Israel Menghancurkan Kuburan di Al Quds Maret 12, 2009
Posted by spanautama in KABAR UTAMA.add a comment
<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>
dakwatuna.com – Al Quds, Lembaga Al-Aqsha untuk Wakaf dan Peninggalan Bersejarah berhasil mengungkap rencana-rencana Israel yang jelas-jelas ingin menghilangkan apa yang tersisa dari kuburan Islam bersejarah Makmanullah di sebelah barat al-Quds. Selain itu mereka menemukan bahwa kaum ekstrim Israel melakukan tindakan-tindakan aneh terhadap kuburan kaum Muslimin.
Ir. Zaki Igbariah, ketua lembaga ini menegaskan dalam penyataannya kemarin kepada Infopalestina bahwa tidak mungkin apa yang dialami oleh kuburan Makmanullah berupa pelanggaran terus-menerus kecuali di sana ada rencana dari pihak rahasia Israel yang ingin menghancurkan kuburan itu dan menghilangkan tanda-tandanya.
Ia mengisyaratkan bahwa sudah puluhan kuburan ditutup Israel di makam Makmanullah dengan rumputan kering dan kayu sisa serutan, atau penggalian mayat yang ada dalam kuburan.
Igbariah menegaskan bahwa sebuah tim dari lembaganya sudah melakukan pengawasan di lapangan yang ditemani oleh Ir. Mustafa Abu Zahrah, ketua komisi “pengawasan kuburan kaum Muslimin” di kota Al-Quds. Ia mengatakan bahwa mereka menyaksikan pelanggaran besar-besaran di kuburan Makmanullah. Di antaranya berupa penggalian dan pemindahan dua kuburan, penggalian dua terowongan besar di bawahnya. Selain itu mereka melepas dan menghancurkan sejumlah tanda sejumlah kuburan. Mereka juga menyaksikan kelompok yahudi ekstrim buang air besar di atas kuburan. Selain itu, yahudi juga memasukkan mobil buldoser dan mobil pengangkut sampah berupa rumput kering dan sisa kayu serutan untuk menutup sejumlah kuburan. Lebih dari itu, organisasi Fazenland Amerika Israel juga melakukan pelanggaran berupa penggalian kuburan dan pemindahan tulang belulang mayat kaum muslimin dengan dalih akan didirikan apa yang disebut museum toleransi di atas tanah kuburan Makmanullah.
Ia mengisyaratkan bahwa pihak Yahudi pada malam hari memasuki bagian tersisa dari kuburan Makmanullah dan mulai melakukan aksi penghancuran terhadap puluhan kuburan. Ia meminta agar dipercepat melakukan sejumlah aksi pencegahan untuk menjaga kehormatan kuburan ini.
Di sisi lain, Ir. Abu Zahrah menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kuburan kuno yang usinya lebih dari 700 tahun ini merupakan kejahatan hina siapapun pelakunya. Tindakan ini mencerminkan kebencian dan kedengkian serta buta hati pelakunya. Ia meminta agar tindakan pelecehan dan penggalian kuburan ini dihentikan segera. (ip/ut)
Al Qaradhawi, Peringatan Maulid Tidak Bid’ah Maret 10, 2009
Posted by spanautama in KABAR KEAGAMAAN.add a comment
dakwatuna.com – Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional menyatakan bahwa anggapan merayakan maulid Nabi saw. adalah bid’ah, dan setiap bid’ah pasti sesat, dan setiap yang sesat pasti masuk neraka, tidak semuanya benar.
Beliau meluruskan, yang kita ingkari dalam hal perayaan maulid adalah ketika ada pencampur adukan dengan kemungkaran-kemungkaran, ketika perayaan maulid itu bercampur aduk dengan hal-hal yang menyalahi syari’at, ketika perayaan maulid itu tidak sesuai dengan apa yang Allah swt. turunkan dalam firman-Nya, sebagaimana praktek-praktek ini masih ada di sebagian negara Islam.
Contohnya, Praktek syirik, dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.
Namun jika, peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah saw., mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah swt. tegaskan sebagai rahmatan lil’alamin.
Ketika acara maulid seperti demikian, alasan apa masih disebut dengan bid’ah?
Pernyataan beliau yang dimuat dalam media online pribadi beliau itu juga ditambahkan:
“Ketika kita berbicara tentang peristiwa maulid ini, kita sedang mengingatkan umat akan nikmat pemberian yang sangat besar, nikmat keberlangsungan risalah, nikmat kelanjutan kenabian. Dan berbicara atau membicarakan nikmat sangatlah dianjurkan oleh syariat dan sangat dibutuhkan.”
Allah swt. memerintahkan demikian kepada kita dalam banyak firman-Nya. Misalnya:
(يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ جاءتكم جنود فأرسلنا عليهم ريحاً وجنوداً لم تروها وكان الله بما تعملون بصيرًا، إذ جاءوكم من فوقكم ومن أسفل منكم وإذ زاغت الأبصار وبلغت القلوب الحناجر وتظنون بالله الظنونا)
“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikuruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha melihat akan apa yang kamu kerjakan. (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.” Al Ahzab:9-10
Allah swt. memerintahkan kita mengingat suatu peperangan, misalnya perang Khandaq atau perang Ahzab, di mana kafir Quraisy dan Suku Ghathfan mengepung Rasulullah saw. Dalam kondisi serba sulit ini, Allah swt. menurunkan bala bantuannya berupa angin kencang dan bantuan Malaikat.
Ingatlah peristiwa itu, ingatlah, jangan kalian lupakan itu semua.
Ini jelas menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk mengingat nikmat dan tidak melupakannya.
Dalam ayat lain, Allah swt. berfirman:
(يا أيها الذين آمنوا اذكروا نعمة الله عليكم إذ هم قوم أن يبسطوا إليكم أيديهم
فكف أيدهم عنكم واتقوا الله وعلى الله فليتوكل المؤمنون)
“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” Al Anfal:30
Ayat ini mengingatkan kita bahwa orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’ telah besepakat untuk mengkhianati Rasulullah saw. di Madinah, mereka membuat makar, mereka membuat tipu daya, namun makar dan tipu daya Allah swt. lebih kuat dan lebih cepat dari mereka.
ويمكرون ويمكر الله والله خير الماكرين
“Mereka membuat makar, dan Allah membuat makar (juga), Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.”
Perayaan yang demikian tidaklah bid’ah, bahkan dianjurkan. Allahu a’lam (it/ut)












