jump to navigation

Milisi Libanon tutup media Mei 10, 2008

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback
Libanon
PBB sudah meminta agar kekerasan segera dihentikan

Kelompok bersenjata yang setia pada Hizbullah sudah menutup stasiun TV dan surat kabar yang pro pemerintah saat pertarungan berlanjut antara pendukung oposisi dan pemerintah.

Future News milik Saad Hariri, pemimpin koalisi pemerintah yang pro Barat, berhenti siaran pada pertarungan hari ketiga di ibukota Beirut.

Sementara kantor surat kabar al-Mustaqbal, juga milik Hariri, dibakar oleh kelompok bersenjata.

Pertarungan marak setelah pemerintah bergerak untuk menutup jaringan telekomunikasi milik Hizbullah.

Sedikitnya 10 orang –sebagian besar warga sipil– tewas sementara 20 lainnya terluka di beberapa wilayah ibukota sejak maraknya pertarungan antar kedua belah pihak.

Dewan Keamanan PBB mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk menghentikan pertarungan karena kekuatiran akan berkembang menjadi perang saudara.

Para wartawan mengatakan pertarungan saat ini merupakan yang terburuk sejak perang saudara yang melanda negara itu pada masa 1975-1990.

Lebanon
Jalan ke bandara internasional Beirut diblokade pendukung oposisi

Jaringan telekomunikasi

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, mengatakan langkah menutup jaringan telekomunikasi mereka sebagai ‘sebuah pernyataan perang.’

Hari Kamis kemarin dia menyatakan secara terbuka tekadnya untuk ‘memotong tangan’ yang berada di belakang keputusan itu

Pertarungan berlanjut hingga Hari Jumat ini. Kelompok-kelompok bersenjata melepas tembakan dan granat di Beirut Tengah dan Selatan.

Kerusuhan ini menyebabkan tutupnya bandara internasional Beirut untuk ketiga harinya karena jalan menuju bandara diblokade dengan ban-ban yang dibakar maupun timbunan tanah.

Sebelunnya, pimpinan militer Libanon memperingatkan resiko akan persatuan mereka jika krisis politik dan kekerasan di Beirut terus berlangsung.

Said Hariri sudah meminta agar milisi kedua belah pihak mundur dari jalan-jalan untuk menyelamatkan Libanon dari ‘neraka.’

Pemimpin masyarakat Sunni itu juga meminta Hizbullah mencabut siaga atas Beirut dan meminta pertemuan mendesak dengan Hassan Nasrallah.

Dia menawarkan kompromi atas keputusan pemerintah dalam menutup jaringan telekomunikasi Hizbullah, dengan menyebutnya sebagai salah pengertian dan mengatakan tentara yang akan menentukan kata akhir.

Hari Selasa pemerintah menyatakan jaringan telekomunikasi Hizbullah di Libanon Timur dan Selatan serta di Beirut Tenggara merupakan jaringan gelap, yang menjadi ancaman bagi keamanan negara.

Sebelumnya Hassan Nasrallah mengatakan sayap militer Hizbullah menganggap jaringan itu sebagai bagian paling penting dalam upaya pertahanannya.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: