jump to navigation

Udang Mini, Spesies Baru dari Halmahera Mei 5, 2008

Posted by spanautama in ANIMAL ACTION.
trackback

Udang mantis memperlihatkan anggota badan yang digunakan untuk memangsa. Yang ini seekor penghancur.

JAKARTA, MINGGU – Penemuan spesies-spesies baru menunjukkan kekayaan hayati yang begitu besar di perairan Halmahera, Maluku Utara. Setelah ikan punggung totol bertaring ditemukan beberapa waktu lalu, para peneliti dari Conservation International juga menemukan spesies baru udang mantis yang ukurannya hanya 1 cm.

Spesies baru udang mantis ditemukan Mark Erdmann, ahli udang mantis dari CI, 27 April 2008, saat menyelam di timur laut Pulau Halmahera. Ukurannya tak lebih dari 1 cm dan termasuk jenis udang mantis penghancur. “Dan mengagumkan, Mark bisa menemukannya di antara susunan terumbu karang yang sangat kompleks,” tulis Dr Alison Green, ketua tim sains, dalam blog Ekspedisi Halmahera. Udang mantis memang memiliki bentuk dan ukuran berbeda. Beberapa di antaranya cukup besar dengan panjang sekitar 35 cm dan yang lain lebih kurang 1 cm.

Udang mantis adalah jenis krustasea, seperti kepiting atau udang. Mereka karnivora dan memiliki anggota badan khusus yang digunakan untuk membunuh mangsa. Ada dua jenis udang mantis, yang memiliki alat pemukul sebagai penghancur dan memiliki cakar. “Saya bertanya-tanya berapa banyak spesies baru yang akan kami temukan lagi,” kata Ali. Sejauh ini ekspedisi yang berlangsung sejak 13 April dan berakhir 11 Mei telah sampai di titik pertengahan setelah menyelesaikan perjalanan 800 kilometer.

Hitungan spesies terus meningkat dan sampai saat ini tim ekspedisi sudah mencatat 460 spesies karang. Sementara itu, lebih dari 30 spesies masih memerlukan studi lanjutan yang mungkin menambah daftar spesies baru. Keragaman lokal juga sangat mengesankan, dengan jumlah spesies karang paling tinggi secara global. Spesies ikan terumbu karang juga terus bertambah pada laju rekor, dengan 975 spesies terekam, termasuk spesies dottyback dan spinecheek. “Banyak dari hitungan spesies di setiap lokasi mencapai lebih dari 200 spesies, yang sekali lagi termasuk baik dalam skala dunia,” tegas Ali. 147 spesies krustasea, termasuk 26 spesies udang mantis, dan 42 spesies echinoderma juga tercatat. “Jadi, Halmahera sesuai dengan harapan kami sebagai salah satu wilayah yang paling beragam di planet ini.”

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa Halmahera memiliki keragaman habitat laut dan pesisir yang sangat tinggi.  Alasan utama karena berada di jantung Segitiga Karang, wilayah dengan keragaman hidupan laut tropis yang tertinggi di dunia. Sekalipun hanya mencakup kurang dari 2 persen lautan di dunia, Segitiga Karang memiliki proporsi keanekaragaman hayati yang mencengangkan – kurang lebih 30 persen dari terumbu karang dunia, 76 persen spesies karang, dan hampir 40 persen spesies ikan karang dunia.

Keragaman yang luar biasa tinggi di wilayah ini terjadi karena beberapa hal. Segitiga Karang berada di khatulistiwa dimana Samudra Pasifik dan Hindia bertemu, sehingga hidup spesies-spesies berasal dari kedua samudra ini. Proses geologi termasuk bentang tektonis dan perubahan permukaan air laut berperan penting juga, spesies terumbu karang berevolusi dan bertahan selama muka air laut rendah, sementara terumbu di belahan dunia lain dalam kondisi merana.

“Apapun alasannya, jelas area yang luas dan beragam habitat dan kondisi lingkungan yang luar biasa berperan dalam memelihara keanekaragaman hayati yang tinggi di Halmahera khususnya dan Segitiga Karang secara umum,” tandas Ali.
WAH
Sumber : Conservation International

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: