jump to navigation

Irak cabut jam malam Maret 31, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback

Baghdad
Jam malam di Baghdad diberlakukan sejak Kamis

Pihak berwenang Irak telah mencabut jam malam yang diberlakukan sejak Kamis pekan lalu setelah ulama Syiah, Moqtada Sadr, memerintahkan pendukungnya mundur dari jalan di negara itu.

Jam malam dicabut Senin pagi walaupun larangan bagi kenderaan masih diterapkan di 3 wilayah Syiah di ibukota Baghdad.

Di Baghdad, jam malam sempat diperpanjang Minggu malam setelah berlangsung kontak antara aparat keamanan dengan milisi Syiah di Baghdad dan Basra.

Namun Hari Minggu, Moqtada Sadr mengatakan kepada milisi Mehdi pimpinannya untuk menghentikan peperangan dengan tentara pemerintah.

Dalam pernyataannya, Moqtada Sadr mengatakan –karena pertanggungjawaban keamanan dan untuk menghentikan pertumpahan darah– meminta diakhirinya penampakan senjata di Basra dan di propinsi-propinsi lain.

Sejak pertarungan antara milisi Mehdi dan aparat keamanan Irak marak Selasa lalu, diperkirakan jatuh korban 240 jiwa.

Di ibukota Baghdad sekitar 117 orang tewas dalam pertarungan selama 3 hari terakhir ini, seperti dijelaskan sumber kepolisian kepada BBC.

 Pemerintah Irak menyambut baik pernyataan itu. Kami yakin hal tersebut akan mendukung upaya pemerintah Irak dan mencitptakan keamanan
Ali al-Dabbagh

Langkah positif

Moqtada Sadr juga menyatakan bahwa orang yang membawa senjata dan menyerang lembaga pemerintah bukanlah anggota mereka.

Ulama itu menuntut agar pemerintah menawarkan amnesty secara umum, melepaskan tahanan, dan menghentikan operasi yang disebutnya sembarangan dan tidak sah.

Dia juga meminta agara para pendukungnya bekerjasama dengan kantor pemerintah Irak untuk menciptakan keamanan dan menuntut orang-orang yang terlibat kriminalitas.

Seorang jurubicara kantor Perdana Menteri Nouri Maliki, Ali al-Dabbagh, mengatakan kepada stasiun TV Irak bahwa pernyataan itu positif.

“Pemerintah Irak menyambut baik pernyataan itu. Kami yakin hal tersebut akan mendukung upaya pemerintah Irak dan mencitptakan keamanan.”

Irak
Pendukung Moqtada akan bekerjasama dengan aparat keamanan Irak

“Pemerintah akan menerapkan hukum atas orang-orang yang tidak mematuhi instruksi pemerintah dan Sadr,” tambahnya.

Bukan penyerahan senjata

Bagaimanapun seorang pembantu Moqtada Sadr, Hazem al-Araji, mengatakan kepada para wartawan bahwa seruan ulama itu tidak berarti para milisi akan menyerahkan senjatanya.

Perdana Menteri Irak sudah menetapkan batas waktu tanggal 8 April untuk menyerahkan senjata dengan ganti rugi uang tunai.

Pasukan koalisi pimpinan Amerika semakin terlibat dalam bentrokan ini dengan serangan udara di dua kota.

Jumlah korban akibat bentrokan antar pasukan pemerintah dan milisi Syiah ini beragam.

Di Basra, militer Inggris mencatat korban mencapai 50 jiwa namun sumber kesehatan mengatakan jumlah korban sampai 290 jiwa sedangkan tentara Irak melaporkan telah menewaskan 120 milisi.

Sementara itu sedikitnya 77 orang tewas di wilayah Kut, Nasiriya, Karbala, dan Hilla.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: