jump to navigation

Bom di Irak tewaskan 15 jiwa April 7, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback

Beraking News
Serangan bom bunuh diri sekitar 60 km dari Baquba

Kepolisian Irak mengatakan seorang pembom bunuh diri menewaskan sedikitnya 15 orang dalam sebuah serangan saat upacara penguburan di Propinsi Diyala.

Serangan itu, yang berlangsung saat pemakaman seorang polisi umat Sunni, terjadi di Saadiyah, sekitar 60 km dari ibukota propinsi, Baquba.

Biasanya Al-Qaeda yang dituding berada di belakang sejumlah serangan atas upacara pemakaman yang terjadi selama ini.

Sementara itu kekerasan masih berlangsung di Basra, Irak Selatan.

Sebuah pernyataan Amerika Serikat mengatakan pasukan Irak berhasil menewaskan 7 militan dan menangkap 16 orang dalam pertarungan Kamis kemarin.

Salah seorang yang ditangkap, menurut pernyataan itu, adalah seorang pemimpin milisi.

“Laporan-laporan mengkatakan pria tersebut dengan penculikan dan pembunuhan beberapa tentara Irak. Dia juga dipastikan terlibat dalam penyeludupan minyak dan jaringan pejuang asing,” tulis pernyataan itu.

Dalam serangan terpisah, pesawat tempur AS membom kelompok perlawanan yang terlibat dalam pertarungan dengan pasukan Irak.

Pasukan Irak melancarkan operasi bsar di Basra pada akhir April untuk memberantas milisi Syiah dan memicu pertarungan sengit.

Irak
Laporan intelijen menyebutkan perbaikan keamanan bisa dijaga

Perbaikan keamanan

Sebuah laporan intelijen Amerika tentang keamanan di Irak menyebutkan peningkatan keamanan yang dicapai sejak pengerahan pasukan tambahan Amerika tahun lalu, masih bisa dipertahankan.

Laporan terbaru Perkiraan Intelijen Nasional itu juga mengangkat bahwa warga Sunni telah membantu upaya untuk memperlemah Al-Qaeda di Irak.

Laporan ini disampaikan kepada Kongres sepekan sebelum perwira paling senior Amerika di Irak, Jendera David Petraues, memberikan keterangan kepada sebuah Komite di Senat AS.

Namun laporan tidak menyebut upaya pemerintah Irak dalam melucuti kelompok Syiah, yang sempat memicu kekerasan hingga diberlakukannya jam malam selama 3 hari.

Pertarungan mereda Hari Minggu kemarin setelah ulama Syiah, Moqtada Sadr, memerintahkan milisi Mehdi pendukungnya agar mundur dari jalanan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: