Hati April 9, 2008
Posted by spanautama in TAUSIAH.add a comment
BENTENG dan PINTUNYA
Hati merupakan benteng, sedangkan syetan adalah musuh yang ingin memasuki benteng untuk menguasainya. Manusia tidak akan dapat menjaga benteng dari serangan musuh kecuali dengan penjagaan benteng mulai dari pintu masuknya sampai kecelah-celah yang kecil. Tidak ada yang mampu menjaga benteng tanpa mengetahui pintu-pintunya.
Pintu-pintu masuk syetan adalah sifat-sifat hamba dan banyak jumlahnya. Diantaranya pintu-pintu besar yang merupakan jalan utama yang tidak pernah menjadi sempit karena banyaknya tentara syetan yang memasukinya.
Diantara pintu-pintu yang besar, ialah :
Marah dan Syahwat
Marah adalah bius akal. Apabila tentara akal lemah maka tentara syetan maju menyerang. Apabila manusia marah maka syetan mempermainkannya seperti anak kecil mempermainkan bola.
Allah berfirman :
“Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: “Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, dan kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?.” (Thaahaa: 86)
“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.” (Asy Syuura: 42)
Adapun golongan yang menganiaya dirinya adalah pemuda yang mengira bahwa hidup ini adalah nyanyi, dansa, main-main, hiburan, makan, minum, tidur, pergi dan pulang. Mereka tidak menyadari bahwa kelak Allah akan meminta pertanggungjawaban dirinya atas tiap detik yang ia habiskan dalam hidupnya.
Dia adalah pemuda yang menjadikan liburan hanya untuk melampiaskan hawa nafsunya. Melakukan berbagai pelanggaran dan menambah keburukan. Dia sama sekali lupa akan pengawasaan Yang Esa, yaitu Tuhan penguasa bumi dan langit.
Bila kau menyendiri dengan tindakan dosamu dalam kegelapan karena hawa nafsu mendorongmu melakukan pelanggaran maka malulah kamu kepada pengawasan Tuhan
Katakanlah kepada hawa nafsumu :
“Sesungguhnya Tuhan yang menciptakan kegelapan melihatmu”
Allah berfirman :
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Yusuf: 53)
Dia lupa bahwa sesungguhnya dia adalah keturunan Khalid bin Walid yang namanya harum sepanjang masa lagi terkenal di dunia sebagai sosok yang berhasil membinasakan para penyembah berhala di muka bumi untuk meninggikan panji laa ilaaha illallooh.
Dia lupa bahwa sesungguhnya dirinya adalah keturunan Sa’d bin Abu Waqqas yang telah berhasil menghantam Iwan Kisra dan mengumandangkan takbir di kerajaanya.
Dia lupa bahwa dirinya adalah keturunan ‘Umar bin Khaththab yang bila disebutkan namanya diberbagai tempat pertemuan maka para kaisar dan kisra, mereka (bagaikan orang yang) pingsan tak sadarkan diri (karena gentar).
Adapun saat ini keturunan ‘Umar, Khalid dan Sa’d keluar dengan bernyanyi-nyanyi dan menari-nari sambil bermain-main dengan penuh semangat. Demi Allah, ini tidak pantas, bathil, aniaya dan melampaui batas.
Padahal pertumbuhan generasi muda dari kalangan kita (seharusnya) mengikuti apa yang dibiasakan oleh orang tuanya,
Generasi muda ini selalu menunggu-nunggu masa liburan dengan penuh antusias untuk memuaskan kesenangan-kesenangannya. Adapun mengenai shalat lima waktu, jangan Anda tanyakan hal itu, karena sesungguhnya mereka telah menyia-nyiakannya, Alquran telah ditinggalkannya, dzikir tidak lagi dikenalnya dan masjid tidak pernah didatanginya.
Yang disukainya hanyalah majalah-majalah porno, kesenangannya adalah nyanyian gila-gilaan dan teman-temannya adalah mereka yang menjadi sampah masyarakat.
Allah berfirman :
“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” (Muhammad: 16)
Lalu apa yang dapat kita perbuat untuk menutup pintu itu dan memperkuat benteng dalam diri kita. Sebuah pertanyaan yang memang harus kita telusuri jawabannya. Hal yang terpenting yang harus kita fahami adalah mengetahui dan memahami arti pentingnya kehidupan. Yaitu golongan yang mempelopori kebaikan.
Golongan ini mengetahui bahwa kelak mereka akan berdiri dihadapan Tuhannya yang mengetahui semua yang ghaib untuk dimintai pertanggungjawaban. Mereka mengetahui bahwa usia enam atau tujuh puluh tahun merupakan ladang bagi kehidupan akhirat mereka nanti.
Al-Aswad bin Yazid adalah seorang yang senantiasa berpuasa, sehingga orang lain berkata kepadanya : “Berikanlah keringanan kepada dirimu dari puasa.” Al-Aswad menjawab : “Jika aku telah berada di dalam kubur, siapakah yang akan menggantikan puasaku, siapakah yang akan menggantikan shalatku dan siapakah yang akan mernggantikan bacaan Alquranku?”.
Hai keturunan bapak, kami kita adalah para penghuni tempat-tempat tinggal yang sebenarnya diancam oleh perpisahan
Kita akan berpisah meninggalkan dunia dan tiada suatu golongan manusiapun yang dihimpunkan oleh dunia lalu mereka tidak berpisah
Diriwayatkan bahwa sejumlah pemuda datang menghadap Rasulullah saw, lalu beliau bertanya : “Apa yang kalian kehendaki ?” Masing-masing dari mereka pun mengemukakan permintaannya yang berkaitan dengan masalah keduniawian dan penghidupan.
Akan tetapi, yang seorang lagi dari mereka hanya diam, lalu berkata : “Wahai Rasulullah, aku ingin engkau bersedia bebicara berdua denganku untuk suatu keperluan.” Maka beliaupun menyendiri dengannya. Pemuda itu berkata : “Sesungguhnya aku tidak menginginkan kebendaan duniawi, tetapi aku ingin menjadi temanmu di surga.” Rasulullah bertanya : “Apakah ada permintaan lainnya ?” Pemuda itu menjawab : “Hanya itu yang saya minta.” Rasulullah pun bersabda :
“Maka bantulah aku untuk menolong dirimu dengan banyak sujud (shalat).” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)
Wahai para pemuda islam, wahai generasi Muhammad saw, wahai para penjaga negeri islam, wahai orang-orang yang telah menghancurkan bapak moyang mereka pendiri negara berhala, kalian dicalonkan untuk kembali ke jalan Allah. Kalian dicalonkan untuk memimpin manusia dan kalian dicalonkan menjadi pemimpin-pemimpin manusia.
Tiada yang memimpin manusia, kecuali kalian. Tiada yang memberi hidayah dan petunjuk kepada kebaikan, kecuali kalian. Tiada orang yang mengarahkan mereka kepada agama islam, keculai kalian.
Sumber :
Sa’id Hawa dalam buku Mensucikan Jiwa
Dr. ‘Aidh bin Abdullah Al-Qarni dalam buku Cambuk Hati
Bayi Berwajah Kembar, Dianggap Jelmaan Dewi Durga April 9, 2008
Posted by spanautama in KESEHATAN.add a comment

SAINI SUNPURA, RABU – Seorang bayi lahir dengan dua wajah di sebuah desa India. Sampai sekarang bayi itu baik-baik saja. Bahkan dipuja-puja sebagai penjelmaan dewi Hindu.
Bayi itu yang diberi nama Lali itu mengalami kelainan yang amat jarang yang disebut craniofacial duplication, yaitu satu kepala punya dua wajah. Kecuali kupingnya yang dua lembar, semua anggota wajahnya dobel, empat mata, dua hidung berikut emoat lubangnya dan dua mulut.
“Anak saya baik-baik saja, seperti anak lain,” kata Vinod Singh (23) ayah si bayi, buruh tani miskin di Desa Saini Sunpura, 40 km arah timur New Delhi.
Kelahiran Lali menimbulkan sensasi di desa itu. Ketika meninggalkan rumah sakit, delapan jam setelah lahir normal pada 11 Maret lalu, Lali disambut meriah oleh penduduk desa, kata Sabir Ali, direktur Rumah Sakit Saifi. “Dia minum susu dari kedua mulutnya. Keempat matanya pun bisa membuka tutup,” ujar Ali.
Masyarakat di pedesaan India sangat kental dengan takhayul, sehingga Lali pun dianggap sebagai reinkarnasi Dewi Durga, perwujudan sifat amarah Siwa. Secara tradisional Dewi Durga digambarkan punya mata dan sepuluh tangan.
Lebih dari 100 orang telah mengunjungi Lalu di rumahnya tiap hari. Mereka menyentuh kaki bayi itu sebagai bentuk penghormatan. Tak hanya itu, mereka juga menyumbangkan uang dan menerima berkat, kata Singh. “Lali adalah anugerah Tuhan buat kami. Dia juga membuat desa ini tenar,” kata Jaipal Singh, anggota dewan desa setempat.
Kepala desa, Daulat Ram, berencana membangun sebuah kuil Durga di desa itu. “Saya kirim surat ke pemerintah negara bagian untuk menyediakan dana untuk membangun kuil dan untuk membantu orangtua merawat anaknya,” kata Ram.
Kondisi Lali kerap dihubungkan dengan komplikasi kesehatan yang serius, namun dokter mengatakan ia baik-baik saja. Menurutnya, Lali tidak perlu menjalani bedah. “Dia menjalani hidup normal, tidak ada kesulitan bernapas,” kata Ali.
Kedua orangtua Lali menikah pada Februari 2007 dan Lali adalah anak pertama mereka. Singh menuturkan, ia membawa anaknya ke New Delhi seperti saran dokter untuk menentukan apakah organ dalamnya berfungsi normal. “Namun saya tidak perlu itu, karena anak saya normal saja, seperti anak lain,” kata Singh.(AP)
Katak di Kalimantan Bernapas Tanpa Paru-paru April 9, 2008
Posted by spanautama in ANIMAL ACTION.add a comment

JAKARTA, SELASA – Untuk pertama kalinya, ada seekor katak yang diketahui bernapas tanpa menggunakan paru-paru. Spesies katak yang ditemukan di pedalaman Kalimantan itu praktis memperoleh oksigen melalui pori-pori kulitnya.
“Tak seorang pun yang tahu tentang tidak adanya paru-paru itu sampai kami tanpa sengaja menemukannya saat melakukan penyayatan rutin,” ujar David Bickford, biolog dari Universitas Nasional Singapura yang melaporkan temuannya dalma jurnal Current Biology terbaru edisi 6 Mei 2008. Katak yang diberi nama Barbourula kalimantanensis itu sebenarnya sudah ditemukan sejak 1978, namun tak ada satu pun spesimennya yang dibelah.
Katak tersebut ditemukan pertama kali oleh Djoko Iskandar, pakar herpetofauna, amfibi dan reptil, Insitut Teknologi Bandung tahun 1978. Waktu itu dua spesimen disimpan sebagai koleksi.
“Setiap spesimen dianggap sangat bernilai sehingga para ilmuwan tidak mau mengorbankannya untuk disayat,” ujar Bickford. Kesempatan untuk melakukan pembedahan baru dilakukan saat para peneliti melakukan ekspedisi ke Kalimantan baru-baru ini.
Ditemukannya katak yang bernapas tanpa menggunakan paru-paru sangat mengejutkan. Meski sebagian besar amfibi juga memperoleh oksigen melalui kulit, sebagian besar tetap melalui kantung yang fungsinya seperti paru-paru. Sebelumnya, hanya salamander, satu-satunya hewan berkaki empat yang bernapas tanpa paru-paru.
Para peneliti memperkirakan ketiadaan paru-paru pada katak ini mungkin bagian dari adaptasi di lingkungan yang kaya oksigen. Sebab, katak tersebut hidup di aliran air dingin yang mengalir deras. Air dingin mengandung oksigen terlarut yang relatif lebih tinggi daripada air hangat.
Pneleitian lebih lanjut terhadap katak tersebut dapat mengungkap sejarah evolusi amfibi yang beradaptasi dari lingkungan darat ke air. Sayangnya, eksistensinya di alam terancam karena habitatnya terus didera pembalakan liar. Selain itu, katak juga terancam karena perubahan suhu dan curah hujan akibat pemanasan global.(NG/WAH)
Bangsa Aztek Gunakan Aritmatika untuk Menghitung Pajak April 9, 2008
Posted by spanautama in SCIENCE NEWS.add a comment

JAKARTA, MINGGU – Meski dikenal sebagai pembantai yang suka mengobankan sesamanya, bangsa Aztek ternyata sudah menguasai aritmatika dalam kesehariannya. Mereka telah menguasai sistem pecahan dan menggunakannya untuk menghitung dan menentukan formula pajak.
Hal tersebut terungkap dari hasil analisis terhadap Codex Vergara, dua manuskrip dari tahun 1540 hingga 1544, berisi kode-kode tulisan yang ditemukan di daerah Tepetlaoztoc, Meksiko. Catatan tersebut berisi denah tanah berikut ukurannya dan mungkin jumlah pajak yang harus dibayar pemiliknya.
“Teks kuno ini sangat rinci dan disusun dengan rapi karena pemilik tanah sering harus membayar upeti sesuai nilai hartanya,” ujar Maria del Carmen Jorge y Jorge, salah satu peneliti dari National Autonomous University, Meksiko City. Catatan matematis ini tidak hanya menggunakan kode matematika yang diketahui dikembangkan bangsa Aztek namun juga menggunakan gambar-gambar tubuh manusia sebagai lambang operasi aritmatika.
Sebelumnya, para ilmuwan telah mengungkap rahasia matematika bangsa Aztek yang bertumpu pada sistem penomoran vigesimal atau angka 20 sebagai unit satuan. Sebagai pembanding, perhitungan matematika saat ini menggunakan sistem desimal. Dalam aritmatika Aztek, satu titik setara dengan, satu garis setara dengan 5, dan simbol lain untuk 20 berikut kelipatannya.
Namun, dokumen Codex Vergara juga menggunakan gambar-gambar. Setidaknya mereka menggunakan tiga simbol, yakni hati, tangan, dan anak panah. Kelihatannya, gambar-gambar ini melambangkan angka pecahan.
Peneliti lainnya Barbara Williams dari University of Wisconsin-Rock County mengungkapkan bahwa ukuran ini ibarat inci dan kaki. Hati mungkin menggambarkan jarak antara ujung jari ke jantung atau setengah tangan, jarak ujung jari tangan kanan dan kiri.
Bangsa Aztek menggunakan satu unit panjang tanah sekitar 2,5 meter. Jika pengukuran sedikit lebih panjang, mereka menggunakan unit pecahan tersebut untuk menambahkan.(NG/LIVESCIENCE/WAH)
Artefak Tertua Peninggalan Nenek Moyang Aborigin April 9, 2008
Posted by spanautama in SCIENCE NEWS.1 comment so far

SYDNEY, SELASA – Alat-alat dari batu berusia 35.000 tahun yang baru ditemukan di Australia mungkin peninggalan tertua nenek moyang Aborigin, penduduk asli Australia. Sejumlah artefak kuno tersebut ditemukan di celah-celah bebatuan yang dijadikan tempat berteduh di wilayah pedalaman barat laut Australia.
Temuan tersebut terdiri atas sebuah pemantik api berukuran sebasar ponsel dan ratusan batu-batu bersisi tajam yang diperirakan untuk memotong. Salah satu saksi mata yang merupakan penduduk asli Aborigin yakin barang-barang tersebut merupakan wujud dari perkakasa untuk bertahan hidup yang banyak diceritakan turun-temurun.
Bersama alat-alat tersebut, juga ditemukan jejak biji-bijian, kulit kayu, dan bagain-bagain dari tumbuh-tumbuhan yang kungkin dikumpulkan pemilik alat. Semuanya ditemukan dalam keadaan usdha terpendam 2 meter di bawah tanah.
“Wilayah ini, sesuai budaya dan adat dan kepercayaan kami, merupakan temaun sangat betnilai bagi kami,” ujar Slim Parker, pemuka adat masyarakat Martidja Banyjima yang tinggal di Australia Barat. Ia mengatakan, lokasi ditemukannya perkakas kuno terseut banyak digambarkan dalam lagu dan legenda rakyat sebagai sumber penghidupan masyarakat Aborigin selama ribuan tahun.
Proses penggalian untuk menegangkat peninggalan nenek moyang Aborigin ini berlangsung antara Oktober 2007 hingga feb ruari 2008. Proses penggalian dilakukan para arkeolog dari Australian Cultural Heritage Management yang diminta penduduk lokal untuk mencari dan melindungi situs warisan budayanya di dekat kawasan pertambangan yang dieksplorasi Rio Tinto itu.
Karena penemuan ini, pihak Rio Tinto dilaporkan langsung menghentikan rencana ekspansi tambang yang melewati kawasan tersebut. Situs-situs sejenis yang tersebar di sekitarnya juga akan digali untuk mengungkap lebih jelas sejarah Aborigin.
Selama ini, masyarakat Aborigin dikenal dengan budayanya yang paling lama bertahan di dunia. Beberapa situs arkeologi di Australia menunjukkan, Suku Aborigin sudah menghuni benua paling selatan itu sejak sekitar 40.000 tahun lalu.(AP/WAH)












