jump to navigation

Kerugian krisis kredit ‘$1 triliun’ April 9, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback

 IMF secara berkala menerbitkan Global Stability Report
IMF secara berkala menerbitkan Global Stability Report

Krisis kredit sedunia mungkin menimbulkan kerugian hampir 1 triliun dollar bagi kalangan bank dan perusahaan keuangan, kata laporan IMF.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pasar keuangan masih tetap dibawah tekanan, diperburuk lagi oleh hal yang disebut IMF, “lingkungan ekonomi yang lebih mengkhawatirkan”.

Dalam penilaian yang dikeluarkan setiap 6 bulan mengenai stabilitas keuangan global, IMF mengatakan gonjang ganjing saat ini mencerminkan kerapuhan yang mendalam.

Wartawan BBC urusan ekonomi Andrew Walker melaporkan dari Washington melaporkan, keseluruhan nada dari laporan ini menyampaikan beberapa kekhawatiran yang serius mengenai pasar keuangan.

Laporan ini mengatakan apa yang terjadi dalam enam bulan belakangan, menunjukkan kerapuhan sistem keuangan global.

Masalah merupakan kegagalan kolektif dalam menyadari besarnya pinjaman oleh bank-bank dan serangkaian bisnis keuangan lainnya.

Total kerugian

Laporan itu mengatakan bahwa kerugian total itu karena masalah bisnis kredit perumahan di Amerika bisa melebihi 500 miliar dolar dan total dari bentuk-bentuk pinjaman lain mencapai satu triliun dolar.

Amerika adalah pusat dari persoalan ini tetapi negara-negara lain juga terpengaruh, meski laporan ini mengatakan bahwa perekonomian baru di negara-negara berkembang secara umum bisa bertahan sejauh ini.

IMF juga mengatakan, ada kekhawatiran yang semakin besar mengenai dampak perekonomian yang lebih luas, walaupun sampai sekarang IMF tetap memperkirakan pertumbuhan global yang masih tetap kuat.

Meski demikian, laporan itu mengatakan dampak dari kekacauan saat ini besar kemungkinan akan meluas, mendalam dan lebih berlarut-larut dari periode kekacauan keuangan sebelumnya.

Laporan itu juga mengisyaratkan bahwa persoalan yang sekarang ada, mungkin, sebagian karena diberlakukannya suku bunga yang rendah di beberapa negara dalam beberapa tahun belakangan, yang mungkin mendorong terjadinya peminjaman yang berlebihan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: