Gereja Terlantar di Belgia Akan Dialih Fungsikan Menjadi Masjid Juni 13, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
Friday, 13 June 2008
Antwerpen, alislamu.com — Sejumlah komunitas Muslim di kota Antwerp, BELGIA, mengusulkan perlunya tersedia lebih banyak lagi tempat-tempat ibadah dan masjid-masjid guna menyempurkan syiar ibadah shalat, di samping untuk dipergunakan sebagai lembaga-lembaga keislaman. Bersamaan dengan itu, gereja di kota tersebut banyak ditinggal oleh para jemaatnya. Menanggapi permasalahan tersebut, para pejabat di kota tersebut saat ini tengah membicarakan pengalihan fungsi sejumlah gereja.
Surat kabar ‘Daily Telegrahph,’ yang terbit di Inggeris memberitakan, komunitas Muslim di BELGIA mengusulkan agar disediakannya lebih banyak lagi rumah-rumah ibadah. Mengingat, masjid yang ada tidak lagi memadai dan terlalu sempit. Dii saat yang sama, gereja di kota tersebut sedang banyak ditinggal oleh para jemaatnya. Hal ini menjadi sebab dialih-fungsikannya sejumlah gereja tersebut menjadi masjid-masjid di masa yang akan datang. Demikian seperti yang dilansir surat kabar tersebut.
Surat kabar itu menambahkan, wakil walikota Antwerpen, Philip Helen, memberi dukungan dan meminta kepada dewan kota agar mengesampingkan masalah larangan terkait dengan sejumlah gereja yang tidak dipergunakan lagi. Ia mengatakan, “Sesungguhnya masalah ini sudah terjadi di depan mata, akan tetapi nampaknya mustahil mengadakan dialog khusus mengenai masalah ini.” Ia menambahkan, “Gereja-gereja itu dibangun karena ia merupakan rumah-rumah ibadah, dan tidak seharusnya dipergunakan sebagai sentra-sentra perbelanjaan.”
Helen menegaskan, bahwa ia sangat mendukung para anggota dewan dan sejumlah elemen komunitas Muslim yang untuk mengalih fungsikannya gereja-gereja itu menjadi masjid-masjid.
Di kota Antwerpen sendiri sudah terbagun 36 buah masjid, hanya saja bangunan-bangunannya tidak lagi memadai dan sangat sempit. Sementara Islam semakin berkembang di kota tersebut. (alm/fani)
Mantan Pendeta Amerika Memperkenalkan Islam di Australia Juni 13, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
Brisbane, alislamu.com –Yusuf Estes, mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991, mengatakan distorsi informasi tentang Islam masih dijumpai dalam pemberitaan surat kabar dan televisi dunia. Dalam tampilan informasi mereka, masih banyak ditemukan kebohongan tentang agama samawi ini.
”Yang tepat dilakukan adalah mendapat pengetahuan yang benar tentang Islam dengan cara belajar langsung dari Al-Qur’an dan hadits. Untuk itu, diperlukan pemahaman bahasa Arab yang akan sangat membantu bagi mereka yang ingin mengetahui Islam dengan benar,” kata pria kelahiran Ohio (1944) itu, di depan ratusan warga berbagai bangsa dan agama yang menghadiri ceramahnya tentang Islam di auditorium Universitas Griffith (GU) Kampus Nathan, Brisbane, Australia, Selasa (10/6).
Salah paham dan ketakutan (fobia) terhadap Islam juga masih terus terjadi di masyarakat Australia. Ini akibat dari rendahnya pemahaman mereka terhadap Islam serta pemberitaan media setempat yang keliru dan tidak proporsional tentang Islam serta umat Islam.
Kesimpulan itu diperkuat dengan hasil penelitian pakar studi-studi keislaman dari Universitas Griffith, Halim Rane, bertajuk Knowing One Another: An Antidote for Mass Media Islam. Penelitian ini menegaskan besarnya kontribusi media Australia terhadap penciptaan kesalahpahaman publik terhadap Islam.
Yusuf Estes memperkenalkan Islam kepada masyarakat Australia di Brisbane mulai Senin (9/6) hingga 22 Juni 2008. Ini untuk membangun pengertian yang benar dan lebih proporsional tentang Islam dan pemeluknya (muslim).
Kehadiran Yusuf Estes didukung oleh Discover Islam Australia (Temukan Islam Australia), salah satu organisasi keislaman di Brisbane. Organisasi ini memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan perdamaian dan harmoni melalui pengenalan Islam yang benar kepada masyarakat Australia. Yusuf Estes, pendakwah yang lahir dan besar dalam keluarga kristiani asal daerah Midwest AS, memulai kegiatan dakwahnya pada Senin (9/6) malam di Masjid Lutwyche. Mantan delegasi KTT Perdamaian PBB untuk Para Pemimpin Agama itu berbicara tentang konflik dan koherensi.
Selama di Brisbane, Yusuf Estes juga mengupas kilas balik perjalanan spiritualitasnya, bagaimana kehidupan muslim di dunia Barat, serta memberikan lokakarya tentang dakwah Islam di masjid Kuraby, Holland Park, Darul Uloom, dan Gold Coast. Puncak kegiatan dakwah Yusuf Estes di Brisbane adalah ceramah umum tentang Islam kepada masyarakat non-muslim Queensland di aula Kota Brisbane, 22 Juni mendatang.
Yusuf Estes, yang juga mantan imam tetap markas militer AS di Texas dan dai di penjara sejak 1994 itu, memberikan tips bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam yang sebenarnya. Upaya itu terbantu oleh kehadiran berbagai situs Islam di internet. (rpblk/fani)
Di Prancis 3.600 Orang Masuk Islam Setahun Juni 13, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
Alislamu.com–Perkembangan Islam di Prancis sangat pesat. Dalam kurun waktu setahun sebanyak 3.600 orang Prancis memeluk agama Islam. Perkembangan ini menjadi perhatian kaum non-Islam di Prancis belakangan ini.
Pimpinan Departemen Agama Prancis Didier Yeshi menjelaskan, dalam waktu sehari tercatat 10 orang memeluk agama Islam. Dan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tercatat 60 ribu orang masuk Islam.
Yeshi menambahkan, setelah terjadi migrasi besar-besaran di Benua Eropa, terjadi perubahan gen manusia dan suku bangsa pada benua ini. Begitu pula dengan agama, terjadi perubahan pemeluk agama. Itulah yang terjadi di Prancis yang merupakan salah satu negara terpenting di Eropa. Islam kini menjadi agama terbesar kedua di negara ini dalam masa sepuluh tahun. Di samping itu, sekarang Islam adalah agama yang paling cepat penyebarannya. (alm/khaled)
Vancouver, ‘kota tinggal terbaik’ dunia Juni 13, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
![]() |
|
| Vancouver berada di peringkat teratas hasil survey EIU |
EIU membuat peringkat untuk 127 kota dari segi risiko pribadi, prasarana dan ketersediaan barang dan jasa.
Semua kota yang masuk golongan “liveability” kelayakan untuk hidup berada di Kanada, Australia dan Eropa Barat.
Sedangkan, tempat terburuk untuk tinggal adalah Aljirs di Aljazair, dan Port Moresby di Papua New Guinea, sebab “banyak aspek tantangan kehidupan sehari-hari,” kata EIU.
Tempat aman
Kota-kota Kanada mendapat skor bagus dalam peringkat EIU. Demikian juga kota Wina, Austria, dan Jenewa, Swiss, sebab kota-kota tersebut tidak dipandang sebagai sasaran serangan teror.
|
SEPULUH TERATAS
Vancouver
Melbourne
Wina
Jenewa
Perth
Adelaide
Sydney
Zurich
Toronto
Calgary
Sumber: EIU
|
Ketidakmenentuan utama bagi warga yang tinggal di kota-kota tersebut terkait dengan iklim, kata EIU.
“Dalam iklim politik dunia saat ini, tidak mengagetkan bahwa tujuan-tujuan yang paling dipilih adalah kota-kota yang memiliki ancaman terorisme yang dianggap rendah,” kata Jon Copestake, editor laporan EIU.
Survei ini menghasilkan gambaran beragam kota-kota dunia. London berada di kelompok peringkat ke-10, setara dengan Dublin, Irlandia, dan Los Angeles, tapi satu posisi di bawah Manchester, empat di belakang Berlin, lima posisi lebih rendah daripada Tokyo, dan enam posisi dari Helsinki, Frankfurt dan Stockholm.
|
SEPULUH TERBAWAH
Tehran
Douala
Harare
Abidjan
Phnom Penh
Lagos
Karachi
Dhaka
Aljiers
Port Moresby
Sumber: EIU
|
Di Amerika Latin, “tidak satu pun kota berhasil menyuguhkan kondisi hidup yang ideal, tapi tidak satupun kota masuk golongan tempat yang memiliki kesulitan ekstrim,” kata EIU.
Montevideo di Uruguay, Santiago di Chile dan Buenos Aires di Argentina menawarkan kondisi terbaik untuk kawasan Amerika Latin. Sementara, Bogota di Kolombia dan Karacas di Venezuela mendapatkan skor paling rendah.
Di Asia, kota-kota di Jepang, Korea Selatan, Singapura, Cina dan Taiwan semua meraih skor bagus. Demikian juga kota-kota utama Australia.
Afrika dan Timur Tengah memproleh skor lebih rendah. EIU menyebut kekhawatiran soal serangan teror dan ketidakstabilan ekonomi dan politik di sana.
Sebagian dari kota-kota peringat bawah menurut hasil survei EIU, termasuk Harare di Zimbabwe dan Lagos di Nigeria.
Eropa-AS ancam tambah sanksi Juni 13, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
![]() |
|
| Barroso, Bush, Janez Jansa bertemu di Slovenia |
Langkah itu diumumkan setelah Presiden AS George W Bush mengadakan pembicaraan di Slovenia.
Kunjungan ini diperkirakan akan menjadi kunjungan resmi terakhirnya sebagai presiden ke Eropa.
“Langkah-langkah tambahan” akan mencakup “langkh untuk memastikan bank-bank Iran tidak bisa mendukung proliferasi [nuklir] dan terorisme”, kata pernyataan bersama Uni Eropa-AS.
Bush mengatakan, Iran yang bersenjata nuklir akan “sangat berbahaya” bagi perdamaian.
“Mereka bisa dikucilkan atau memiliki hubungan lebih baik dengan kami semua jika mereka benar-benar bisa dibuktikan menangguhkan program pengayaan nuklir mereka,” katanya.
“Mereka telah mengesampingkan IAEA [Badan Energi Atom Internasional] di masa lalu dan karenanya mereka tidak bisa dipercayai dengan pengayaan,” tambah Bush.
President Bush berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Slovenia Janez Jansa dan Presiden Komisi Europa Jose Manuel Barroso
setelah pertemuan puncak di Kastil Brdo.
Dari Slovenia, Bush dijadwalkan pergi ke Jerman, Italia, Perancis, dan Vatikan serta Inggris.
Tuntutan DK
Pernyataan yang disampaikan dalam 5.000 kata itu mendesak Tehran agar tidak lagi mengesampingkan tuntutan dari Dewan Keamanan PBB agar menghentikan pengayaan uranium sebagai bagian dari program nuklirnya.
|
Presiden George W Bush
|
“Kami akan sepenuh dan tegas menerapkan” sanksi PBB yang ada “dan kami siap menambah sanksi itu dengan langkah-langkah tambahan,” kata pernyataan itu.
“Kami akan tetap bekerja sama…untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan bank-bank Iran tidak bisa menyalahgunakan sistem perbankan internasional untuk mendukung proliferasi dan terorisme,” katanya.
Dewan Keamanan PBB telah menyetujui tiga putaran sanksi terhadap Iran. Di antaranya, pembatasan asset dan larangan bepergian bagi beberapa warga dan perusahaan Iran yang dikatakan terlibat dalam proyek nuklir.
Sanksi itu juga melarang penjualan kepada Iran barang-barang yang memiliki kegunaan ganda (dual use). Kegunaan ganda yang dimaksud adalah tujuan sipil atau militer.
Selain Iran, perundingan dengan para pemimpin Uni Eropa juga menyinggung isu Zimbabwe, perubahan iklim, perdagangan dan energi.
Bush juga mengatakan, Turki semestinya diperkenankan bergabung dengan Uni Eropa. Namun, Uni Eropa selama ini menentang sebagian negara Uni Eropa sejak Ankar memulai perundingan soal keanggotaannya di blok kawasan tersebut.
Orang Lumpuh Bisa Gunakan Komputer Dengan Suara Juni 8, 2008
Posted by spanautama in TEKNOLOGI.1 comment so far
“Dengan piranti lunak ini maka `digital gap` antara manusia normal dan yang memiliki keterbatasan bisa dikurangi,” kata Koordinator Pusat Open Source Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT Oskar Riandi di Jakarta, Rabu.
Dengan piranti lunak ini, lanjut dia, seorang pengguna komputer hanya tinggal mengatakan kata-kata yang ia ingin jalankan di layar komputernya melalui headset yang dikenakannya.
Selain itu, ujarnya, program ini sangat mudah karena menggunakan bahasa Indonesia sehingga hanya dengan menyerukan perintah “buka dokumen” maka terbukalah jendela dokumen pengolah kata.
Demikian pula jika diperintah untuk berpindah-pindah dokumen, menutup dokumen, membuka internet, menggunakan aplikasi dan lain-lain.
Namun demikian, diakuinya, program ini masih memiliki banyak keterbatasan, seperti menuliskan apa yang dikatakan oleh lidah dalam lembar dokumen secara otomatis.
“Kami baru memasukkan sekitar 360 kata, sementara untuk menuliskan secara otomatis seluruh kata-kata kita dalam dokumen di layar komputer sedikitnya membutuhkan 20 ribu kata, masih perlu kerja keras lagi,” katanya.
Pihaknya juga meluncurkan piranti lunak Sistem Ikhtisar Dokumentasi untuk Bahasa Indonesia (Sidobi) yang mampu meringkas berlembar-lembar dokumen menjadi suatu ikhtisar.
“Tinggal ketikkan saja mau ikhtisar 10 persen atau 20 persen, maka secara otomatis lembaran dokumen tersebut diringkas oleh komputer,” katanya. (fkr/ant)
Menjelekkan Warga Muslim, Brigitte Bardot Didenda 23 Ribu Dollar Juni 8, 2008
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
“Sudah cukup buat saya didesak oleh populasi yang sedang menghancurkan kita dan menghancurkan negara kita dengan menerapkan cara-cara hidupnya, ” tulis Bardot tentang warga Muslim di Perancis.
Bintang film yang dikenal sebagi “bom sex Perancis” yang kini menjadi aktivis penyayang binatang ini, juga mengecam tradisi umat Muslim memotong hewan kurban setiap hari raya Idul Adha. Dalam suratnya, Bardot meminta umat Islam agar membuat hewan pingsan dulu sebelum hewan bersangkutan dipotong. Bardot juga kerap melontarkan pernyataan yang menyerang kaum imigran dari negara-negara Muslim.
Surat Bardot memicu kemarahan sekitar tujuh juta warga Muslim Perancis dan bersama gerakan anti-rasisme Perancis (MRAP) warga Muslim mengajukan gugatan hukum terhadap Bardot. Selain dikenakan denda, Bardot juga dianggap telah merusak simbol-simbol anti-rasisme dan Bardot harus membayar kerusakan simbolis itu.
Bardot yang saat ini berusia 73 tahun tidak hadir di persidangan saat majelis hakim memutuskan perkaranya. Tapi Bardot menulis surat pada pengadilan yang isinya mengecam gugatan hukum yang diarahkan padanya. “Saya tidak akan diam, sampai permintaan saya dilaksanakan, ” tukas Bardot merujuk keinginannya agar hewan yang akan dipotong dibuat pingsan terlebih dulu.
Sebelum kasus ini, Bardot sudah emapt kali dikenakan hukuman atas tuduhan yang sama, mengeluarkan pernyataan rasial terhadap warga Muslim. Kasus pertama, pada tahun 1997, ketika Bardot mengecam pemotongan hewan kurban pada hari Raya Idul Adha. Kasus kedua, tahun 1998, Bardot mengecam makin banyaknya masjid-masjid di Perancis sedangkan “lonceng-lonceng gereja kami tidak berdentang…” kata Bardot saat itu.
Bulan Juni 2000, Bardot dikenakan hukuman denda 30.000 franc atas tuduhan melontarkan pernyataan rasis dan kebencian terhadap warga Muslim. Dan pada tahun 2004, Bardot kembali dikenakan hukuman denda sebesar 5.000 franc karena mengungkapkan kebencian terhadap warga Muslim dalam bukunya “A Cry in the Silence.” Dalam bukunya Bardot menyebut adanya “Islamisasi di Perancis.” (fkr/iol/era)













