jump to navigation

Ilmuwan Swedia: Teori Ayamnya Darwin Keliru Maret 28, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback

Ilmuwan Swedia: Teori Ayamnya Darwin Keliru

Dalam jurnal PLoS Genetics imuwan Swedia menyangkal bahwa ayam hutan merah adalah nenek moyang tunggal ayam peliharaan. Darwin lagi-lagi keliru!

Hidayatullah.com–Dalam bukunya, “The Origin of Species (1859)“ (Asal-Usul Spesies), bab 6 tentang Kesulitan-Kesulitan Teori, Charles Darwin mengisahkan asal usul ikan paus. Menurutnya tidaklah sulit bagi “seleksi alam“ untuk mengubah beruang menjadi makhluk dengan bentuk tubuh yang semakin sesuai untuk hidup di laut dengan mulut yang semakin besar, hingga akhirnya menjadi ikan paus. Pernyataan ini kedengaran aneh, tapi tidak mengherankan mengingat keterbelakangan ilmu pengetahuan di masa Darwin.

Dalam karyanya yang lain “The variation of animals and plants under domestication (1868)“ Charles Darwin juga berpendapat bahwa ayam peliharaan berasal-usul dari unggas merah hutan. Terbuktikah pernyataan Darwin? Sudah bisa ditebak. Ilmu pengetahuan di masa Darwin sangatlah kuno, sehingga teorinya didasarkan pada banyak ketidaktahuan. Di jamannya, kerumitan sel di tingkat molekul belumlah diketahui. Charles Darwin sama sekali tidak memahami apa itu DNA, RNA, dan metabolisme sel.

Lebih dari seabad kemudian, kecanggihan ilmu dan teknologi semakin memungkinkan orang menguak rahasia alam, termasuk seluk-beluk kehidupan di tingkat sel. Tidak heran dan bisa dimaklumi jika para ilmuwan di masa kini ada yang semakin tidak menemukan kebenaran sejumlah teorinya.

Darwin was wrong about the wild origin of the chicken“ (Darwin salah tentang asal-usul liar ayam), demikian judul berita resmi keluaran Uppsala University, Swedia, 29 Februari 2008. Berita ini sangatlah heboh dan mengejutkan dunia ilmu pengetahuan sampai-sampai berbagai media massa ilmiah dan umum di penjuru dunia ramai-ramai meliput berita yang mengagetkan ini.

Hasil penelitian ini terbit di jurnal ilmiah bergengsi, PLoS Genetics edisi 4(2) tahun 2008 dengan judul “Identification of the Yellow Skin Gene Reveals a Hybrid Origin of the Domestic Chicken“ (Identifikasi Gen Kulit Kuning Mengungkap Asal-Usul Hibrida Ayam Peliharaan). “Penelitian ini menyangkal anggapan bahwa ayam hutan merah adalah nenek moyang tunggal ayam peliharaan dan memberikan bukti nyata bahwa spesies-spesies lain bersumbangsih pada genom ayam peliharaan“, papar jurnal tersebut.

“Ironisnya adalah Darwin berpikiran bahwa lebih dari satu spesies liar telah bersumbangsih terhadap perkembangan anjing, tapi ayam berasal dari hanya satu spesies liar, unggas hutan merah. Sekarang terbukti justru sebaliknya,” kata Greger Larson, peneliti di Uppsala University, Swedia, dan di Durham University, Inggris.

Berita ini diliput pula oleh media pemberitaan Inggris, Telegraph.co.uk, 29 Februari 2008, di bawah judul “Darwin was wrong about (chicken) evolution“ (Darwin keliru mengenai evolusi (ayam)). Artikel itu memaparkan, selain teori tentang ayamnya salah, teori sang Bapak Evolusi Charles Darwin mengenai asal-usul anjingnya juga meleset.  [wwn/www.hidayatullah.com]

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: