jump to navigation

Batas waktu Irak diperpanjang Maret 31, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback

Tentara Mehdi menguasai daerah-daerah di Basra
MDNews-Basra- Pemerintah Irak telah memperpanjang 10 hari batas waktu bagi milisi Syiah yang memerangi tentara pemerintah di kota Basra di selatan untuk menyerahkan senjata mereka.

Lebih dari 130 orang tewas dan 350 orang luka-luka sejak operasi terhadap milisi itu dimulai di Basra pada hari Selasa.

Pasukan pimpinan Amerika Serikat untuk pertama kalinya ikut serta dalam pertempuran Rabu malam, dalam membom posisi-posisi Syiah, kata militer Inggris.

Parlemen Irak akan mengadakan sidang darurat tentang krisis ini, yang juga menyebabkan jam malam diberlakukan selama tiga hari di Baghdad.

Pernyataan dari kantor Perdana Menteri Nouri al-Maliki mengatakan: “Semua yang memiliki senjata berat dan menengah harus menyerahkannya ke pos-pos keamanan dan mereka akan diberi hadiah uang. Ini akan dimulai dari 28 Maret hingga 8 April.”

Alasan perpanjangan batas waktu itu tidak diberikan.

PM Maliki sebelumnya berjanji dia akan melanjutkan perang melawan milisi selama dibutuhkan.

“Kami memutuskan untuk terjun ke pertempuran ini dan kami akan melanjutkannya hingga akhir. Tidak akan mundur,” kata Maliki dalam pidato yang disiarkan pada televisi pemerintah Irak pada hari Kamis.

Perdana menteri secara langsung mengatur operasi di Basra, yang melibatkan sekitar 30.000 tentara dan polisi yang memerangi Tentara Mehdi Syiah, pimpinan ulama radikal Moqtada al-Sadr.

Para pejuang Tentara Mehdi masih menguasai sebagian daerah yang berpenduduk padat.

Pada Kamis malam, al-Sadr menyerukan dicapainya jalan keluar politik dari krisis tersebut.

Dalam pernyataan yang disampaikan lewat utusannya, Hazem al-Aaraji, al-Sadr mengatakan dia ingin “semua orang mencari jalan keluar politik dan melakukan protes damai dan berhenti menumpahkan darah warga Irak”.

Namun, para wakil al-Sadr pada hari Jumat mengatakan , bahwa tidak ada rencana untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah.

Presiden AS George W Bush memuji keputusan Maliki untuk memerintahkan operasi militer dengan mengatakan “keadaan normal mulai kembali ke Irak”.

“Saat kami berbicara warga Irak melancarkan pertempuran sengit melawan para pejuang milisi dan penjahat di Basra, banyak dari mereka menerima senjata dan latihan dan dana dari Iran,” kata Bush di Ohio.

Kekerasan meningkat

Jam malam di Baghdad diberlakukan mulai dari Kamis malam hingga pukul 05.00 hari Minggu untuk “melindungi warga sipil”, kata para pejabat.

Kendaraan atau pejalan kaki yang tidak mendapat izin dilarang berada di jalan.

Pada hari Jumat, sebagian besar jalan utama di ibukota dilaporkan kosong.

Zona Hijau di Baghdad, tempat banyak kantor pemerintahan dan perwakilan asing, menghadapi sejumlah serangan roket baru-baru ini. Satu dari beberapa orang Amerika yang luka-luka kini meninggal dunia.

Staf kedutaan AS di Baghdad diberitahu untuk tidak meninggalkan zona itu.

Sebelum jam malam diberlakukan, ribuan penduduk al-Sadr berpawai untuk menuntut pengunduran diri Maliki terkait operasi keamanan di Basra dan di daerah-daerah Syiah di ibukota terjadi pertempuran sporadis.

Di Basra, seorang anggota majelis kota dari kelompok Syiah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan , bahwa keadaan pada hari Jumat tampak hampir normal kembali.

“Hari ini sejak pagi sepi. Tidak ada tembak-menembak. Dan rakyat di Basra keluar rumah untuk berbelanja. Bis mulai beroperasi. Dan mobil juga berkeliaran di jalan-jalan,” katanya.(zax/bbc)

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: