka melawan dengan menggunakan bambu dan batu. Perkelahian tak seimbang pun tak terelakkan. Belasan pemuda itu terdesak karena kalah jumlah. Beberapa dari mereka menghubungi teman lainnya sehingga puluhan pemuda berdatangan dan ikut terlibat perkelahian dengan anggota laskar.
”Warga tahu ada tawuran itu, tapi tidak berani melerai karena takut. Apalagi jumlah massa juga begitu banyak, kami memilih berdiam diri dan menghubungi polisi,” ujar Edi, salah satu warga setempat kepada Espos di lokasi.
Aparat Poltabes yang mendapat laporan segera meluncur ke tempat kejadian.
Sekitar 100 polisi terdiri atas anggota pengendali massa (Dalmas), Samapta, Satreskrim dan aparat Polsektabes Pasar Kliwon segera memisahkan warga yang bertikai. Kelompok laskar kemudian digiring masuk ke kompleks Mesjid Muslimin yang terletak di RW X, Joyosuran yang berada di sebelah barat lokasi bentrokan sementara kelompok pemuda berada di sisi timur. Korban Heri Kipli dan Tri Joko, keduanya dari kubu warga, segera dilarikan ke RSI Kustati guna mendapatkan perawatan.
Namun karena luka yang diderita sangat parah, Heri mengembuskan napas terakhirnya. Ia menderita luka parah di kepala bagian belakang yang terus mengeluarkan darah. Oleh petugas, ia kemudian dibawa ke RSUD Dr Moewardi guna menjalani autopsi. Sementara, Tri Joko masih menjalani di rumah sakit tersebut, akhirnya dia meninggal dunia . Untuk mencegah tawuran susulan, polisi lantas membuat barikade tepat di pertigaan Jl Kapten Mulyadi dan Jl Kahar Muzakir. Hingga pukul 23.00 WIB, situasi masih mencekam.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas menutup Jl Kapten Mulyadi, tepatnya di perempatan Baturono. Kendaraan yang ke selatan dialihkan ke barat dan ke timur. ”Warga memilih untuk menjaga rumah masing-masing dan menyerahkan penanganannya kepada aparat kepolisian,” ujar Sunardiyono, warga lainnya.
Sekitar pukul 23.30 WIB, polisi berupaya mengevakuasi anggota laskar yang bertahan di mesjid. Sedikitnya tiga buah truk disiagakan di pintu gang. Namun, upaya evakuasi menemui kesulitan karena anggota laskar menolak. Akhirnya dilakukan negosiasi antara anggota laskar dengan polisi.
Sekitar 24.00 WIB, dua anggota laskar terlihat dibawa ke mobil petugas Nopol 72013-IX dengan kawalan ketat enam polisi. Salah seorang anggota laskar sempat mengadakan perlawanan dengan meronta-ronta sehingga harus dipegangi sekitar empat polisi.

Membantah
Hampir seluruh unsur pimpinan Poltabes Solo turun ke lapangan untuk melakukan negosiasi. Pjs Kapoltabes Solo, Kombes Pol Drs A Syukrani SH memimpin langsung proses evakuasi laskar yang berjalan lama karena mendapat perlawanan.
Sementara itu, ratusan warga setempat terlihat mengerumuni kawasan yang menjadi lokasi bentrok. Namun, mereka tidak berani mendekat dan memilih melihat dari kejauhan. Evakuasi berakhir Selasa (18/3) sekitar pukul 01.00 WIB.
Keterangan berbeda diungkapkan dari pihak laskar. Salah satu perwakilan laskar, Joko Aris menyatakan, bentrokan bermula saat sekitar 30 pemuda mendatangi Mesjid Muslimin untuk mencari salah satu jemaah. Para pemuda tersebut, menurut Joko, memang telah mengincar salah satu pemuda mesjid.
“Memang teman saya sudah diincar, mereka tidak terima karena dulu pernah di-sweeping. Kami juga bukan laskar, kami hanya jemaah mesjid yang mempertahankan diri karena diserang para pemuda mabuk,” ujarnya saat menghubungi .
Dikatakan dia, karena mendengar ada puluhan pemuda mendatangi mesjid, dirinya kemudian bersama sekitar 30 jemaah mesjid mengadang di tengah jalan.”Kami melawan dengan senjata seadanya, batu dan kayu. Sedangkan puluhan pemuda itu membawa senjata tajam.”

Saat wartawan muslimdaily.net lokasi kejadian konsentrasi masa sudah berangsur bubar, namun saat penggiringan laskar ke dalam truk polisi para laskar mendapatkan perlakuan kasar, seperti ditendan, dipukul, ditampar dan di maki-maki. Padahal saat negoisasi polisi mengatakan tidak akan di apa-apakan cuma dievakuasi ke Poltabes agar tidak ada konsentrasi massa lagi.

Sebenarnya para preman itulah yang menyerang ke lokasi masjid dan para laskar yang sebelumnya sudah dibubarkan agar kembali ke rumah mendadak di serang maka para laskar pun balik melawan dan mengakibatkan 2 korban di pihak preman. (zax/espos)

KANADA: Ingin Netral, Pengadilan Tolak Nisbatkan Kota QUDS Ke ISRAEL!! Maret 18, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
add a comment

KANADA: Ingin Netral, Pengadilan Tolak Nisbatkan Kota QUDS Ke ISRAEL!!

Pengadilan tinggi di Kanada menolak permintaan seorang imigran Kanada agar menambahkan kata ‘Israel’ setelah kata ‘Quds’ pada kolom tempat lahir dalam paspornya. Pengadilan menegaskan komitmennya untuk bersikap netral dalam masalah kota suci.

Pengadilan itu juga menolak banding yang diajukan Eliaho Fever, imigran yang datang ke Kanada sejak 12 tahun lalu itu. Imigran itu ingin menuliskan di kolom tempat lahir dalam paspornya kalimat ‘Quds Israel.’

Kasus itu menjadi polemik ketika kementerian luar negeri (Kemenlu) Kanada menolak memenuhi permintaan WN Kanada tersebut yang ingin menyisipakn di dalam paspornya pada kolom tempat lahir, kalimat ‘Quds Israel.’

Lalu para pengacaranya mengajukan banding ke pengadilan federal Kanada. Mereka menilai keputusan kemenlu itu membahayakan hak kebebasan berpikir, hak agama, hak memiliki identitas dan hak mendapatkan persamaan yang diakui oleh konstitusi Kanada.
Seperti yang dilansir majalah ‘elmujtama’, yang terbit di Kuwait, pengadilan federal justeru menguatkan keputusan kemenlu yang menolak permintaan Fever tersebut, dengan menegaskan, bahwa dari sisi perundang-undangan, PBB menetapkan Quds bukan subordinat negara mana pun.!! (almkhtsr/AS)