jump to navigation

Teamwork yang Buruk April 2, 2008

Posted by spanautama in TENTANG.
trackback

Hudzaifah.org – Kalau kita ibaratkan dengan bermain sepak bola atau bola basket dan yang berlari kencang hanya bagian penyerang, sedangkan bagian gelandang dan pertahanan larinya tidak sekencang penyerang. Apa yang terjadi? Jomplang bukan? Ditonton juga tidak enak. Apalagi sebagai anggota tim, kecepatan yang tidak sama ini akan membuat frustasi dan kehabisan napas untuk bagian tertentu yang berlarinya lebih kencang. Yang nonton lebih frustasi lagi.

Bergerak Seirama
Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan atau objek, frontliner adalah bagian depan yang tidak bisa sendirian bekerja dan tidak bisa lari “sendiri” dengan kecepatan yang berbeda dengan bagian belakang. Boleh saja berbeda, asal yang belakang bisa mengikuti. Yang terbaik adalah jika semuanya seirama. Teamwork bukan hanya “sharing goals” atau “communicate goals” atau hanya mengerti tujuan dan membagi tugas untuk mencapai tujuan. Namun, yang lebih penting adalah “sharing spirit” atau “motivation” untuk mencapai goal. Ketika spirit anggota tim tidak sama, maka mereka akan merasa kelelahan karena sinergi tidak tercapai.

Ibarat Tarik Tambang
Dalam pertandingan lain yang cukup unik, tarik tambang. Irama dan spirit yang sama menghasilkan suatu keperkasaan yang menakjubkan. Tim yang “all out” terlihat sekuat tenaga sampai tak enggan jatuh bangun untuk menambah kekuatan dan menang. Mengapa ini terjadi? Coba perhatikan, mereka diikat oleh suatu tambang di mana semua anggota berpegangan pada tambang yang sama. Inilah yang membuat perbedaan dengan olahraga lainnya. Jika olahraga lain anggota tim disatukan oleh pelatih yang kuat leadership nya, sedangkan anggota tarik tambang tidak ada pelatih yang mengaba-aba, yang ada hanyalah sistem “ikatan” di mana setiap anggota terkoneksi dengan tambang yang membuat mereka merasa berada di dalam sistem. Dan setiap anggota percaya akan kontribusi anggota lainnya, serta berusaha memberikan yang terbaik. Baik sepak bola, basket maupun tarik tambang, setiap anggota timnya mempunyai peranan yang jelas dan menentukan kemenangan.

Leadership, Sistem dan Keberagaman Peran Anggota
Leadership dan sistem yang bagus, yang searah dan yang mengikat anggota tim inilah yang mampu memotivasi setiap anggota untuk bersama-sama menyumbangkan resources yang mereka miliki untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan.

Di samping punya pemimpin dengan style yang mampu mengkoordinasikan anggota tim, diperlukan juga keberagaman peran anggota tim, bukan keseragaman pendapat. Justru keberagaman ini diperlukan untuk menciptakan “constructive conflicts”, yang membuat keputusan yang diambil tim menjadi berimbang dan berkualitas.

Sistem operasional yang diibaratkan sebagai “tambang” harus mampu mengikat anggota tim, terutama yang bersifat cross functional team. Upayakan agar yang mengikat mereka bukanlah departemental atau divisional vertical line, tetapi sebuah “service chain”. Sebab jika anggota tim tidak sadar bahwa mereka berada di satu tambang, akan sulit bagi mereka untuk mempunyai spirit motivasi yang sama. Bagi para penyeru Al Haq, tambang pemersatu itu adalah agama Allah. Difirmankan Allah SWT di Surat Ali Imran Ayat 103, ”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah bercerai berai……” Selamat bekerja!

Sumber : Majalah Marketing No. 10/VII/Oktober/2007
Modified by : Jundullah 0719

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: