Undangan Perjuangan Alumni…! April 17, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
Wahai Kawan…
Saudara seperjuangan,
Mari kita rapatkan barisan dengan menghadiri rapat kerja pertama Panitia Perencanaan Temu Alumni.
Yang akan dilaksankan pada tanggal 04 Mei 2008.
Bertempat di kampus SMP Negeri 1 Nyalindung
Mari kita membangun almamater kita bersama-sama..
Untuk informasi, silakan hubungi :
panitiap@gmail.com
panpem@yahoo.com
Tiba di AS, Paus Mengaku Malu Skandal Seks Kalangan Gereja April 17, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment

Penelitian: Pendeta dan Iman Kristen Terus Merosot di AS
Kunjungan pemimpin Katolik Roma ke AS, “disambut” fakta penelitan terbaru. Dimana Warga AS makin tak beriman dan hanya sebagian kecil tahu Paus.
“Amerika adalah Kristen,” begitu kata banyak orang. Setidaknya dapat dibuktikan dengan tulisan “In God We Trust“
(Kami percaya kepada Tuhan) yang tertera dalam tiap helai mata uang Dollar Amerika. Tapi benarkah seperti itu? Nyatanya tidak. Penelitian menyebutkan, warga AS memang mengaku Kristen, tapi jarang ke gereja. Sebuah survai yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People dan the Press and the Pew Forum on Religion and Public Life bulan ini menyebutkan banyak hal mengagetkan.
Diantaranya disebutkan, warga Katolik Amerika tak benar-benar tahu siapa pemimpin mereka, Paus Benedictus XVI. Hasil penelitian menyebutkan, tiga dari 10 warga AS mengatakan, mereka tidak cukup tahu siapa Paus Benedictus XVI. Sedangkan, delapan dari 10 orang mengatakan, mereka hanya pernah mendengar sedikit nama Paus.
“Jika anda menghentikan rata-rata orang di jalan dan meminta pendapat mereka apa mereka mengenal Paus Benedict XVI, saya mencurigai mereka akan mengatakan pada anda, well, dia nampak lebik baik dibanding apa yang banyak dikatakan orang ketika dia dipilih,” kata John Allen seorang koresponden Koran National Catholic, Vatikan.
Sebagaimana diketahui, 70 juta warga AS, atau sekitar seperempat penduduknya beragama Katolik. Namun dalam penelitian disebutkan, sebagian besar warga Katholik sudah tidak berurusan lagi dengan gereja. Yang mengagetkan, mereka menentang sejumlah norma yang ditetapkan Vatikan.
Rakyat AS percaya pada Tuhan (38%) di antaranya pergi ke gereja tiap hari Minggu. Namun, dari seluruh warga Katholik hanya 41% pergi ke gereja sedikitnya seminggu sekali.
Anehnya, Paus menerima kenyataan itu dan menganggapnya sebagai ‘cara berpikir sederhana’. Meski demikian, gereja Katolik memandang ‘kritis kenyataan” dimana banyak warga Katolik AS telah menjauhkan diri dari ajaran-ajaran Vatikan dan lebih memilih “American way of life“, yaitu gaya hidup konsumerisme.
Pebruari lalu, penelitian the Pew Forum on Religion and Public Life menunjukkan, 10% dari orang-orang lahir secara Katolik mengatakan mereka sudah tidak lagi Katolik. Penelitian juga menemukan, jumlah pendeta terus menurun selama beberapa dasawarsa.
Apalagi setelah tahun 2002 lalu, di mana Katolik sempat diguncang skandal pelecehan seks oleh kalangan pendeta di Boston yang sempat menjadi isu nasional di Negera itu.
Karenanya, R. Scott Appleby, profesor sejarah Katolik di Universitas Notre Dame, berpendapat, saat ini diperlukan kehadiran Paus untuk menyampaikan hal-hal yang baik, memberikan kesaksian hidup Amerika, paroki dan jabatan kependetaan serta usaha luar biasa untuk keadilan sosial.
Ia juga berharap agar Paus datang untuk menawarkan kekuatan, kharismatik, penyembuhan terhadap krisis pelecehan pada kaum awam. Pau juga perlu mendengar hal ini, bahwa pekerjaan dari Roh Kudus bersifat baik dan memberi hidup, ujarnya. [cha/tmd/utd, dari berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
Puas didemo oleh kaum Gay (Arus Pelangi/di Indonesia)



Paus Mengaku Malu Skandal Seks Kalangan Gereja
Paus Benediktus XVI, mengaku malu atas berbagai skandal pelecehan seksual yang dilakukan para pemimpin gereja Katolik. Ia berjanji tak akan terjadi lagi. Bisa kah?
Paus Benediktus XVI, Selasa (15/4), mengatakan dirinya sangat malu atas skandal pelecehan seksual oleh sejumlah pemimpin agama yang terjadi dalam gereja Katolik.
Dia berjanji akan berusaha untuk memastikan bahwa pelecehan semacam itu tidak akan terjadi lagi dan para paedophilia tidak akan menjadi pendeta.
Benediktus menjawab pertanyaan wartawan di dalam pesawat khusus Alitalia saat dia berangkat dari Roma ke Washington untuk memulai kunjungan kepausan pertamanya ke Amerika Serikat. Dia juga mengatakan akan membicarakan masalah imigrasi saat bertemu dengan President Bush.
Paus Benediktus XVI tiba di AS untuk memulai rangkaian kunjungannya selama 6 hari. Berbagai permasalahan akan dibahas, dari citra buruk gereja Katolik AS akibat skandal seks hingga perang Iraq.
Sebelum bertolak ke AS, Paus sempat menyampaikan rasa penyesalannya atas pelecehan seks terhadap anak-anak yang dilakukan seorang pastur.
“Paedofilia sangat bertentangan dengan nilai agama. Lebih baik hanya ada sedikit pastur yang baik daripada memiliki yang banyak,” ujar Paus, Selasa (15/4) kemarin.
Sebagai upaya memulihkan trauma anak-anak yang menjadi korban, Paus berjanji Gereja akan melakukan berbagai cara dan memastikan kejadian tu tidak terulang lagi.
Kedatangan Paus asal Jerman ini akan disambut langsung oleh Presiden George W Bush dan ibu negara Laura Bush di Pangkalan Udara Militer St Andrew di pinggiran kota Washinton. Sebelumnya tidak pernah ada kunjungan dari kepala negara manapun yang mendapat sambutan langsung dari seorang presiden AS di bandara.
Jamuan kenegaraan resmi akan dilakukan di Gedung Putih saat Paus merayakan hari lahirnya yang ke 81. Tembakan meriam sebanyak 21 kali akan menandai seremoni ini.
Agenda selanjutnya kedua pemimpin akan berbicara empat mata mengenai berbagai isu. Rencananya Paus juga akan mengunjungi bekas lokasi menara kembar WTC yang dibom. Sehari sebelumnya Paus akan menyapa 48 ribu warga Katolik AS di Yankee Stadion.
Sebagaimana dieketahui, sejak kasus pelecehan seksual pertama terbongkar pada tahun 2002, gereja Katholik Roma Amerika, telah membayar ganti rugi ratusan juta dolar. Gereja terguncang sejak mulai mengemuka berbagai pelecehan seks yang dilakukan para pendeta. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
Sex, Shame and the Catholic Church
5-4-07 Nearly 150 Roman Catholic clergymen in Ireland’s biggest archdiocese have been linked to child sex abuse allegations over the past 67 years.
The statistics for Dublin archdiocese were released days before the opening of hearings into how the Church handled abuse claims.
Recommend books: The Changing Face of the Priesthood by Donald Cozzens, priest. Leading Catholic authority documents the immorality in Catholic seminaries. “An NBC reports celibacy in the church found that anywhere from 23 to 58 percent of the catholic clergy have a homosexual orientation. Other studies find that approximately half of American priests and ;are homosexually oriented.” The Power and the Glory by Graham Green Written over 50 years ago and includes the priesthood of a Latino priest:…
http://www.bishop-accountability.org/accounts/
Malunya Paus April 17, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
Dia juga bersumpah untuk untuk menjauhkan kasus pelecehan seksual dan pedophilia dari para pastur dan pendeta, demikian katanya dalam kunjungan perdananya ke AS.
Ini adalah komentarnya yang langsung ditujukan pada kasus yang menyerang para pendeta Kafir Katolik di beberapa tahun ini.
Ini adalah dampak kesombongan oarang-orang kafir yang mengadakan kerahiban, sehingga mereka mencari-cari keisengan untuk menyalurkan naluri kemanusiaannya yang telah Alloh turunkan dengan tindakan pelecehan seksual.
Tidak hanya pedofilia tetapi juga skandal antara pendeta dan susternya yang tidak pernah terungkap di media yang sering terjadi. rmd/rtrs
Perempuan Jerman Berbondong-Bondong Masuk Islam April 17, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.1 comment so far

Jerman Bertabur Mualaf
Meski Islam dan umatnya kerap dilecehkan dan mendapat terror di berbgai tempat, namun cahaya kebenaran tidak pernah redup. Di Jerman, sebuah sensus menyebutkan bahwa Islam menyebar pesat.
Di jantung kota Jerman, orang berbondong-bondong masuk Islam setiap tahunnya. Hal ini memunculkan rasa khawatir sebagian orang bila Eropa dalam beberapa tahun ke depan berubah menjadi benua yang didominasi oleh kaum Muslimin.
Menurut Laporan Lembaga Statistik Khusus umat Islam di Jerman, jumlah orang yang masuk Islam di Jerman bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006, jumlah mereka yang menyatakan diri masuk Islam sekitar 4.000-an orang, sementara di tahun 2005, hanya sekitar 1.000 orang saja. Menurut Direktur Lembaga, Salim Abdullah, “Sedikitnya ada 18.000-an orang Jerman yang tercatat sudah masuk Islam.” (watch Many German Women Turning to Islam
)
Dalam penghitungan yang dilakukan lembaganya, di kota Sost Jerman, terdapat 1.240-an Muslim asli Jerman dari total 732 ribu orang Muslim dari berbagai latar belakang. “Kebanyakan para pemeluk Islam baru itu adalah kaum perempuan yang telah menetapkan diri masuk Islam, baik karena keyakinannya pribadi atau karena pernikahannya dengan sang suami yang beragama Islam, ujar Salim.
“Ini bukan hal yang aneh, karena umumnya kaum Muslimah Jerman juga orang-orang terpelajar yang memiliki predikat ilmiah cukup tinggi dari berbagai lembaga pendidikan, ” ujar Salim.
Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa 250 hingga 300 orang perempuan Jerman memeluk Islam setiap tahunnya. (na-str/islmtm/eramuslim)
Islam in Germany – Islam growing very fast
Pencerahan Terhadap “Fitna” April 17, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
oleh : Aris Hardinanto*
Cukup unik dan berani memang ulah politisi Belanda yang satu ini. Tanpa latar belakang pendidikan cinematografi dan kode etik jurnalistik politisi Belanda yang satu nekat meluncurkan sebuah film yang menurut saya kurang relijius. Geert Wilders, sang politisi Belanda tersebut telah meluncurkan sebuah film anti Islam berdurasi 16 menit 48 detik di sebuah situ di dunia Internet. Menurut saya pribadi film itu hanya merupakan sebuah ketakutan akan kalahnya kejahatan oleh kebenaran nilai-nilai di dalam Islam di neegri Belanda. Bagaimana tidak? Secara jujur di dalam harian ibu kota dirinya mengungkapkan bahwa dirinya takut imigran muslim merubah seluruh tindak tanduk kehidupan di negeri Belanda. Film yang berjudul “Fitna” itu sebenarnya merupakan sebuah Fitnah terhadap Islam karena dengan enteng menyebut Islam sebagai biang terror.
Film yang dimulai dengan mengutip sebuah surat di dalam Al Quran lengkap dengan murrotal nya ini seakan-akan menggambarkan bahwa peristiwa WTC pada 11 September 2001 dan bom yang meledak di dalam terowongan kereta api Madrid merupakan murni ajaran Islam.
Kita bisa simak pencaplokan ayat Quran di dalam film Fitna berikut ini:
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya . (Q.S. Al Anfal ayat 60).
Sayang sang politisi Belanda tersebut tidak membaca konteks ayat 60 surat Al Anfal tersebut, konteks ayat itu di mulai dari ayat 58 surat yang sama. Di dalam surat tersebut di dalamnya dimuat mengenai perihal pengkhianat dalam sebuah komunitas musyrik yang mana orang musyrik tersebut melakukan pengkhianatan. Oleh Allah jika kita khawatir terhadap perngkhianatan itu, maka kita disuruh untuk mengembalikan atau membatalkan terhadapnya, kita bisa simak pada ayat berikut ini:
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah Perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat. (Q.S. Al Anfal ayat 58).
Tidak ada disebut-sebut dalam ayat itu mengenai pembataian masal seperti dituduhkan pada umat islam. Kita kembali pada konteks ayat 60, pada ayat 60 tersebut ditengahkan suasana ketika di medan perang kita memang harus melawan jika kita sedang ditindas, dan melakukan pembelaan terhdapa diri yang dianiyaya merupakans esuatu yang wajib. Coba kita pikirkan, jika kita tidak melawan pemerintahan penjajah Jepang pada waktu silam, maka dipastikan kita tidak akan merdeka, begitu pula dengan konteks ayat ini. ajaran tempeleng pipi kiri berikan pipi kanan tidak ada sama sekali di dalam ajaran Islam, karena kita harus membela diri kita jika kita di zhalimi oleh orang lain asalakan kita pada golongan yang benar. Penjajahan di Indonesia selama 350 tahun telah di lawan oleh perjuangan santri-santri serta ulama-ulama untuk membela apa yang menjadi haknya. Bung Tomo andaikata tidak melakukan pertempuran 10 November, maka dapat dipastikan Indonesia belum merdeka sampai saat ini.
Politisi Geert Wilders lupa pada ayat selanjutnya, yaitu tentang perdamaian. Sangat disayangkan bahwa Geert Wilders tidak mengutip ayat selanjutnya perihal abitrase dalam peperangan. Kita simak ayat berikut ini:
Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Q.S. Al Anfaal 61)
Lihat!, betapa mulaianya ajaran Islam yang mengajarkan perdamaian diatas segala-galanya. Perdamaian di tulis dalam surat diatas sebagai poin utama dan terutama dalam setiap defensive terhadap peperangan. Perdamaian lebih diutamakan dari pada peperangan. Geert Wilders sengaja menghilangkan ayat selanjutnya untuk menambah statemen bahwa Islam mengajarkan sesuatu yang buruk.
Selain ayat diatas Geert Wilders juga mengutip tentang ayat Al Quran perihal siksa dalam neraka pada hari pembalasan kelak. Di dalam surat itu dijelaskan bahwa orang-orang yang mengingkari Allah akan disiksa yaitu kulitnya akan diganti kulit yang lain, kita simak ayat berikut:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. An Nisaa’ 56).
Allah telah mengutus sekian nabi untuk membimbing umat manusia pada jalan Allah. Syariat dan Minhaj dari masing-masing nabi tentu berbeda. Tetapi kebanyakan umat manusia telah mengingkari syariat dan jalan yang diridhoinya. Seperti contoh mudah adalah tentang perihal nubuatan Muhammad dalam berbagai kitab-kitab yang pernah diturunkan, di dalam berbagai kitab Samawi eksistensi Muhammad telah di jelaskan dengan gambling, tapi apa yang terjadi kemudian? Nubuatan itu dirubah dan diganti agar kabur maknanya. Jika perbuatan baik itu pastilah menghasilakan buah yang baik, dan perbuatan jahat pastilah menghasilkan buah yang busuk atau tidak layak pakan.
Sekali lagi kita melihat adanya kesalahan pengutipan oleh Geert Wilders ini, ternyata dia hanya sampai pada ayat 56, sehingga seolah-olah umat Islam hanya di gambarkan sebagai neraka saja, padahal balasan terhadap perbuatan baik dapat kita lihat di dalam ayat selanjtnya.
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang Suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman. (Q.S. An Nisaa’ 57).
Bagi orang yang menjalankan kebaikan pasti dia akan memperoleh tempat yang merupakan buah dari kebaikannya yaitu amalan sholeh, dan bagi yang mengingkari akan Allah, tentunya buah dari perbuatan buruknya yang akan menemaninya. Dan ajaran ini erupakan ajaran setiap agama di dunia dimana pasti ada baik dan buruk, ada yang beriman dan ada yang kafir, ada wanita ada pria.
Selanjutnya Geert Wilders juga mengutip surat Muhammad ayat 4 berikut:
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) Maka pukullah leher mereka. sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka Maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (Q.S. Muhammad: 4)
Sepintas jika kita tidak melihat dari ayat pertama surat Muhamad ini, maka kesan yang timbul adalah pembunuhan. Konteks ayat pertama hingga ayat yang dikutip dalam film Fitna sejatinya merupakan konteks pada medan pertempuran (perang) ketika peperangan sedang berkecamuk. Kata “Dhorbarrikob” yang berarti memukul pada leher mereka yang dimaksud dengan ungkapan memukul dengan cara mematikan musuh yang biasanya dengan cara memancung ataupun dengan cara mempercepat kematian padalawan dimaksudkan agar lawan ketika bertempur andaikata berperang dan terluka tidak mengalami sakita yang luar biasa dan juga agar lawan yang terluka tidak terlalu lama menahan kesakitan. Dan hal inipun di bolehkan dalam peperangan apapun baik dalam militer maupun dalam peperangan tempo dulu.
Dalam keadaan peperangan korban tak dapat di hindarkan, jika kita berperang melawan musuh yang zhalim, maka hanya ada dua kemungkinan, pihak yang benar yang wafat atau pihak yang salah yang wafat. Jadi bukan merupakan sebuah alas an jika Islam itu mengajarkan pembunuhan seenaknya tanpa alas an. Dalam kisah nabi-nabi maupun orang-orang yang berperang di dalam kitab-kitab sebelum al Quran juga dijelaskan bagaimana teknik perang tersebut. Dan andaikata itu merupakan sebuah ajaran yang wajib di lakukan, maka dapat dipastikan umat manusia (khususnya Islam) akan habis dari dunia ini karena tidak menjaga perdamaian seperti pada surat Al Anfaal ayat 61yang sudah kita bahasa diatas. Sebetulnya masih banyak kesalahan dan penafsira yang keluar dari konteksnya oleh Geert Wilders untuk menjustifikasi bahwa Islam itu tidak toleran terhadap agama lain dan kebebasan (freedom). Dalam pembahasan diatas sudah dapat kita lihat bagaimana Geert Wilders dengan seenaknya sendiri merubah-rubah kalimat Allah agar keluar dari konteksnya. Bantahan ini dimaksudkan untuk menanggapi statement Geert Wilders di salah satu surat kabar agar argument di bantah dengan argument, maka sebagai umat islam yang dewasa sudah seharusnya kitamemberi penjelasan terhadap mereka yang belum mengerti agar mereka faham yang sebenarnya. Kita tak perlu melalkukan tindakan anarkis yang dapat merusak nilai-nilai yang terkandung di dalam Al Quran, kita dapat contoh ketika Nabi Muhammad di Thaif di lempari batu hingga berlumuran darah dan gigi beliau tanggal yang saat itu juga Jibril datang menawarkan option kesediaanya untuk mengambil gunung dan melemparnya pada penduduk Thaif; tetapi apa jawab Nabi SAW, Ya Jibril mereka belum mengerti, dan aku akan meminta kepada Allah agar keturunan mereka kelak akan berjuang di jalan Allah. Wallahu a’lam bi showab.
Blogger Saudi Buat Film Tandingan “Fitna” April 17, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.1 comment so far

Cuplikan “seorang extrimist” dalam sebuah kebaktian memprovokasi para remaja kristen
Seorang blogger asal Arab Saudi membuat film yang mirip film “Fitna.” Film itu diberi judul “Perpecahan” dan Youtube sempat menghapus video tersebut dari situsnya.
Film “Perpecahan” berdurasi enam menit, dibuat oleh Raid Al-Saeed. “Saya membuat film itu kurang dari 24 jam, ” kata Saeed pada Arab News.
Dalam film itu Al-Seed mengambil beberapa teks dalam alkitab yang sengaja ditampilkan dalam konteks yang melenceng-mirip yang dilakukan Wilders dalam film “Fitna”- dan mengaitkannya dengan sosok pemimpin kepemudaan Kristen fundamentalis asal Texas.
Al-Saeed mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menyebarkan kebencian terhadap umat Kristen, tapi cuma ingin membuktikan bahwa menilai Islam hanya dari menonton film “Fitna” adalah tindakan yang salah.
“Sangat gampang untuk menyelewengkan bagian-bagian dari kitab suci dari konteksnya dan membuatnya menjadi seperti kitab yang tidak manusiawi. Inilah yang dilakukan Wilders untuk menggalang dukungan atas ideologinya yang penuh kebencian, ” tulis Al-Saeed di akhir videonya.
Saeed juga memposting videonya itu di Youtube dan Youtube sempat menghapus video Saeed dengan alasan video itu melanggar persyaratan yang ditetapkan Youtube. Tapi alasan itu dibalas oleh Saeed dengan mempertanyakan mengapa Youtube menghapus videonya sementara “Fitna” masih dibolehkan tampil di Youtube. Saeed lalu memposting kembali videonya pada 2 Maret kemarin.
Video Saeed juga bisa dilihat lewat layanan video di situs AlArabiya.net dan Google, dan sudah ditonton lebih dari 1.800 kali di Youtube. (ln/al-arby/eramuslim)

Cuplikan “seorang extrimist” dalam sebuah kebaktian memprovokasi para remaja kristen
Sesuatu yang tak diinginkan akhirnya terjadi. Seorang bloger Saudi merilis sebuah video ‘kekejaman’ ektremis Kristen terhadap Islam sebagai balasan terhadap video Fitna
Suatu bloger Saudi sudah membuat suatu video pendek ‘kekerasan dan kekejaman’ para ekstrimis-ekstrimis Kristen dan kutipan Alkitab yang mengajak membenci Islam, sebagai jawaban atas film “anti-Al-Quran” Fitna yang dirilis anggota parlemen sayap kapan Belanda, Geert Wilders.
Pembuat video, Raed al-Saeed mengatakan kepada The Associated Press hari Kamis kemarin, bahwa tujuannya meluncurkan video itu untuk menunjukkan bahwa Islam tak harus dihakimi oleh video Fitna yang telah menyebabkan kemarahan atas dunia Islam.
“Sangat mudah mengambil bagian-bagian dari kitab suci yang keluar dari (konteks) dan membuatnya seperti kitab paling tidak manusiawi yang pernah ditulis,” ujar al-Saeed dalam pernyataan yang ditempatkan di akhir videonya.
“Inilah yang dilakukan Geert Wilders untuk mengumpulkan lebih banyak pendukung kepada ideologi yang dibencinya. Untuk menciptakan perpecahan.”
Tayangan video yang berdurasi hanya 6 menit itu diberi judul “Schism” (perpecahan).
Al-Saeed (33), mengatakan, dia mengangkat cuplikan film yang memperlihatkan ektremis Kristen dan tentara Inggris yang sedang memukul orang Irak habis-habisan yang ia ambil YouTube, dan menggunakan metode yang sama sebagaimana dilakukan Wilders.
Video kelihatannya diambil dari cuplikan film dari “Jesus Camp,” sebuah film dokumenter Amerika dalam perkemahan musim panas kalangan Kristen evangelis untuk pencalonan Pengahargaan Akademi 2007.

Bagaimanapun, al-Saeed mengatakan videonya tak dimaksudkan untuk memusuhi kaum Kristen.
Dalam video tersebut nampak seorang tentara Amerika menghajar pemuda-pemuda Iraq dan seorang pendeta wanita yang memanas-manasi semangat pemuda-pemuda Iraq untuk berperang atas nama Tuhan. Menurut el-Saeed, video tersebut dibuat dalam waktu kurang dari 24 jam dan ditayangkan di YouTube Saudi. Namun video tersebut telah mencabut video tersebut dari situs web mereka karena dianggap tak pantas.
“Aku mengirim nya lagi, dan kembali dengan pesan, ‘Sebelum Anda menghapus Schism’, perhatikanlah Fitna. Hapus kedua-duanya jika Anda anggap mereka yang tidak sesuai,” ujarnya.Sampai Kamis sore, video al-Saeed masih bisa diakses di YouTube dan beberapa situs web lain, katanya, video itu sudah dilihat lebih dari 5.000 orang. [ap/cha/www.hidayatullah.com]
RE: Fitna – Schism (The Bible version of Fitna)
Seorang Anak Beridentitas Muslim Tidak Diizinkan Ikut Acara Hiburan di Stasiun TV Prancis April 17, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
Paris, alislamu.com–Salah satu stasiun TV di Prancis melarang seorang anak muslim bernama Muhammad mengikuti acara hiburan untuk anak-anak hanya karena namanya yang islami.
“Anak Anda tidak mungkin mengikuti acara ini, karena nama anak Anda berbau agama, nama yang tidak disukai di Prancis,” ungkap salah satu surat kabar Al-Quds al-Arabi.
Agar anak itu bisa mengikuti acara ini, mereka mengajukan syarat agar nama Muhammad itu diganti. Tapi, sang ibu dari anak itu menolaknya.
Setelah kejadian ini, berbagai media di Prancis disibukkan memberitakan kejadian ini dengan mengangkat tema khusus yang berjudul “Rasisme”.
Merasa khawatir bila terjadi protes dari kaum muslimin, pemerintah Prancis, melalui sekretaris negara, segera mengeluarkan pernyataan menyesal atas kejadian tersebut dan menyifati kejadian tersebut sebagai perbuatan hina.
Ia mengatakan, “Ini adalah perbuatan yang kejam terhadap hak seorang anak karena telah menghalangi cita-citanya.” (ist/fani)











