jump to navigation

Larangan Merokok di Perancis Maret 26, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback
Larangan Merokok di Perancis

MDNews– Mulai tanggal 1 Januari 2008, Perancis mengikuti jejak beberapa negara Eropa untuk menerapkan larangan merokok di semua tempat-tempat umum.

Langkah ini menyusul beberapa negara Eropa seperti Inggris, Irlandia, dan Italia, yang sudah lebih dulu menerapkan larangan merokok di bar, cafe, dan restoran. Warga Perancis yang merokok di tempat-tempat tersebut akan didenda sebesar 450 Euro.

Sejak tahun lalu, ketika peraturan ini diumumkan, banyak warga Perancis yang menentangnya. Perancis sudah memberlakukan larangan merokok di rumah sakit, sekolah, dan kantor-kantor pemerintah namun menunda larangan merokok di bar, cafe dan restoran sampai tahun 2008.

Bagaimanapun Kementrian Kesehatan Perancis masih memberikan kelonggaran selama 24 jam untuk perayaan Tahun Baru. Diperkirakan terdapat sekitar 13,5 juta perokok di Perancis dari total jumlah penduduk sebanyak 60 juta.

Tradisi cafe

Wartawan BBC di Paris, Hugh Schofield, melaporkan merokok sudah menjadi bagian dari kegiatan sosial sehari-hari di Perancis. Perdebatan tentang bahaya merokok bagi para perokok pasif sempat dianggap tidak berguna sama-sekali, walau tampaknya semakin banyak yang mendukung larangan merokok ini.

Larangan merokok sebelumnya ternyata bisa dilaksanakan dengan lancar tanpa penentangan massal. Memang tetap ada penentangan atas larangan merokok di cafe, bar, dan restoran namun pemerintah menegaskan peraturan akan ditegakkan dengan ketat.

Penentangan diperkirakan akan kuat di daerah pedesaan karena tradisi bertemu di cafe dengan teman dan tetangga sambil merokok dan minum kopi.

Jerman perluas bebas rokok

Larangan merokok di pub dan restoran juga diberlakukan lebih luas di Jerman sejak tanggal 1 Januari 2008. Sebanyak 8 negara bagian, termasuk Berlin, mengikuti langkah untuk menutup pub dan restoran dari rokok. (fkr/bbc)
Sepertiga warga Jerman merupakan perokok dan pihak berwenang di Berlin memutuskan untuk tidak langsung bertindak tegas dalam waktu 6 bulan pertama.

Pihak pengelola restoran dan pub menentang keras kebijakan bebas rokok, bukan hanya karena potensi kehilangan pendapatan, tapi juga karena urusan sejarah.

Di masa pemerintahan Adol Hitler pernah dilakukan larangan merokok, dan hal ini membuat beberapa pihak memandang negatif kebijakan bebas rokok di abad ke 21 ini. Sementara itu, seorang warga Jerman Michael Windisch mengupayakan cara agar para pelanggannya tetap bisa merokok di dalam bar namun dengan asap rokoknya tetap keluar. (fkr/bbc)

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: