Lembaga Keamanan Israel: Hamas Makin Besar Pasca Perang Februari 14, 2009
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
dakwatuna.com- Nazaret, Direktur Kajian Lembaga Kemanan Nasional Israel, Dr. Anat Kors menyatakan bahwa aksi militer Israel terakhir ke Jalur Gaza telah membuat gerakan Hamas bertambah kuat. Apa yang dialaminya selama perang tidak menghalangi Hamas untuk membangun kembali kekuatannya dan mengembalikan kemampuanya mengancam Israel kembali dari sisi keamanan.
Dalam wawancaran dengan radio militer Israel, dia mengklaim bahwa jatuhnya pemerintahan Hamas di Jalur Gaza belum menjadi salah satu target aksi militer Israel terakhir. Dia menegaskan bahwa Hamas masih seperti adanya dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Di mana ia (Hamas) berunding dengan pemerintah Mesir dengan kuat tanpa mau mundur dari sikapnya dalam soal gencatan senjata atau masalah pembebasan serdadu Israel Gilad Shalit.
Kors menyatakan Hamas belum lemah di hadapan gerakan Fatah yang menguasai otoritas Palestina di Tepi Barat. Dia menambahkan, “Mungkin bisa dikatakan bahwa Hamas tegas secara militer menghadapi militer Israel.” Hal ini, imbuhnya, menambah poin dukungan baru bagi Hamas dalam opini publik Palestina dalam rentang waktu yang lama.
Rakyat Palestina, menurutnya, “Akan melihat Hamas sebagai kekuatan pelindung mereka dari Israel. Karena gerakan ini telah membuktikan kekuatan dan ketegarannya menghadapi Israel dengan kekuatan militernya.”
Kors mengungkap bahwa gerakan Fatah, selama aksi militer Israel ke Jalur Gaza, fokus dalam mencegah orang-orang Palestina di Tepi Barat keluar menggelar aksi solidaritas untuk perlawanan dan mengecam agresi Israel. Langkah Fatah ini akan mendorong gerakan ini harus membayarnya dengan harga sosial.
Dia menilai salah satu sisi yang berlum tercapai dalam aksi militer Israel ke Jalur Gaza adalah bahwa politik internal Palestina masih seperti apa adanya. Di mana Hamas terus semakin membesar dan mengurangi popularitas gerakan Fatah. (ip)
Politisi Belanda dilarang ke UK Februari 14, 2009
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
![]() |
|
| Film Geert Wilders menghubungkan Islam dengan terorisme. |
Namun anggota partai Kebebasan Belanda ini, Geert Wilders, menegaskan akan tetap datang ke Inggris.
Dia diundang untuk memutar film kontroversialnya – yang menghubungkan Kitab Suci agama Islam itu dengan terorisme – oleh MPR Inggris.
Namun Wilders, yang juga diadili di Belanda karena menimbulkan kebencian, tidak mendapat ijin masuk dari Departemen Dalam Negeri Inggris.
Dia tetap berencana terbang ke bandara Heathrow dengan mengatakan: “Kita lihat apa yang terjadi nanti.”
‘Menghina’
Film karya Wilders berjudul Fitna menyebabkan kemarahan di dunia Islam saat dipasang di internet tahun lalu.
Adegan pembuka memperlihatkan al-Quran disusul dengan gambar serangan 11 September di Amerika dan pemboman di Madrid tahun 2004 dan 2005.
Perdana menteri Belanda mengatakan film itu “tidak memiliki tujuan lain kecuali menyinggung”.
Wilders diminta menanyangkan film itu oleh anggota MPR Inggris dari partai Kemerdekaan.
Namun dia menerima surat dari Kedutaan Inggris di Belanda yang menyatakan dia tidak akan diijinkan masuk ke Inggris.
Departemen Dalam Negeri Inggris mengatakan ada larangan Wilders masuk ke negara itu sesuai dengan Hukum Uni Eropa yang mengijinkan negara anggota menolak seseorang yang kehadirannya mengancam keamanan publik.
“Pemerintah menolal sikap ekstrimisme dalam segala bentuk,” ujar penyataan itu dan menambahkan Inggris memperketat hukum mengucilkan pihak yang terlibat dalam “perilaku tak bisa diterima” pada bulan Oktober.
“Hukum ini akan menghentikan mereka yang berniat menyebarkan ekstrimisme, kebencian dan pesan-pesan keras dalam masyarakat untuk masuk ke negara kami.”
Wilders menggambarkan keputusan itu “pengecut” dan menegaskan akan tetap berkunjung ke Inggris hari Kamis.
Kristenisasi oleh Gereja Anglikan Februari 14, 2009
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
![]() |
|
| Para anggota Sinode Umum Gereja Anglikan Inggris |
Seperti dilaporkan wartawan bidang agama BBC, Martin Landau,badan pembuat kebijakan Gereja Anglikan Inggris, yang disebut Sinode Umum, dengan mayoritas mutlak menyutujui perumusan petunjuk resmi tentang penyebaran agama Kristen.
Para anggota anggota sinode mendapat penjelasan bahwa Gereja Anglikan Inggris tidak bermaksud untuk mengajak pemeluk agama lain menjadi Kristen secara agresif atau pun secara konfrontatif.
Mosi ini bertujuan untuk menegaskan kembali keyakinan historis Gereja bahwa Agama Kristen menawarkan kebenaran sejati yang tidak dimiliki agama lain.
Sebagai agama resmi negara Inggris, Gereja Anglikan berusaha mendorong terciptanya hubungan baik antara berbagai kelompok agama, di tengah-tengah kehidupan agama yang semakin beragam di Inggris.
Para peserta Kongres mendengar keterangan seorang wanita yang masuk Kristen dan kemudian menghadapi ancaman.
Pengalaman semacam ini mendorong para peserta untuk lebih memahami cara-cara menghadapi persoalan-persoalan yang dialami pemeluk Kristen baru.
Semua anggota sinode sepakat meskipun masyarakat Inggris semakin beragam secara budaya dan agama, tugas penyebaran ajaran Kristen harus tetap dilakukan.
Yang menjadi perdebatan para anggota sinode adalah cara terbaik bagi ummat Kristen untuk mendekati mereka yang tidak mempunyai agama, dan mereka yang beragama lain.













