jump to navigation

Sekolah PBB diserang, ’30 terbunuh’ Januari 7, 2009

Posted by spanautama in KABAR UTAMA.
trackback
 
 
Anak-anak ikut menjadi korban serangan udara militer Israel

Sedikitnya 30 warga terbunuh dan 55 orang terluka akibat serangan udara Israel terhadap sekolah PBB di Jalur Gaza, kata petugas medis Palestina.

Sejumlah bocah termasuk mereka yang terbunuh ketika sekolah al-Fakhura di kamp pengungsi Jabaliya terkena gempuran langsung, kata para dokter yang bertugas di rumah sakit tak jauh dari lokasi sekolah.

Warga di dalam sekolah tersebut tengah mencari tempat aman dari serangan darat militer Israel.

Tragedi berdarah itu terjadi, sementara Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Jalur Gaza mengalami “krisis kemanusiaan total”, setelah 10 hari bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Palestina.

Kepala operasi ICRC untuk Gaza, Pierre Kraehenbuhl mengatakan kepada BBC bahwa kondisi kehidupan menjadi semakin tidak bisa diterima di Gaza setelah 10 hari konflik.

 

Bentrokan antara militer Israel dan pejuang Palestina berlanjut, sementara Israel berupaya untuk menghentikan tembakan roket oleh militan perlawanan Palestina.

Sekitar 70 warga Palestina terbunuh dan lima serdadu Israel tewas hari Selasa.

Seorang serdadu Israel terbunuh dalam baku tembak dengan militan perlawanan Palestina di Kota Gaza, sedangkan empar lain terbunuh akibat tembakan dari tank kawan mereka, kata aparat Israel.

Lebih dari 600 orang terbunuh sejak Israel beraksi untuk menghentikan serangan roket dari Gaza 11 hari lalu, kata pejabat medis Palestina.

PBB menyatakan setidak-tidaknya 25% persen dari korban jiwa tersebut.

Kraehenbuhl menyerukan lebih banyak langkah ditempuh untuk mengamankan warga sipil di Jalur Gaza.

Warga sipil

Para saksi mengatakan, sedikitnya satu misil Israel menghantam sekolah al-Fakhura Selasa siang.

 
Petugas medis Palestina menolong bocah korban serangan

Misil itu memicu ledakan besar dan menyemburkan serpihan-serpihan ke orang-orang di dalam dan luar bangunan sekolah.

Ratusan orang mencari tempat berlindung di dalam sekolah yang dikelola PBB dalam upaya untuk mengungsi dari pertempuran antara pasukan Israel dan militan perlawanan Palestina di pinggiran kamp pengungsi di belahan timur Kota Gaza.

Rekaman kamera televisi memperlihat jasad korban bergelimpangan di tanah di tengah kubangan darah.

Korban dilarikan ke dua rumah sakit. Tim dokter di RS Kamal Adwan di Beit Lahiya mengatakan, 30 orang meninggal di sana.

Sedikitnya 10 orang meninggal di rumah sakit al-Shifa di Kota Gaza, kata para dokter.

Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah.

Militer Israel belum mengomentari insiden ini.

Ini merupakan serangan udara kedua Israel terhadap sekolah yang dikelola PBB.

Israel belum mengomentari serangan terhadap sekolah tersebut, tapi aparat Israel di masa lalu menuding Hamas menggunakan sekolah, masjid dan kawasan hunian untuk menghindari serangan.

Sebelumnya, tiga orang terbunuh ketika sebuah sekolah di kamp pengungsi Shati diserang, kata pejabat PBB.

‘Mengerikan’

Setelah serangan pertama Israel terhadap sekolah PBB, mengatakan kepada BBC, direktur bantuan PBB untuk Palestina, UNRWA, John Ging, mengatakan, kondisi di Gaza “mengerikan”.

 
Tidak ada tempat aman lagi di Gaza, kata pejabat bantuan

“Tidak ada tempat aman bagi warga sipil di Gaza sini saat ini. Mereka mengungsi dari rumah mereka dan mereka berhak untuk melakukannya ketika anda lihat jumlah korban,” kata John Ging.

“Keadaan sangat, sangat berbahaya, dan bahkan 14.000 orang yang mencari perlindungan di sekolah dan tempat penmampungan kami, mereka juga tidak aman,” tambahnya.

Ging mengatakan, para pemimpin internasional memiliki tanggungjawab untuk bertindak untuk melindungi warga sipil.

“Anda tidak mungkin melancarkan operasi militer besar-besaran di kawasan berpenduduk padat seperti itu tanpa menewaskan ratusan dan melukai ribuan warga sipil,” tambah Ging.

“Setelah 10 hari operasi militer tanpa putus di Jalur Gaza, yang kita hadapi jelas dan pasti menurut saya, krisis kemanusiaan serius dan total,” kata Pierre Kraehenbuhl dari ICRC kepada BBC.

 

 Setelah 10 hari operasi militer tanpa putus …, yang kita hadapi jelas dan pasti … krisis kemanusiaan serius dan total
 
Pierre Kraehenbuhl
Pejabat senior ICRC

 

“Bagi warga di dalam Gaza, situasi menjadi semakin tidak bisa diterima…Laporan-laporan yang kami terima sepanjang malam adalah bahwa semalam merupakan masa yang paling gencar dari segi pemboman dan operasi militer,” jelas Kraehenbuhl.

Pertempuran sengit terjadi sekitar Kota Gaza semalam, sementara pasukan infantri Israel yang didukung oleh tank dan helikopter mendekati pinggiran kota.

Bentrokan lanjutan dilaporkan terjadi di pinggir kamp pengungsi Deir al-Balah dan Bureij di bagian tengah Gaza, dan para saksi mata mengatakan tank dan infrantri Israel bergerak maju untuk menyerang Khan Younis.

Informasi terbatas

Israel mengatakan, serangannya bertujuan menghentikan militan menembakkan roket, tpai setidaknya lima roket mencapai bagian selatan Israel hari Selasa. Satu roket mencapai kota kecil Gedera, sekitar 40km dari Jalur Gaza.

Israel memakai bermacam senjata untuk menyerang Jalur Gaza

Israel mengatakan telah menewaskan 130 pejuang Hamas, dan membantah pernyataan bahwa Hamas menewaskan 10 serdadunya.

Informasi tentang perkembangan yang terjadi di Gaza sangat terbatas, sebab Israel melarang wartawan asing memasuki kawasan tersebut.

PBB juga memperingatkan krisis kemanusiaan di Gaza akan mendalam sementara lembaga internasional itu mengalami kesulitan untuk memasukkan bantuan ke wilayah Palestina tersebut.

UNRWA mengatakan tidak akan bisa memasukkan 80 truk bermuatan bantuan kemuansiaan yang dijadwalkan tiba hari Selasa setelah pimpinan perusahaan yang dikontrak untuk mengangkut pasokan kehilangan tiga kerabat, termasuk seornag putranya, dalam serangan Senin malam.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: