jump to navigation

Kekuatiran siswa dipaksa kawin Maret 25, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback

Kekuatiran siswa dipaksa kawin

Kawin paksa
Ratusan keluar dari sekolah karena diduga dipaksa kawin

Jumlah murid dari etnis pendatang di Inggris yang keluar dari sekolah meningkatkan kekuatiran mereka dipaksa kawin.

Sebuah laporan yang disusun oleh komite parlemen, menunjukkan ratusan anak-anak dari etnis pendatang keluar dari daftar di sekolahnya.

Mereka kuatir para siswa itu dipaksa terbang ke negeri asalnya dan di sana dipaksa untuk kawin diluar keinginannya.

Para anggota komite meminta jawaban atas kekuatiran mereka bahwa para siswa perempuan yang masih muda itu dipaksa kawin karena dianggap terlalu ‘Barat’ oleh keluarganya.

Pihak sekolah sebenarnya punya otoritas untuk melaporkan ke Dinas Sosial jika ada siswanya yang absen dalam jangka waktu yang lama, apalagi kemudian tidak kembali lagi bersekolah.

Sementara itu sebuah laporan lain menunjukkan meningkatnya jumlah perkawinan paksa di Inggris.

Tidak dicari sekolah

 Waktu di Pakistan, saya berharap pihak sekolah akan mencari saya. Tapi tak satupun yang mencari saya.
Seorang perempuan korban kawin paksa

Sejumlah dewan kota membantah kalau hilangnya siswa sekolah dari daftar sekolah disebabkan karena kawin paksa.

Namun komite parlemen memperkirakan bahwa masalah yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Seorang remaja putri asal Pakistan mengatakan kepada BBC dia dipaksa keluar dari sekolah saat berusia 13 tahun dan dibawa ke Pakistan untuk dikawinkan dengan seorang pria, yang justru menyiksanya.

Dia berharap ada orang di Inggris yang akan melaporkan kehilangannya dari sekolah dan kemudian mencari keberadaannya, namun hal itu tidak terjadi.

“Mereka membuat saya kecewa. Waktu di Pakistan, saya berharap pihak sekolah akan mencari saya. Tapi tak satupun yang mencari saya. Itu mengerikan,” tuturnya.

Dia kemudian kembali ke Inggris untuk melahirkan dan kemudian bersembunyi karena suaminya datang dari Pakistan untuk mencarinya.

Perkawinan
Kasus kawin paksa diduga lebih tinggi dari yang dilaporkan

Sebuah unit pemerintah Inggris yang mengurus perkawinan paksa menyelidiki sekitar 300 kasus setiap tahunnya, dan beberapa diantaranya harus diikuti dengan operasi penyelamatan.

Sebuah laporan lain dari Kementrian Dalam Negeri Inggris menunjukkan setiap tahunnya beberapa perkawinan paksa berlangsung di Luton, tak jauh dari London.

Asal Asia Selatan

Laporan tentang kekuatiran akan hilangnya para siswa sekolah itu memperkirakan bahwa kasus yang sebenarnya sampai 10 kali lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Sebagian besar siswa yang hilang dari daftar sekolah itu adalah siswa keturunan Pakistan, Bangladesh, dan India.

Masyarakat Asia Selatan yang tinggal di Inggris memang masih membawa tradisi untuk mengatur perkawinanan, yang pada akhirnya ditentukan oleh kesediaan kedua pasangan.

Namun kawin paksa amat berbeda karena salah satu pasangan tidak bersedia untuk dinikahkan dengan pasangan yang sudah ditentukan atau bahkan sama sekali menolak untuk menikah.

Ada kecenderungan kawin paksa dilakukan oleh para orang tua karena kuatir anak-anaknya sudah terlalu ‘Barat.’

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: