Pesawat Kecil untuk Wisata Luar Angkasa Maret 28, 2008
Posted by spanautama in TEKNOLOGI.add a comment

Ilustrasi Lynx yang dirilis Xcor. Desainnya akan dipamerkan di California, Rabu (26/3).
LOS ANGELES, SELASA – Sebuah perusahaan di California tengah menyiapkan pesawat kecil untuk wisata ke luar angkasa. Pesawat ini mampu terbang hingga ke batas suborbit pada ketinggian 60 kilometer dari permukaan Bumi.
Perusahaan yang mengembangkannya Xcor Aerospace menamainya Lynx. Pesawat tersebut seukuran pesawat jet pribadi dengan dua mesin dan dua tempat duduk. Bentuknya terlihat gemuk dengan tepian sayap sampai ke ujung depan mesin jetnya dan sirip vertikal di ujung kedua sayapnya.
“Kami mendesain kendaraan ini agar menyediakan akses smurah ke luar angkasa bari perseorangan maupun peneliti, dan versi berikutnya dapat dipakai untuk penelitian atau komersial,” ujar CEO Zcor, Jeff Greason, Selasa (25/3). Xcor menghabiskan 9 tahun mengembangkan pesawat tersebut di pusat fasilitas yang juga dipakai Burt Rutan untuk mengembangkan SpaceShipOne, yang memenangkan kompetisi Ansari X Prize, di Pelabuhan Udara Mojave Los Angeles.
SpaceShipTwo yang merupakan penerus SpaceShipOne telah dikontrak Virgin Galactic milik Sir Richard Branson untuk berbisnis wisata ke luar angkasa. Pesawat yang sudah dipamerkan dua bulan lalu ini siap meluncur tahun ini.(AP/WAH)
Endeavour Mendarat di Kennedy Space Center Maret 28, 2008
Posted by spanautama in SCIENCE NEWS.add a comment

CAPE CANAVERAL, KAMIS – Menembus kegelapan malam, pesawat ulang-alik ruang angkasa Endeavour mendarat di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida. Pendaratan yang berlangsung Rabu malam waktu Florida atau Kamis (27/3) ini waktu Indonesia mengakhiri misi 17 hari Endeavour bersama Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS).
Pendaratan Endeavour yang mengakhiri perjalanan sejauh 6,5 juta mil langsung mendapatkan sambutan ucapan selamat dari misi kendali pesawat ulang-alik ruang angkasa tersebut. “Sungguh penghargaan besar dapat mengemban misi Endeavour dari awal hingga akhir,” kata komandan Endeavour Bill Gerstenmaier.
Pendaratan Endeavour sedikit tertunda. Pesawat ulang-alik ruang angkasa ini semula dijadwalkan mendarat sebelum matahari terbenam. Namun, menjelang matahari terbenam cuaca berawan sehingga Endeavour terpaksa kembali mengitari bumi sambil menunggu hingga cuaca berubah menjadi cerah.
Pendaratan pada malam hari ini merupakan pendaratan ke-22 kali yang pernah diadakan oleh pesawat ulang-alik di AS. Endeavour juga diluncurkan pada 11 Maret 2008 lalu pada malam hari. Kurang dari seperlima dari seluruh misi ruang angkasa AS dirampungkan pada malam hari.
Turut pulang ke bumi bersama Endeavour adalah Marsekal Leopold Eyharts dari Angkatan Udara Prancis, yang berada selama satu setengah bulan berada di ISS. Turut juga pulang bersama Endeavour adalah astronot Jepang Takao Doi. (AP)












